Feeds:
Posts
Comments

PENDAHULUAN 

Bab I.         Asal Muasal Tahun Gajah 

Bab II.       Silsilah Rasulullah

Bab III.      Kelahiran dan Masa Kecil 

Bab IV.       Masa Remaja 

Bab V.        Pernikahan dengan Khadijah dan Datangnya Wahyu Pertama

Bab VI.      Dakwah Secara Rahasia ( Sirriyatud -dakwah/

Bab VII.     Dakwah Secara Terang-terangan (Jahriyatud Dakwah)

Bab VIII.   Penolakan Orang-orang Musyrik Mekah Terhadap Islam

Bab IX.      Pengucilan dan Boikot Ekonomi Terhadap Kaum Muslimin ( Hijrah Pertama).

Bab X.        Tahun Duka Cita ( Amul Huzni dan Peristiwa di Thaif )

Bab XI.       Peristiwa Isra-Mi’raj dan Persiapan Madinah sebagai Tempat Hijrah

Bab XII.      Baiat Aqabah dan Hijrahnya Para Sahabat

Bab XIII.    Hijrah ke Madinah

Bab XIV.    Pembentukan Masyarakat  Madinah

Bab XV.      Perang Badar, Perang Pertama dalam Sejarah Islam

Bab XVI.     Pengkhianatan Pertama Yahudi dan Munculnya Tanda-tanda Kemunafikan

Bab XVII.   Perang Uhud dan Hikmah Diperintahkannya Berperang (bag-1)

Bab XVII.   Perang Uhud dan Hikmah Diperintahkannya Berperang (bag-2)

Bab XVIII.  Dakwah Kepada Ahli Kitab (bag-1)

Bab XVIII . Dakwah Kepada Ahli Kitab (bag-2)

Bab XIX.    Pengkhianatan Yahudi Bani Nadhir dan Dampaknya

Bab XX.      Jihad fi Sabilillah (1).

Bab XX.      Jihad fi Sabilillah (2)

Bab XX.      Jihad fi Sabilillah (3)

Bab XXI.     Perdamaian Hudaibiyah dan Baitur Ridwan

Bab XXII.    Perang Khaibar

Bab XXIII.   Dakwah Kepada Raja-raja

Bab XXIV.   Perang Mu’tah

Bab XXV.    Penaklukkan Mekah ( Fathu Makkah) (1)

Bab XXV.    Penaklukkan Mekah ( Fathu Makkah) (2)

Bab XXV.    Penaklukkan Mekah ( Fathu Makkah) (3)

Bab XXVI.   Perang Hunain

Bab XXVII.  Perang  Tabuk dan Kisah 3 Orang Sahabat

Bab XXVIII. Haji Wada, Khutbah Rasulullah dan Tanda Sempurnanya Islam

Bab XXIX.    Rasulullah dan Pernikahan 

Bab XXX.     Hari-hari Akhir Rasulullah saw(1)

Bab XXX.     Hari-hari Akhir Rasulullah saw (2)

Bab XXX.     Hari-hari Akhir Rasulullah saw(3)

PENUTUP

Catatan. Mulai Oktober 2019 buku dapat dipesan sebagai POD ( Print On Demand) melalui link berikut :

Sirah Nabawiyahhttps://bitread.id/book_module/book/view/1382/sirah_nabawiyah/

https://ebooks.gramedia.com/id/buku/sirah-nabawiyah

Sambil mengibaskan butiran-butiran salju yang menempel di sarung tangan, Haskov menuruni escalator di suatu stasiun metro/kereta bawah tanah Moskow. Dinginnya udara rupanya tidak membuat orang malas ke luar rumah. Antrian panjang penumpang terlihat mengular.

Sebelum masuk ke antrian Haskov sempat melihat 3 orang berwajah Asia, 2 laki-laki 1 perempuan, memperhatikan peta yang ada di tangan mereka sambil celingukan. Haskov melirik jam tangannya, ia sedang tidak terburu-buru. Ia sering melihat pemandangan seperti itu, orang asing kebingungan di stasiun metro. Maklum alphabet Rusia, Sirilik, memang tidak mudah dipahami dalam waktu singkat.   

Excuse-me, do you need any help?”, sapanya.  

Indonesia, Malaysia?”, lanjutnya lagi ramah sambil memperhatikan wajah ke 3 orang tersebut..

“ Indonesia”, sahut ketiganya serempak dengan nada sedikit keheranan.

Aku Haskov, senang berkenalan dengan anda”, Haskov memperkenalkan diri dengan kalimat terbata-bata sambil mengulurkan tangannya.

Aku suka rawon, cwimie dan rujak cingur”, lanjutnya sambil tersenyum simpul membuat ketiga muda mudi tersebut tambah terheran-heran.

Waaah senang sekali bertemu orang bisa berbahasa Indonesia di tempat ini. Aku Rafi”, sahut salah seorang pemuda tersebut tanpa bisa menyembunyikan wajah sumringahnya.

“ Aku Farhan dan ini adikku Sitta”, sahut seorang lagi sambil memperkenalkan adik perempuannya.

Sittapun segera mengulurkan tangannya disambut Haskov setelah menyalami Rafi dan Farhan secara bergantian. Ketiganya segera menanyakan bagaimana pemuda Rusia itu bisa berbahasa Indonesia. Dalam bahasa campuran Indonesia dan Inggris Haskovpun segera menceritakannya. Rupanya ia pernah mengikuti program pertukaran pelajar di UIN Malang, selama 3 bulan.

“ Waktu itu aku masih mahasiswa di Universitas Islam Rusia”, Haskov mengawali ceritanya.

“ Oh ada ya universitas Islam di Rusia? Kamu Muslim”, celetuk Sitta seolah tak percaya pendengarannya.

 “ Iya Alhamdulillah. Universitas Islam Rusia adanya di Kazan. Salah satu negara bagian Rusia. Kalian pernah dengar?”, tanya Haskov.

Ketiganya menggeleng. Tapi tiba-tiba Rafi yang hobby nonton bola berseru “ Kazan kalau g salah menjadi salah satu kota penyelenggara olimpiade Rusia 2018 kan ya?”.

“ Betul sekalii … Kazan adalah ibu kota propinsi Tatarsan. Terletak 825 km arah timur  Moskow.  Kazan adalah kota besar di Rusia dimana Muslim banyak tinggal. Kota ini merupakan  pusat industri, perdagangan dan budaya Tatar yang telah berusia seribu tahun lebih. Kapan-kapan kalian harus mengunjunginya”, lanjut pemuda tersebut semangat. 

Rafi, Farhan dan Sitta mengangguk-angguk. Tak kalah semangat mereka menanggapi cerita kenalan baru mereka. Bergantian mereka menceritakan mengapa mereka ada di Moskow.

“ Aku datang kesini untuk mengunjungi adikku Sitta yang baru saja ditrima di uiversitas Moskow. Aku ajak Rafi yang kebetulan ingin mengunjungi Rusia. Kami berdua sama-sama kuliah di Belanda”, ucap Farhan.

“ Universitas Islam Roterdam?” tebak Hadnov dengan mata berbinar.

“ Oh bukan, Erasmus University. Aku di fakultas ekonomi Rafi di fakultas hukum.”, jelas Farhan.

“Memang ada ya universitas islam di Roterdam?”, lanjut Farhan dengan nada keheranan.

“Ada. Waktu itu ada mahasiswanya yang dikirim ke UIR untuk program pertukaran pelajar”, jawab Haskov.

Selanjutnya setelah cukup berbincang lama Haskov menerangkan cara membaca peta metro Moskow yang cukup rumit itu.

“ Tujuan kalian kemana? Sayang hari ini ada yang harus kukerjakan. Kalau tidak aku bisa menemani kalian, kalau kalian tidak keberatan tentunya”, ucap Haskov.

“ KBRI Indonesia. Sitta harus melapor kedatangan. G pa-pa Haskov ini juga sudah sangat membantu”, balas Farhan.

“ Btw kalau ke Red Square naik metro bisa g ya?”, tanya Rafi.

“ Bisa sekaliii … mau aku temani besok?”, Haskov balik bertanya.

“ Boleh banget”, serempak Rafi, Farhan dan Sitta menjawab penuh semangat.      

“ Oke … deal. Jam 10 pagi disini bisa?”, tanya Haskov lagi.

“ Oyaa … jangan lupa nikmati stasiun metro … stasiun metro Moskow menjadi salah satu tujuan turis … silahkan lihat sendiri lukisan-lukisan yang menghiasi dinding dan langit-langitnya, patung-patungnya juga detil profil dan lampu-lampunya. Orang bilang tak kalah dengan museum art “, ucap Haskov.      

Tak lama setelah bertukar no hp merekapun berpisah.

“ Selamat menikmati Moskow. Be careful … Jangan lupa hubungi aku”, ucap Haskov sambil bergegas meninggalkan ketiganya. 

**********

Haskov adalah seorang Muslim Rusia Afganistan. Ibunya seorang suku Pashtun yang merupakan mayoritas penduduk Afganistan. Zafira, begitu nama ibu Haskov, bersama seorang adik dan kedua orangtuanya tinggal di Moskow. Ayah Zafira mendapat tugas di negri tersebut untuk beberapa tahun. Ketika itu rezim penguasa Afganistan beraliran komunis. Begitu juga Rusia yang ketika masih bernama Uni Sovyet. Jadi wajar hubungan keduanya terjalin mesra. 

Hingga pecahlah perang Afganistan – Rusia pada tahun 1979. Sejak itu mereka tidak pernah bisa kembali ke negara mereka tercinta. Paska perang mereka pernah mencoba kembali ke Afganistan. Ayah Zafira masih ingin mencari pekerjaan di negaranya yang hancur lebur akibat perang yang berlangsung selama 10 tahun itu. Perang yang sejatinya adalah perang antara rezim penguasa komunis yang didukung Rusia melawan para mujahidin yang tidak menginginkan rezim komunis tersebut terus berkuasa. Perang ini menelan korban yang sangat banyak termasuk anggota keluarga besar orang-tua Zafira. 

Sayangnya Barat yang tampaknya membantu para mujahidin sebenarnya mempunyai kepentingan lain. Jangan lupa Afganistan mempunyai kekayaan alam yang berlimpah. Maka tak heran ketika akhirnya mujahidin berhasil mengusir Rusia dari bumi mereka dan menyelenggarakan pemilu dengan jujur dan adil, Barat malah ramai-ramai menyerang Afganistan.   

Karena suasana yang tidak nyaman inilah akhirnya ayah Zafira memutuskan kembali ke Rusia. Akan tetapi bukan d Moskow melainkan Kazan yang memiliki penduduk Muslim cukup banyak.  Akan halnya Zafira, ia memilih kuliah di Moskow yang sejak lama diminati muda-mudi Afganistan yang merasa terkekang oleh syariah Islam di negaranya. Mereka memilih budaya bebas ala Barat seperti memamerkan aurat, perzinaan dll sebagai gaya hidup mereka. Disanalah kemudian ia bertemu dengan seorang mahasiswa asli Rusia dan saling jatuh cinta. Kedua-orang tua Zafira sebenarnya tidak menyetujui hubungan tersebut karena Dimitri bukan seorang Muslim.

“ Haram hukumnya menikah dengan non Muslim, Fira. Ayah tidak akan pernah merestuinya”, ucap ayah tegas. 

Namun karena Zafira bersikeras ibunya akhirnya luluh. Merekapun menikah meski tanpa restu ayahnya. Dari pernikahan tersebut kemudian lahirlah Haskov pada tahun 1998 sebagai anak kedua. Tapi hal tersebut tidak lantas membuat hubungan Zafira dan kedua orang-tuanya membaik. Kakek-nenek Haskov baru sekali mengunjungi anak-cucunya di Moskow. Sementara Zafira juga tidak mau mengalah mengunjungi kedua orang-tuanya di Kazan. Namun demikian ketika liburan sekolah tiba sementara ia dan suaminya sibuk bekerja mereka menitipkan Haskov dan kakaknya ke rumah orang-tuanya. Itu sebabnya hubungan Haskov dan kakaknya dengan kakek neneknya cukup dekat. Merekalah yang memperkenalkan Islam karena Zafira tidak lagi memperhatikan ajarannya.     

Namun demikian Haskof baru benar-benar menjalankan ajaran Islam seperti shalat, puasa dan lain-lain setelah usia 15 tahun. Itupun setelah ia sering googling mencari tentang kebenaran Islam. Berita-berita miring tentang Afganistan seperti burqa, jihad dll justru membuatnya makin penasaran.

Setelah lulus sekolah menengah atas Haskovpun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ilmu di Universitas Islam Rusia (UIR) yang terletak di Kazan. Pada tahun pertama ia memilih tinggal di asrama kampus agar dapat lebih merasakan suasana Islami bersama teman-teman barunya. Tapi untuk melega hati kakek neneknya yang sudah tua, tahun berikutnya hingga selesai kuliah 3 tahun kemudian ia memutuskan untuk tinggal di rumah mereka.  

Lulus dari UIR Haskov langsung mendaftarkan diri program beasiswa S2 di Universitas Islam Al-Azhar Kairo. Sambil menunggu pengumuman ia mengisi waktunya dengan bekerja di perpustakaan sebuah universitas swasta di Moskow. Dengan begitu ia dapat menyalurkan hobbynya membaca. Ia juga berharap dengan kembali ke rumah dapat memperkenalkan Islam kepada ayahnya, sekaligus ibunya agar kembali ke pangkuan Islam.

***************

“ Assalamualaykum brothers sister, how are you today. G kedinginan?”, berondong Haskov begitu melihat Farhan, Rafi dan Sitta mendekat. Suhu saat itu 3 derajat Celsius … bbbrrr …

Sesuai janjinya hari ini Haskov menemani ketiganya untuk mengunjungi Kremlin Red Square  yang merupakan ikon Rusia. Kremlin sebenarnya adalah istilah Rusia untuk benteng dimana di dalamnya berdiri kompleks gedung pemerintahan. Itu sebabnya Kremlin tidak hanya ada di Moskow namun juga di kota-kota besar Rusia lain. Namun orang terbiasa merujuk Kremlin sebagai pusat pemerintahan Rusia yang ada di Moskow. Kremlin yang dibangun pada abad ke 15 ini mempunyai 20 menara.

Sejak zaman para tsar/raja Rusia berkuasa hingga saat ini Kremlin juga digunakan sebagai tempat tinggal resmi tsar dan orang no 1 negara. Kremlin ini berada di dalam pelataran luas yang namanya Red Square. Ia merupakan pusat pemerintahan sekaligus pusat spiritual dan hiburan rakyat Rusia. Setiap awal tahun pelataran ini menjadi panggung utama acara Tahun Baru lengkap dengan pesta kembang apinya. Menjadi daya tarik tersendiri bagi turis lokal maupun mancanegara untuk berdatangan.

Di kompleks yang sangat luas ini berdiri beberapa istana dengan fungsinya yang berbeda-beda, gereja, museum, taman dll. Mausoleum atau makam Lenin bapak komunis Rusia yang meninggal pada tahun 1924 juga ada di tempat ini.  Belakangan sebuah mall megah yang merupakan mall terbesar di Moskow melengkapi kemeriahan Red Square.  

“ Waah luas sekali yaa kompleksnya”, ucap Rafi begitu memasuki pelataran raksasa tersebut. 

“ Pelataran ini sering dipakai konser musik yaa? Sering lihat gedung itu di foto-foto tapi g nyangka kalau ternyata ada di dalam kompleks ini. Gedung apa sih itu sebetulnya? “, tanya Sitta penasaran. ”, tanya Sitta sambil menunjuk sebuah bangunan unik warna-warni yang ada di depannya.

“ Rasanya pernah baca berita Opick main di sini deh. Kalau g salah di perayaan Iedul Adha tahun 2012”, tanya Farhan ragu.

“ Perayaan Iedul Adha di Moskow? Bisa emang?, timpal Sitta keheranan.  

“ Oh iyaa betul. Perayaan Iedul Adha atas prakasa mufti besar Rusia pernah diadakan disini. Tapi bukan di pelataran terbuka ini melainkan di dalam gedung pertunjukkan “The State Kremlin Palace”. Tempat yang sangat bergengsi. Tujuannya untuk memperkenalkan Islam kepada rakyat Rusia. Permainan sinar laser dengan foto-foto orang sedang shalat, Kabah, ayat-ayat Al-Quran dll menjadi latar belakang panggung. Benar-benar spektakuler. Sekitar 5000 penonton memenuhi gedung tersebut”, jelas Haskov dengan mata berbinar.  

“ Sejak kejatuhan rezim komunis Uni Sovyet pada tahun 1991 Rusia sangat terbuka pada umat agama lain. Rumah-rumah ibadah umat Kristen, Islam maupun Yahudi yang pada tahun 1937 ditutup secara paksa kembali dibuka”, lanjut Haskov. 

“ Kembali ke pertanyaan Sitta. Itu gereja, namanya St. Basil’s Cathedral. Dibangun pada tahun 1552 atas perintah Ivan The Terrible, tsar pertama Rusia. sebagai lambang kemenangan atas kerajaan Islam Kazan. Pernah dengar nama kaisar ini?”, Haskov balik bertanya.

“ Pernah .. tapi g tahu kenapa dibilang terrible alias mengerikan”, jawab Sitta lagi.

“ Ivan The Terrible sebelum diangkat menjadi tsar atau kaisar pertama Rusia hanyalah penguasa Moskow yang mempunyai kewajiban membayar jiziyah kepada kerajaan Islam Kazan. Kerajaan Islam yang didirikan pada tahun 1438 ini termasyhur dengan reputasinya sebagai penunggang kuda yang luar biasa. Mereka juga dikenal sebagai pandai besi yang mencetak besi berkualitas tinggi diantaranya adalah koin perak dengan tulisan Arab”.

“Menjelang tahun 1550- an ketika kerajaan Islam tersebut melemah Ivan mengerahkan pasukannya untuk menyerang kerajaan tersebut hingga terjadilah perang yang berakhir dengan kekalahan Kazan. Kekalahan ini menandakan runtuhnya dominasi Islam sejak abad 9. Dan sejak itu pula Kazan menjadi bagian dari Rusia hingga saat ini”.

“Dan untuk merayakan kemenangannya itu sang kaisar memerintahkan seorang arsitek Kazan untuk membangun sebuah katedral di Moskow, dengan model seperti masjid-masjid di Kazan”, jelas Haskov.  

“ Oh pantesan mirip banget masjid”, celetuk Farhan.

“ Hanya karena itu lalu ia diberi gelar the Terrible?”, tanya Rafi heran.   

“ Belum selesai ceritanyaa … begitu gereja selesai dibangun supaya si arsitek tidak bisa lagi membangun bangunan serupa ia memerintahkan algojo untuk mencongkel matanya!!”, lanjut Haskov.

“ Haaah … serius??”, seru Sitta, Farhan dan Rafi nyaris bersamaan.

Haskov mengangguk sambil jari telunjuknya menunjukkan ke suatu tempat “ Masih soal Kazan. Lihat gereja itu. Itu adalah kathedral Our Lady of Kazan. Dibangun pada tahun 1625 pada masa kerajaan dimana Kristen Ortodoks menjadi agama resmi kerajaan. Namun ditutup seperti juga rumah ibadah agama lain sejak rezim komunis berkuasa pra kejatuhan kerajaan yang diawali revolusi Rusia 1917. Baru dibuka kembali setelah direnovasi antara 1990 – 1993”, ucapnya.  

“ Pertanyaannya, mengapa gereja tersebut dinamakan Our Lady of Kazan?? Apakah ada hubungannya dengan kisah seorang putri raja Kazan yang ditawan Ivan The Terrible paska penaklukkan kerajaan Kazan?? Yang pasti di kota Kazan ada sebuah menara yang diberi nama sang putri yaitu Soyembika.  Ada 2 versi cerita mengenai putri Kazan ini. Paska penaklukan ia diasingkan ke penjara Moskow bersama putranya yang masih belia, hingga wafatnya 3 tahun kemudian di usianya yang ke 38 tahun”.

“Yang kedua, tergiur oleh kecantikannya, Ivan sang penakluk yang kejam itu melamarnya. Soyembika menerima lamaran tersebut namun dengan syarat, yaitu membangun menara masjid berlantai 7 dalam waktu 7 hari. Ironisnya, begitu menara selesai tepat pada waktunya, dengan alasan ingin melihat kota untuk terakhir kalinya dari atas menara, sang putri calon mempelai malah melompat menjatuhkan diri hingga tewas”.

“Waah menarik yaa ternyata sejarah Kazan. Sayang tidak banyak orang tahu. Jadi pingin kesana niih ”, ucap Sitta dengan berbinar.

“ Betul sekali. Kota yang didirikan pada tahun 1005 ini adalah saksi bisu sejarah yang sangat panjang. Selama ratusan tahun ia menjadi ibu kota kerajaan Islam yang secara bergantian menguasai sebagian besar wilayah Kaukasus yang sekarang menjadi wilayah Rusia”.

Kerajaan Islam yang tercatat pernah menguasai wilayah tersebut diantaranya adalah Kerajaan Bulgaria Volga yang didirikan Batu Khan pada tahun 1236-1255. Kemudian Kipchak Khanat dibawah Berke Khan, salah satu putra Jengis Khan kaisar Mongol yang dikenal bengis. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya dibawah kaisar Ozbeg Khan yang memerintah dari tahun 1313 hingga 1341. Kekuasaannya meliputi sebagian wilayah Asia Tengah, sebagian besar wilayah Eropa Timur; dari pegunungan Ural, pesisir barat sungai Danube hingga jauh ke pedalaman Siberia, termasuk Moskow. Di sisi selatan kekuasaannya hingga ke tepi laut Hitam, pegunungan Kaukasus hingga perbatasan dinasti Mongol.

Ozbeg dikenal sangat toleran. Paus John XXI pernah mengiriminya surat tanda terima-kasih atas sikap sang kaisar yang mengizinkan kaum Nasrani beribadah di gereja dan melindungi mereka. Kebijakan pemungutan jizyah terhadap kaum dzimmipun diberlakukan dengan baik. Kaum dzimmi adalah para ahli kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tinggal di Negara Muslim.

Hubungan Moskow dengan kesultanan Islam Abbasiyah yang berpusat di Baghdad telah terjalin baik sejak tahun 922. Mereka saling bertukar duta besar. Bahkan seorang sultan Abbasiyah sempat mengajak Vladimir I penguasa Kiev untuk memeluk Islam tapi ditolak karena ia lebih memilih alkohol yang dilarang dalam Islam.

“Sempatkan berkunjung ke Kazan sebelum kembali ke Indonesia. Kunjung Kremlin Kazan dimana berdiri masjid biru Qul Syarif yang cantik. Dengan senang hati akan kutemani jika kalian berkenan. Kalian bisa menginap di rumah kakek nenekku”, ucap Haskov sambil tersenyum.

“Setujuuu “, jawab ketiganya serempak.  

Mereka terus berjalan menikmati keindahan bangunan-bangunan di pelataran tersebut sambil berbincang dan berfoto tentu saja.

“ Dingiin euy bikin lapaaaar, istirahat makan dulu yuuk, nanti lanjut lagi. G bayar inilah masuknya”, usul Farhan sambil menaikkan jaketnya hingga ke muka untuk menahan dinginnya udara.

“ Boleh kalau mau makan dulu. Kebetulan g jauh dari sini ada restoran Halal cukup enak dan tidak terlalu mahal”, jawab Haskov. 

Sitta dan Rafi yang juga ternyata merasakan hal yang sama tanpa banyak bicara segera mengikuti langkah pemuda Rusia tersebut keluar pelataran Red Square. Tak jauh dari tangga menuju metro Haskov berbelok ke kiri dan langsung masuk ke sebuah kafe Turki bernama Zam Zam.

Merekapun langsung duduk dan memesan makanan. Tak lama kemudian mereka sudah asik menikmati pesanan masing-masing. Selesai makan mereka masuk kembali ke Red Square.

“ Sebelum berkeliling bagaimana kalau kita shalat dulu. Di ujung taman sebelah sana ada tempat agak terlindung dan sepi. Kita bisa berjamaah kalau mau ”, ajak Haskov.  

Maka jadilah Haskov berdua Farhan shalat. Sementara Sitta yang sedang berhalangan dan Rafi yang memang bukan Muslim berjalan-jalan menikmati taman yang luas tersebut. 

Usai shalat mereka berbincang-bincang. Haskov mengajak Farhan untuk suatu Jumat nanti shalat di masjid terbesar di Moskow yaitu Moskow Katedral Mosque. Awalnya masjid yang dibangun pada 1904 ini hanya masjid kecil yang didominasi Muslim Tartar. Baru pada tahun 2015 masjid tersebut direnovasi dan diperbesar menjadi 6 lantai dengan kapasitas 10 ribu jamaah, menjadikannya masjid terbesar di Rusia bahkan mungkin di Eropa. Lokasinya sangat strategis yaitu di pusat kota bersebelahan dengan stadiun olimpiade dan sangat dekat dengan stasiun metro. Sering disebut masjid Prospect Mira sesuai nama jalan dan stasiun metro dimana masjid berada.

“Perhatian pemerintah Rusia terhadap Muslim belakangan ini patut diacungin jempol. Pada peresmian masjid tersebut hadir presiden Vladimir Putin mendampingi mufti besar Rusia. Hadir juga presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas”, cerita Haskov.

“ Selain itu Moskow juga mempunyai beberapa masjid lain yang cukup besar dan indah. Demikian juga di sejumlah kota besar negara bagian Rusia. Contohnya di Grosny ibukota Chechnya. Masjid Prophet Mohammed namanya, atau juga sering disebut masjid Ramzan Kadyrov sesuai nama presidennya yang dikenal sangat alim. Masjid ini menampung 70 ribu jamaah. Juga di Dagestan. Sebuah proyek besar yang diberi nama Pusat Spritual Nabi Isa Alaihi Salam sedang dibangun. Di dalam proyek yang berlokasi di tepi laut Kaspia ini selain masjid juga akan dibangun sebuah universitas Islam, pusat pembinaan dan rehabilitasi, madrasah penghafal Alquran, serta wahana wisata pantai”, lanjutnya.

“Putin juga sering mengutip ayat-ayat Al-Quran dalam acara kenegaraan meski ia bukan Muslim. Tapi adzan memang tetap tidak diperbolehkan hingga ke luar masjid tapi tidak masalah. Kami masih bisa memakluminya. Tugas kita sebagai Muslim Rusia yang utama adalah memperkenalkan Islam. Tunjukkan Islam bukan sekedar agama yang santun, bersih, disiplin dan toleran tapi juga tegas bersih dari kesyirikan.  Ini untuk melawan Islamophobia akut yang sedang menyerang dunia saat ini. Itu pesan salah satu dosen UIR pada acara wisuda yag selalu kuingat”, lanjut Haskov.  

“ Ohiya aku dengar berita miring di Indonesia mentri agamanya menyamakan adzan sama berisiknya dengan gonggongan anjing, benarkah?”, tiba-tiba ia bertanya mengagetkan Farhan.yang sedang asyik mendengarkan ceritanya.

“ Oh sampai juga di sini ya beritanya? Miris bukan?”, ujar Farhan kesal.       

“ Aneh juga yaa … Indonesia kan mayoritas Muslim masak panggilan shalat disamakan dengan gonggongan anjing. Kalau kejadiannya disini mungkin masih bisa dimaklumi”, ucap Haskov prihatin.

Tak lama Sitta dan Rafi mendekat dan mengajak keduanya melanjutkan petualangan menjelajahi Red Square. Tak cukup 1 hari untuk menikmati objek wisata nomor 1 Moskow tersebut sekalipun sejak pagi hari. Apalagi di musim dingin dimana matahari lebih cepat terbenam.

“ Jika tertarik sejarah kalian bisa masuk ke museum di depan kalian itu, namanya Museum Sejarah Negara. Museum tersebut adalah salah satu museum terpenting di kota ini. Mungkin bisa disetarakan Musee du Louvre di Paris Perancis. Koleksinya diperkirakan mencapai 4,3 juta barang”, Haskov berkata sambil menunjuk sebuah bangunan megah di depan mereka.

“ Kapan-kapan aja kali yaa  .. hari ini kita lihat-lihat dari luar dulu”, usul Rafi.

Hingga menjelang malam mereka berada di tempat yang nyaris tak pernah sepi dari turis lokal maupun mancanegara itu tidak peduli dingin yang menggigit.

********************.

Dua tahun berlalu. Farhan dan Rafi telah menyelesaikan kuliah mereka tepat waktu. Rafi langsung kembali ke tanah air dan sedang menanti panggilan pekerjaan. Farhan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu S2 ekonomi syariah di universitas Durham Inggris. Sitta di tahun ke 3 universitas Moskow. Sementara Haskov sedang menyelesaikan tugas akhirnya di fakultas ushul fiqih universitas Al-Azhar Kairo.

“ Haskov, melalui dirimu Rafi mendapat hidayah. Beberapa hari lalu ia mengabarkan bahwa ia telah bersyahadat. Menurutnya persahabatan kita selama 2 tahun ini telah membuka hatinya. Ia sangat berterima-kasih padamu yang secara tak langsung telah mengenalkan Islam padanya. Aku jadi malu sendiri bertahun-tahun berteman dengannya tapi tidak mampu memberinya kesan yang baik tentang Islam. Sementara kamu seorang minoritas di negri bekas komununis bisa konsisten menjalankan Islam”,  tulis Farhan melalui email yang ditujukan kepada Haskov.

“ Masya Allah Allahu Akbar … Hidayah milik Allah, diberikanNya kepada yang Ia kehendaki  … sungguh senang mendengarnya  … kabar baik juga datang dari ibuku … Kemarin ia bersyahadat di masjid katedral Moskow … Alhmdulillah  … sayang ayahku masih belum tergerak .. menurutnya wine terlalu nikmat untuk ditinggalkan .. hayyaa … persis pernyataan Vladimir I dari Kiev, tsar Rusia yang pernah diajak masuk Islam oleh seorang sultan Abbasiyah”, jawab Haskov.

“ Alhamdulillah … selamat untuk ibumu, semoga istiqomah. Sampaikan salam hormatku. Mengenai ayahmu, semangat Haskov, jangan pernah putus asa. Tahukah kau, Sitta mau mengenakan jilbab aku yakin juga tidak terlepas dari peranmu. Ia sangat mengagumimu. Aku titip sekembalimu ke Moskow ya … Trimakasih sebelumnya … Jazakallah”, balas Farhan lagi mengakhiri email-nya.

***************

Jakarta, 28 Februari 2022.

Vin AM.

Islam adalah agama yang paling pesat perkembangannya di Eropa dan Amerika Serikat.” —New York Times

Lembaga riset asal Amerika Serikat (AS) Pew Research Center (PRC) memprediksi, Islam akan menjadi agama terbesar di dunia pada 2075. Hal ini terjadi seiring dengan terus bertambahnya kelahiran di keluarga Muslim. Hasil riset yang dilansir the Guardian, beberapa waktu lalu itu juga menyebut, selama dua dekade mendatang jumlah bayi yang lahir dari keluarga Muslim akan menyalip jumlah bayi yang lahir dari keluarga Kristen.

Pada 2020, jumlah Muslim mencapai kurang lebih 25 persen dari sekitar 7.7  miliar jiwa penduduk dunia. Pertumbuhan Islam itu, harus diakui banyak disumbang dari proses perpindahan iman (mualaf) yang mulai marak pasca tragedi 9/11 di Amerika. Namun sejatinya perpindahan iman tersebut telah terjadi jauh sebelum itu. Berikut 5 tokoh mualaf manca negara yang mampu membawa perubahan dalam sejarah dunia.

1.  Berke Khan (1209- 1266), penakluk Eropa Timur dari Mongol.

Berke Khan adalah cucu Jenghis Khan, penakluk kenamaan Mongol.  Ia adalah orang Mongol pertama yang memeluk Islam. Ia berkuasa pada tahun 1257 hingga syahidnya di medan perang pada 1266. Kekuasaannya meliputi Rusia, Bulgaria, Rumania dan wilayah Kaukasus. Selanjutnya Berke memperluas kekuasaannya hingga ke Polandia dan Lithuania.

Berke bersama saudaranya Batu Khan, mendapatkan mandat untuk menaklukan Eropa Timur, bersamaan dengan Hulaghu Khan, cucu Jengis Khan lain yang mendapatkan tugas untuk menaklukan Asia Tengah dan Timur Tengah  yang ketika itu dibawah kekuasaan dinasti Muslim Abbasiyah.

Dalam perjalanannya menuju Rusia, rombongan Berke berpapasan dengan kafilah dagang Muslim di kota Bukhara. Pasukannya lalu menginterogasi mereka, dan Berke sangat terkesan oleh keberanian, ketenangan, dan ketangkasan ulama yang menjadi juru bicara dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan pasukannya. Berkepun kemudian memeluk Islam, diikuti banyak pengikutnya.

Pada saat yang sama ia mendengar berita kebrutalan yang dilakukan Hulaghu pada saat menaklukan wilayah dinasti Abbasiyah. Sepupunya itu melakukan pembantaian terhadap penduduk yang tidak berdosa, merusak warisan ilmu yang dimiliki, serta menghancurkan berbagai bangunan bersejarah. Berke sangat marah dan kecewa bercampur malu.

Maka ketika Syaifudin Qutuz, sultan Mamluk penguasa Mesir, memintanya untuk membantu menghadapi pasukan Hulaghu, Berke dengan senang hati mengabulkan permintaan tersebut. Di kemudian hari pasukan gabungan Berke dan Mamluk dalam perang Ain Jalut yang fenomenal tersebut dikenang sebagai penyelamat dunia Islam dari kebrutalan bangsa Mongol. Mereka berhasil menghentikan laju pasukan  Hulaghu dan mempertahankan wilayah Mesir, Syria, dan Hijaz dari serangan pasukan Mongol yang kejam.

2. Zaganos Pasha ( 1446 – 1461 M), penasehat Sultan Muhammad al-Fatih.

Zaganos Pasha adalah seorang penganut Kristen asal Albania. Ia direkrut menjadi Yenicheri, pasukan elit kesultanan Turki Utsmani. Seperti Yenicheri lainnya, ia dibekali ilmu agama Islam, administrasi pemerintahan, dan pelatihan militer. Ia ditunjuk menjadi mentor dan penasihat calon raja ketujuh Dinasti Utsmani Sultan Muhammad al-Fatih yang ketika itu masih sangat belia.

Saat al-Fatih dilantik sebagai raja Utsmani, Zaganos yang juga masih relative muda diangkat menjadi seorang menteri. Zaganos selalu dilibatkan dalam semua urusan negara, terutama rencana penaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453. Dalam pengepungan Konstantinopel, pasukannya yang pertama kali berhasil mencapai menara benteng yang dikenal sangat kokoh tersebut. Zaganoslah yang menancapkan bendera Turki di atap Menara. Dan atas prestasinya itu, salah satu menara di benteng Konstantinopel dinamakan dengan namanya yaitu Menara Zaganos Pasha.

Zaganos dikenal sangat loyal dan penuh semangat. Ia berhasil membantu mengembalikan tekad dan semangat para pasukan yang pada saat itu sempat dilanda keputus-asaan karena selama beberapa bulan pengepungan tidak juga  berhasil membobol pertahanan kota bersejarah tersebut. Peninggalan-peninggalan Zaganos masih tersisa di wilayah Edrine berupa masjid, dapur umum, dan pemandian umum. Sayang awal ke-Islam-an Zaganos tidak diketahui secara umum. 

3. Ibrahim Muteferrika (1674 – 1745 M), duta dinasti Turki Utsmani untuk Prancis dan Swedia

Ibrahim Muteferrika adalah seorang berdarah Hungaria yang di kemudian hari memeluk Islam. Ia menjabat sebagai duta dinasti Turki Utsmani untuk Prancis dan Swedia pada saat dinasti tersebut sedang mengalami stagnansi inovasi.

Usai tugas di kedua negara Eropa Barat tersebut, Muteferrinka kembali ke Istanbul membawa ide Renaisans dan penggunaan mesin cetak. Dengan bantuan alat tersebut ia berhasil mengkopi atlas, kamus, dan buku-buku Islam.  Di antara banyak karya yang dicetaknya, ada atlas buatan ahli geografi terkenal Katip Çelebi yang dibuat pada tahun 1728. Atlas tersebut memuat ilustrasi dunia dengan detail dan tingkat presisi yang mengagumkan untuk ukuran saat itu. Satu diantara isi dari serial Cihannuma (Geografi Alam Semesta) yang diilustrasikan oleh  buku peta cetakan pertama tersebut adalah peta Indonesia.  

Muteferrinka juga menulis dan mencetak buku-buku dengan berbagai topik, seperti sejarah, teologi, sosiologi, dan astronomi. Muteferrika meninggal di Istanbul. Patungnya hingga kini berdiri tegak di Sahaflar Çarşısı, Grand Bazaar,  Istanbul.

4. Alexander Russel Webb (1846 – 1916 M), diplomat Amerika.

Di akhir abad 19, dunia jurnalistik Amerika mulai memasuki era baru. Pengaruh dunia tulis-menulis sangat besar dan efektif dalam membentuk opini di masyarakat. Salah seorang yang berperan dalam perkembangan tersebut adalah Alexander Russel Webb.

Webb dilahirkan dari orang-tua beragama Kristen, namun semakin hari agama tersebut malah menimbulkan keraguan baginya, hingga hilanglah kepercayaannya dengan agamanya tersebut. Setelah kepercayaan terhadap agama Kristen hilang, ia mulai membuka diri dan mempelajari agama-agama selain Kristen.

Penunjukkan dirinya sebagai seorang pejabat kedutaan Amerika di Philipina pada tahun 1887, makin membuka ketertarikannya pada Islam. Ia mengawalinya ke-Islam-annya melalui paham Ahmadiyah. Namun ia terus belajar dan memperdalam ke-Islam-annya dengan menuntut ilmu ke berbagai negeri Islam dan bertemu dengan para ulama sehingga ia mendapatkan pemahaman yang baik tentang Islam dan terlepas dari pengaruh Ahmadiyah.

Tahun 1893, ia mengundurkan diri dari dunia diplomatik dan kembali ke Amerika. Di negeri Paman Sam inilah ia memulai dakwahnya menyeru kepada Islam. Dengan kemampuan jurnalistiknya, ia menulis sejumlah buku dan kolom-kolom opini di media masa menjelaskan kepada masyarakat Amerika tentang Islam. Di awal abad 20, ia semakin dikenal sebagai seorang Muslim yang giat dan vokal dalam mendakwahkan Islam di Amerika, bahkan Sultan Utsmani, Sultan Abdul Hamid II, memberinya gelar kehormatan dari kerajaan sebagai apresiasi terhadap apa yang telah ia lakukan.

5. Muhammad Marmaduke Pickthall (1875-1936), jurnalis novelis Inggris.

Pickthall lahir dari keluarga kelas menengah Inggris dengan nama William Pickthall. Ayahnya adalah seorang pendeta Anglikan yang meninggal ketika ia masih kanak-kanak. Pada usia muda Pickthall mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap ilmu Bahasa termasuk bahasa Arab. Ia berharap suatu saat bisa memperoleh pekerjaan sebagai seorang konsuler di Palestina. Di usianya yang belum genap 18 tahun, ia memutuskan untuk berlayar ke Port Said, Mesir.

Perjalanan ke Port Said ini menjadi awal mula petualangannya ke negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah dan Turki. Keahliannya dalam berbahasa Arab telah memikat penguasa Ottoman. Atas undangan dari pihak Kesultanan Ottoman, Pickthall yang kala itu belum menjadi seorang Muslim, mendapat tawaran untuk belajar mengenai kebudayaan Timur. Hasinya, selama masa Perang Dunia I tahun 1914-1918, ia banyak menulis surat dukungan untuk Turki Usmaniyah.

Setelah akhirnya memutuskan memeluk Islam pada tahun 1917, Pickthall aktif dalam berbagai kegiatan dakwah.  Ia mempunyai cita-cita besar untuk menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Inggris. Ia berkeyakinan adalah tanggungjawab semua umat Muslim untuk memahami Al-Quran secara utuh. Cita-cita mulia tersebut  akhirnya terealisasi 11 tahun kemudia, yaitu pada tahun 1928.

Karya Pickthall ini menjadi karya pertama penulisan makna Al-Quran dalam bahasa Inggris oleh orang Inggris asli. Karya mulia tersebut tercatat sebagai salah satu dari dua karya terjemahan Al-Quran dalam bahasa Inggris yang sangat populer. Karya lainnya ditulis oleh Abdullah Yusuf Ali dari India.

Terjemah Al-Quran ke dalam Bahasa Inggris juga pernah dilakukan seorang mualaf, yaitu Leopold Weiss ( Muhammad Asad), jurnalis asal Austria/Hungaria yang tadinya memeluk Yahudi. Asad bahkan melengkapi terjemahan yang berjudul “The Message of the Qur’an” itu dengan tafsir singkat berdasarkan pengetahuannya dalam bahasa Arab klasik dan tafsir-tafsir klasik. “Road To Mecca” adalah salah satu buku tulisannya yang terkenal.

Akhir kata semoga Islam terus berkembang menyinari seluruh sudut-sudut dunia yang fana ini, aamiin yaa robbal ‘aalamiin.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Februari 2022.

Vien AM.

Diambil dari beberapa sumber:

https://rmol.id/read/2020/04/07/429203/mengenang-berke-khan-muslim-mongol-pertama-penyelamat-dunia-islam

https://republika.co.id/berita/ocdg6b313/4-mualaf-ini-pengaruhi-sejarah-dunia

https://republika.co.id/berita/q65cfd440/muhammad-marmaduke-pickthall-sang-mualaf-penerjemah-alquran

Nabi Yahya as adalah putra nabi Zakariya yang lahir berkat doa yang dikabulkan Allah swt. Nabi Zakariya as yang sudah amat renta sangat merindukan keturunan. Kisah ini diabadikan dalam ayat 2-11 surat Maryam sebagai berikut :

(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,  yaitu tatkala ia berdo`a kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

Ia berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo`a kepada Engkau, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya`qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai”.

Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia”. 

Nabi Yahya as tinggal di Palestina( dulu Yudea).  Di tempat itu, ia melanjutkan tugas sang ayah berdakwah kepada bani lsrail yang tinggal wilayah tersebut agar teguh menjalankan ajaran Taurat. Kala itu, negeri Palestina berada di bawah kekuasaan Yahudi Romawi yang beribu kota Roma. Raja Herodus Antipatros adalah yang berkuasa di Palestina pada 20 SM–39 M.

Keshalehan Nabi Yahya ini sudah terlihat sejak masa anak-anak, Abdullah bin al Mubarok mengatakan : Ma’mar mengatakan bahwa suatu ketika ada seorang anak yang mengatakan kepada Yahya bin Zakaria,”Mari kita bermain bersama.” Lalu Yahya menjawab,”Sesungguhnya kita diciptakan bukan untuk bermain”. Para ulama sepakat hal tersebut yang dimaksudkan ayat 12 surat Maryam sebagai berikut : “Dan kami berikan kepadanya ( Yahya)  hikmah selagi ia masih kanak-kanak”. 

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang anak Adam kecuali dia akan melakukan sebuah kesalahan atau berkeinginan untuk melakukan kesalahan namun tidak pada diri Yahya bin Zakaria”.

Ibnu Katsir juga menyebutkan riwayat dari Qotadah bahwa al Hasan berkata bahwa ketika Isa dan Yahya bertemu lalu Isa berkata kepada Yahya,”Mohonkanlah ampunan (kepada Allah) untukku sesungguhnya engkau lebih baik dariku.” Yahya berkata,” ,”Mohonkanlah ampunan (kepada Allah) untukku sesungguhnya engkau lebih baik dariku.” Lalu Isa pun mengatakan kepadanya lagi,”Engkau lebih baik dariku, aku memberikan salam kepada diriku sendiri sementara Allah memberikan salam kepadamu.” Dan Allah pun memberikan keutamaan kepada mereka berdua.

Nabi Yahya as adalah sepupu nabi Isa as. Nabi Yahya hanya selisih beberapa bulan lebih tua dari nabi Isa as. Keduanya lahir di tahun yang sama yaitu tahun 0 Masehi. Tahun Masehi dalam bahasa latinnya adalah AD ( Anno Domini) yang berarti tahun dari Tuhan kita. Sebagaimana kita ketahui nabi Isa as adalah Yesus yang dianggap Tuhan oleh umat Nasrani. Tak salah bila kemudian khalifah Umar bin Khattab ra menetapkan tahun sendiri bagi kaum Muslimin, yaitu kalender Hijriyah. Permulaan tahun ini diambil dari tahun hijrahnya nabi Muhammad saw dari Mekah ke Madinah, yaitu 622 Masehi.     

Suatu hari negeri Palestina gempar. Pasalnya, Raja Herodus ingin mempersunting Herodia, keponakannya sendiri. Padahal hukum Taurat jelas melarang hal tersebut. Maka nabi Yahya sebagai seorang pemuka agama menentang hal tersebut.  Herodus yang dikenal menghormati agama ingin membatalkan rencananya. Namun tidak dengan  Herodia. Perempuan muda yang sudah lama mendambakan menjadi ratu itu dengan menggunakan bujukan mautnya merayu agar raja mau menghukum nabi Yahya as. Tak tanggung-tanggung ia bahkan menginginkan kepala sang nabi sebagai persembahan. Na’udzubllah min dzalik.    

Herodus takluk tak berdaya. Ia memerintahkan pasukannya agar segera mengeksekusi keinginan perempuan cantik yang telah membuatnya mabuk kepayang itu. Nabi Yahyapun ditangkap, kepalanya dipenggal dan penggalannya diletakkan di atas  sebuah nampan untuk dipersembahkan kepada Herodia.

Herodia akhirnya menjadi permaisuri raja Herodus. Tapi tidak lama karena Herodus terguling hingga menyebabkan keduanya harus hidup di pengasingan.   

Al-Qurnul Karim memang tidak menceritakan tragedy tragis tersebut. Tak heran bila tidak semua ulama meyakini peristiwa tersebut. Namun Ibnu Katsir berpendapat tidak mustahil hal tersebut benar-benar terjadi. Karena pada masa itu banyak raja Yahudi yang menikahi perempuan yang merupakan mahram mereka meski Taurat melarangnya. Apalagi tidak sedikit ayat Al-Quran yang menceritakan kejahatan orang-orang Yahudi, seperti tidak mentaati kitab suci mereka, membunuh para nabi dll.

“ … …  Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas”.( Terjemah QS. Al-Baqarah():61).

“ … …  Katakanlah: “Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?“( Terjemah QS. Al-Baqarah():91).

“… … Katakanlah: “Sesungguhnya telah datang kepada kamu beberapa orang rasul sebelumku, membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, maka mengapa kamu membunuh mereka jika kamu orang-orang yang benar”.(Terjemah QS. Ali Imran(3):183).

Kisah tragis dipenggalnya utusan Allah yang oleh kaum Nasrani disebut Yohannes Sang Pembatis ini diceritakan secara gamblang dalam Perjanjian Baru yang merupakan bagian dari Al-Kitab dimana terdapat di dalamnya Perjanjian Lama ( Taurat) dan Injil, kitab suci umat Nasrani. Seperti juga digergajinya nabi Zakariya yang terperangkap dalam sebuah pohon, dan tentu saja peristiwa penyaliban Yesus dengan segala rangkaiannya. Ini menunjukkan kebiasaan orang-orang Israil merendahkan dan mengecilkan para nabiyullah.

Berita-berita yang dinukil dari bani Israil, baik yang beragama Yahudi atau Nasrani inilah yang disebut sebagai berita Israiliyat. Rasulullah Muhammad saw tidak melarang kita, umat Islam, untuk tidak mempercayai berita-berita Israiliyat, selama tidak bertentangan dengan Al-Quran, dan tidak untuk diimani secara semerta-merta.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 27 Desember 2021.

Vien AM.

Surat Al-Kahfi adalah surat ke 18 dari 114 surat yang terdapat dalam Al-Quranul Karim. Surat yang terletak pada akhir juz 15 dan awal juz 16 ini termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Golongan surat Makkiyah adalah surat yang turun sebelum Rasulullah saw hijrah ke Madinah.

Semua surat dalam Al-Quran sudah pasti memiliki banyak kebaikan bahkan ada yang mempunyai keistimewaan. Demikian pula surat Al-Kahfi sebagaimana hadist-hadist berikut :

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri ra., dari Ibnu Umar ra., mengatakan bahwa “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jum’at.’”.

Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi).

Siapa yang membaca surat Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya, dan siapa yang membaca keseluruhannya maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi.” (HR Ahmad).

Seperti juga surat lain dalam Al-Quran, Al-Kahfi juga menceritakan banyak kisah hikmah. Surat Al-Kahfi dibuka dengan penegasan bahwa Al-Quran adalah kitab yang lurus, tidak ada kebengkokan di dalamnya. Ia adalah petunjuk, bimbingan sekaligus peringatan bahwa orang beriman dan beramal sholeh, tempatnya kelak adalah surga. Sedangkan orang kafir yaitu orang-orang yang berkeyakinan bahwa Allah Subhana wa ta’ala mempunyai anak, tempatnya adalah neraka.

Setidaknya ada 4 kisah menarik dalam surat ini, yaitu kisah tentang pemuda penghuni gua Kahfi, kisah 2 pemilik kebun, kisah nabi Musa dengan nabi Khidir, dan terakhir kisah raja Dzulkarnaen, dan sedikit kaitannya dengan Yajuj Majuj yang akan muncul di akhir zaman nanti.

Ke 4 kisah tersebut menunjukkan bahwa manusia dalam mengarungi hidupnya akan menghadapi berbagai fitnah dan cobaan. Siapa yang berhasil lolos mereka akan masuk surga sedangkan yang kalah akan masuk neraka. Fitnah dan cobaan yang harus dihadapi manusia paling tidak ada 4, yaitu fitnah agama sebagaimana yang dihadapi para pemuda Kahfi, fitnah kekayaan sebagaimana kisah 2 pemilik kebun, fitnah ilmu seperti kisah nabi Musa yang berguru kepada nabi Khidir, serta fitnah kekuasaan yang dikisahkan melalui raja alim Dzukarnaen.

1. Fitnah agama.

Ini adalah fitnah terbesar dan terberat dalam hidup. Tak salah bila Allah swt menempatkan kisah Pemuda Penghuni Gua Kahfi( Ashabul Kahfi) pada bagian awal surat Al-Kahfi. Kisah ini terdapat pada ayat 9 hingga ayat 26, dibuka dengan ayat tentang keheranan sebagian orang tentang bagaimana mungkin orang bisa tertidur selama ratusan tahun di dalam sebuah gua. 

Selanjutnya pada ayat 13 Allah swt menegaskan bahwa para pemuda yang ditidurkan-Nya tersebut adalah orang-orang beriman.  Mereka hidup pada saat raja dan masyarakat dimana mereka tinggal adalah kafir. Maka demi menyelamatkan aqidah mereka memilih untuk menjauh, pergi meninggalkan kota. Lalu Allah pun berkenan menyembunyikan para pemuda tersebut ke dalam sebuah gua, bahkan menidurkannya selama 300 tahun ditambah 9 tahun.

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)”. ( Terjemah Al-Kahfi(18):25).

Namun para pemuda tersebut tidak menyadari bahwa mereka tidur selama itu. Dan ketika akhirnya Allah swt membangunkan mereka, keadaan telah berubah. Raja dan masyarakat telah menjadi orang-orang yang beriman.

Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). … …”. ( Terjemah Al-Kahfi(18):19).

Banyak hikmah dari kisah di atas, namun yang terpenting adalah bahwa aqidah di atas segalanya. Kenikmatan duniawi betapa berlimpahnya tidak ada artinya tanpa aqidah yang kuat.

 dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”.  ( Terjemah Al-Kahfi(18):14).   

2. Fitnah Kekayaan.

Pada ayat 32 Allah swt memberikan perumpamaan dua orang lelaki, yang satu kaya raya yang lain tidak. Si kaya Allah anugerahi 2 buah kebun anggur  yang dikelilingi pohon-pohon kurma, dan diantara ke 2 kebun tersebut terdapat ladang. Ini masih ditambah lagi dengan mengalirnya sungai di celah-celah kebun hingga tak syak lagi selalu menghasilkan buah yang berlimpah.

Namun sayangnya si pemilik kebun adalah orang yang congkak dan sombong. Ia merasa jumawa dengan harta dan banyaknya pengikut lebih hebat dari temannya. Ia bahkan juga mendustakan hari Kiamat.

Hingga suatu hari dengan pongahnya ia memasuki kebunnya dengan maksud  untuk memanen hasilnya. Namun apa yang terjadi???

Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu ia membolak-balikkan kedua tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang ia telah belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur itu roboh bersama para-paranya dan dia berkata: “Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku”.    ( Terjemah Al-Kahfi(18):42).   

Salah satu hikmah yang dapat kita petik dari kisah yang tertera dari ayat 32 hingga 46 surat Al-Kahfi di atas adalah bahwa kekayaan termasuk anak dan keluarga, tidaklah kekal. Ia hanyalah titipan yang suatu hari harus dikembalikan pada Empunya, Allah Azza wa Jala. Maka tak sepantasnya orang merasa sombong apalagi menyekutukan-Nya. 

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. ( Terjemah Al-Kahfi(18):46).  

3. Fitnah Ilmu.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. ( Terjemah QS. Al-Alaq(96):1-5).

Ayat di atas adalah ayat yang pertama kali diturunkan Allah Azza wa Jala kepada Rasulullah saw. Maknanya, Islam mengajarkan bahwa mencari ilmu ( melalui perintah “Bacalah!”) adalah hal yang sangat penting dan utama. 

Nabi Musa alahi salam adalah salah satu dari ulul azmi yang lima, yang sudah pasti ilmunya tidak perlu lagi diragukan. Nabi Musa di anugerahi mukjizat yang sangat banyak, yang paling fenomenal adalah tongkat yang atas izin Allah swt mampu membelah laut hingga dapat menyelamatkan nabi Musa dan pengikutnya dari kejaran Fir’aun yang kejam.

Namun dalam surat Al-Kahfi kisah yang diangkat mengenai nabi Musa tidak sama dengan ayat-ayat dalam surat lain. Yaitu kisah pertemuan dengan nabi Khidir, nabi yang tidak populer dan bahkan kemungkinan tidak mempunyai pengikut. Pada ayat 66 surat tersebut diberitakan bahwa nabi Musa ingin berguru kepada nabi Khidir demi mendapatkan ilmu yang dimiliki nabi tersebut. 

Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?” ( Terjemah Al-Kahfi(18):66).

Rupanya itu adalah cara Allah swt menegur nabi Musa as, karena suatu ketika nabi Musa pernah merasa dirinya adalah orang yang paling pandai.

Dari Ubay bin Ka’ab, Rasulullah bersabda, “Pada suatu ketika Musa berbicara di hadapan Bani Israil, kemudian ada seseorang yang bertanya, ‘Siapakah orang yang paling pandai itu?’ Musa menjawab, ‘Aku.’

Nabi Musapun segera menyadari kesalahannya. Maka dengan ikhlas ia mematuhi perintah Tuhannya untuk mencari nabi Khidir dan mempelajari ilmu darinya. Meski pada perjalanannya nabi Musa sering kehilangan kesabaran karena tidak mampu memahami ilmu tersebut hingga sering memprotes. Diantaranya sebagaimana ayat 71 berikut :

Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: “Mengapa kamu melobangi perahu itu yang akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?” Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar”.  

Padahal sejak awal nabi Khidir sudah memperingatkannya bahwa ia tidak akan sabar berguru padanya.

Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku”. ( Terjemah Al-Kahfi(18):67).

“Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun“. ( Terjemah Al-Kahfi(18):69).

Tiga kali nabi Musa mempertanyakan apa yang dilakukan nabi Khidir. Hingga akhirnya nabi Khidirpun memutuskan untuk mengakhiri pertemuan mereka dan kemudian menjelaskan apa yang dilakukannya sebagaimana yang terekam dalam ayat 78-82 surat Al-Kahfi.

Banyak hikmah yang bisa diambil dari kisah di atas. Namun yang terpenting adalah bahwa ilmu adalah cobaan yang harus dipertanggung-jawabkan. Ilmu sangat banyak dan beragam tetapi yang paling mulia di sisi-Nya adalah yang mampu menambah keimanan bukan malah menjadi sombong apalagi takabur.

4. Fitnah Kekuasaan.

Abu Dzarr berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai Abu Dzarr, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah. Kekuasaan itu adalah amanah, dan kekuasaan tersebut pada hari kiamat menjadi kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkan kekuasaan tersebut dengan haknya dan melaksanakan kewajibannya pada kekuasaannya itu.” (HR. Muslim).

Itulah yang dikatakan Rasulullah kepada Abu Dzarr, seorang sahabat yang suatu kali pernah menanyakan mengapa Rasulullah tidak memberinya jabatan. Hadist diatas mengisyaratkan bahwa kekuasaan adalah amanah yang sangat berat pertanggung-jawabannya. Tidak banyak pemimpin dunia yang mampu lolos dari fitnah kekuasaan.   

Dalam surat Al-Kahfi Allah swt memilih Dzukarnaen, seorang raja yang alim lagi bijaksana, sebagai panutan. Dzukarnaen senantiasa menyandarkan kekuasaan dan kemampuannya sebagai seorang penguasa kepada Allah swt. Sementara dalam urusan keduniawiannya ia tidak lupa melibatkan rakyatnya agar berpartisipasi dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Baginya kekuasaan bukan tujuan melainkan alat untuk menegakkan agama agar tercipta masyarakat beriman, aman dari segala kejahatan dan ketakutan.

Dzulkarnaen yang hidup ratusan tahun sebelum Masehi adalah seorang raja yang sangat terkenal. Terdapat beberapa pendapat tapi mayoritas ulama sepakat bahwa Dzulkarnaen yang dikisahkan Al-Quran bukanlah Aleksander Agung sebagaimana yang diyakini Barat.   

Orang-orang Quraisy pada masa awal datangnya Islam rupanya juga pernah mendengar kisah tentang raja tersebut.  Oleh sebab itu mereka menanyakan hal tersebut kepada Rasulullah saw.

Maka Rasulpun menyampaikan ayat 83 hingga 98 surat Al-Kahfi. Melalui ayat-ayat di atas Allah swt menceritakan sepak terjang Dzulkarnaen, mulai dari perjalanannya dari Barat ke Timur hingga akhirnya bertemu dengan suatu kaum yang memohon pertolongannya.

Mereka berkata: “Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?” ( Terjemah Al-Kahfi(18):94).

Di dalam beberapa hadits tentang tanda-tanda hari Kiamat Kubra, disebutkan ada sepuluh tanda hari kiamat. Di antaranya adalah keluarnya Ya’juj dan Ma’juj. Pada kelanjutan ayat di atas, diterangkan bagaimana Dzulkarnaen kemudian membangun dinding tinggi terbuat dari besi yang bisa mencegah turunnya Ya’juj dan Ma’juj hingga menjelang hari Kiamat nanti.

Hingga apabila dibukakan (dinding) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah datangnya janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata), ‘Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. Al-Anbiya(21):96-97).

Bagi orang awam termasuk orang-orang Qurasiy yang menanyakan hal tersebut, kisah Dzulkarnaen agak sulit untuk dipahami. Bahkan hingga hari inipun siapa sebenarnya Dzulkarnaen, dari mana asalnya, apa nama kerajaannya, apakah ia nabi atau bukan, siapa pula yang dimaksud Ya’juj dan Ma’juj, dll, semua masih merupakan misteri. Para ulama berbeda pendapat. Persis seperti kisah pemuda Al-Kahfi, siapa para pemuda tersebut, dimana letak gua Kahfi, bahkan jumlah pemudanyapun masih diperdebatkan.

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorangpun di antara mereka”. ( Terjemah Al-Kahfi(18):22).

Kewajiban kita sebagai orang beriman adalah mempercayainya. “Kami dengar dan kami patuh”, jangan seperti kebanyakan orang Yahudi “ Kami dengar tapi tidak mau patuh”.

Meski tidak ada salahnya bila para ilmuwan, ilmuwan Muslim khususnya, berusaha memecahkan misteri tersebut, selama bisa menambah keimanan bukan malah sebaliknya. Apalagi Allah swt dalam surat Al-Kahfi, khususnya, telah memberikan sebagian tanda-tanda yang bisa menjadi kunci dibukanya misteri tersebut. Al-Quran memang bukan kitab sejarah bukan pula kitab panduan Ilmu Pengetahuan dan Sains namun demikian banyak sekali ayat-ayatnya yang mengandung ke 2 pengetahuan tersebut. 

Yang juga tak kalah pentingnya, surat Al-Kahfi ternyata dapat melindungi kita dari fitnah Dajjal yang juga merupakan salah satu dari 10 tanda-tanda besar menjelang Hari Kiamat.  

“Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Dajjal tidak bisa memudharatkannya.” (HR Dailami).

Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan, “Dari akhir surat Al-Kahfi.” (HR. Muslim).

Fitnah Dajjal adalah fitnah terberat dalam hidup karena menggabungkan sekaligus ke 4 fitnah di atas, yaitu fitnah agama, fitnah kekayaan, fitnah ilmu dan fitnah kekuasaan

Lebih mengerikannya lagi, fitnah yang disebarkannya tersebut sangat lembut hingga orang tidak merasa sedang tertipu. Kebebasan berpendapat alias demokrasi yang kebablasan diantaranya bahwa tubuh adalah milik pribadi yang adalah haknya untuk berbuat sesukanya hingga melahirkan prilaku menyimpang seperti LGBT, perzinahan, persamaan hak laki-laki dan perempuan, dll adalah salah satu contohnya. Belum lagi sistim ekonomi riba yang telah menyusup ke negara-negara mayoritas Islam tanpa pelakunya merasa sedikitpun bersalah.   

Itu sebabnya Dajjal disebut Al-Masih Al-Dajjal yang berarti Dajjal si pengusap, yang mengusap korbannya dengan penuh “kelembutan dan kasih sayang”. Sebutan yang sama dengan nabiyullah Isa Al-Masih as, namun dengan konotasi negative … Na’udzubillah min dzalik.

Untuk itu Rasulullah mengajarkan umatnya untuk senantiasa membaca doa berikut pada tahiyat akhir shalat.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 7 Agustus 2021.

Vien AM.

Muslimahdaily – Suatu hari Rasulullah bertemu dengan seorang Arab Badui. Beliau segera mengambil kesempatan untuk mendakwahinya. Nabiyullah pun memanggil si pria Badui dan berkata,

Wahai orang Badui, engkau hendak ke mana?” sapa nabi.

Pulang ke rumah,” ujarnya singkat.

Rasulullah kemudian bertanya lagi, “Apakah kau ingin kebaikan?”

Pria Badui itu pun penasaran, “Kebaikan apa?

Nabiyullah lalu berkata, “Engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, dan bersaksi bahwa aku adalah utusan-Nya.”

Arab Badui itu pun tak lekas bersyahadat. Ia tak mudah percaya meski yang diajak bicara adalah Al Amin. Ia lantas menanyakan sebuah bukti ataupun saksi.

Siapa yang menjadi saksi atas apa yang kau katakan itu?” tanyanya.

Pohon ini,” Rasulullah menunjuk sebuah pohon, ada yang berpendapat bahwa itu adalah pohon kurma. Pohon itu berdiri tegak di atas akarnya, di tepi sebuah lembah.

Begitu Rasulullah menunjuknya, pohon itu tiba-tiba bergerak. Dengan ajaib, pohon kurma itu berjalan menuju Rasulullah kemudian berhenti tepat di hadapan nabiyullah. Pohon itu pun kemudian merunduk di hadapan sang kekasih.

Rasulullah lalu meminta pohon tersebut untuk bersaksi tiga kali sebagaimana sabda beliau. Yakni bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah. Pohon itu pun melakukannya. Ia bersyahadat tiga kali.

Setelah itu, Rasulullah menyuruh pohon itu kembali ke tempatnya. Ia menuruti dan berjalan kembali ke tepian lembah. Arab Badui yang menyaksikan begitu terkejut. Ia menyaksikan keajaiban mukjizat Rasulullah dengan mata kepalanya. Pria Badui itu pun kemudian bersyahadat di hadapan nabi, saat itu juga.

Kisah tersebut diketahui dari beberapa hadits. Salah satunya hadits dari Ibnu Abbas dan diriwayatkan oleh At Tirmidzi.

Mukjizat Rasulullah

Persaksian sebuah pohon kurma hanyalah salah satu mukjizat yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad. Rasulullah memiliki mukjizat yang lebih besar dan lebih banyak. Bahkan mukjizat nabiyullah menandingi mukjizat-mukjizat para nabi sebelum beliau.

Sebagian ulama berpendapat bahwa mukjizat Rasulullah mencapai jumlah 3 ribu. Angka tersebut belum termasuk mukjizat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat 60 atau 70 ribu mukjizat. Belum termasuk pula setiap perilaku, ucapan, dan sirah Rasulullah yang sejatinya menyimpan keajaiban dan kebenaran akan dakwah Islam.

Hal ini sebagaimana ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Ia berkata, “Ayat-ayat dan petunjuk yang menunjukkan kenabian Nabi kita Muhammad sangatlah banyak dan beragam, lebih banyak dan lebih agung daripada ayat-ayat nabi sebelum beliau. Perjalanan hidup Rasulullah sesungguhnya termasuk tanda kenabian. Demikian pula akhlak, sabda, perbuatan, syariat, umatnya, dan karamah-karamah orang-orang saleh dari umat beliau, semua itu termasuk ayat (tanda kenabian) beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Senada, Al Qadhi Iyadh pun menuturkan bahwasanya Nabi Muhammad merupakan nabi yang paling banyak mukjizatnya. Karena jumlahnya yang sangat banyak itu, sampai-sampai tak ada yang mampu menghitungnya. Al Qadhi berkata,

“Beliau adalah rasul yang paling banyak membawa mukjizat, paling menakjubkan tanda (kerasulannya), dan paling tampak bukti (kerasulannya)… Tidak ada tulisan yang mengumpulkan semua mukjizat beliau yang sangat banyak itu. Bahkan, satu saja dari mukjizat beliau, yaitu Al Qur’an, tidak ada yang bisa menyebutkan jumlah mukjizat yang terkandung (di dalamnya) dengan angka seribu, dua ribu, atau lebih.”

Masya Allah, betapa menakjubkan pengutusan Muhammad sebagai nabi dan Rasul. Maka sungguh buta orang-orang yang enggan beriman kepada beliau. Mengingat telah terang pada diri beliau sederet mukjizat yang tak terhitung jumlahnya.

Bahkan sebatang pohon pun mengaku beriman kepada nabi, sebagaimana kisah di atas. Jika pohon yang tak dianugerahi akal saja bisa memahami dan meyakini kerasulan Muhammad, bagaimana mungkin manusia yang berakal tak bisa mengimaninya?.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 24 Januari 2021.

Vien AM.

Dikutip dari : https://muslimahdaily.com/story/nabi-rasul/item/1981-mukjizat-rasulullah-dan-kisah-pohon-yang-berjalan.html