Feeds:
Posts
Comments

PENDAHULUAN 

Bab I.         Asal Muasal Tahun Gajah 

Bab II.       Silsilah Rasulullah

Bab III.      Kelahiran dan Masa Kecil 

Bab IV.       Masa Remaja 

Bab V.        Pernikahan dengan Khadijah dan Datangnya Wahyu Pertama

Bab VI.      Dakwah Secara Rahasia ( Sirriyatud -dakwah/

Bab VII.     Dakwah Secara Terang-terangan (Jahriyatud Dakwah)

Bab VIII.   Penolakan Orang-orang Musyrik Mekah Terhadap Islam

Bab IX.      Pengucilan dan Boikot Ekonomi Terhadap Kaum Muslimin ( Hijrah Pertama).

Bab X.        Tahun Duka Cita ( Amul Huzni dan Peristiwa di Thaif )

Bab XI.       Peristiwa Isra-Mi’raj dan Persiapan Madinah sebagai Tempat Hijrah

Bab XII.      Baiat Aqabah dan Hijrahnya Para Sahabat

Bab XIII.    Hijrah ke Madinah

Bab XIV.    Pembentukan Masyarakat  Madinah

Bab XV.      Perang Badar, Perang Pertama dalam Sejarah Islam

Bab XVI.     Pengkhianatan Pertama Yahudi dan Munculnya Tanda-tanda Kemunafikan

Bab XVII.   Perang Uhud dan Hikmah Diperintahkannya Berperang (bag-1)

Bab XVII.   Perang Uhud dan Hikmah Diperintahkannya Berperang (bag-2)

Bab XVIII.  Dakwah Kepada Ahli Kitab (bag-1)

Bab XVIII . Dakwah Kepada Ahli Kitab (bag-2)

Bab XIX.    Pengkhianatan Yahudi Bani Nadhir dan Dampaknya

Bab XX.      Jihad fi Sabilillah (1).

Bab XX.      Jihad fi Sabilillah (2)

Bab XX.      Jihad fi Sabilillah (3)

Bab XXI.     Perdamaian Hudaibiyah dan Baitur Ridwan

Bab XXII.    Perang Khaibar

Bab XXIII.   Dakwah Kepada Raja-raja

Bab XXIV.   Perang Mu’tah

Bab XXV.    Penaklukkan Mekah ( Fathu Makkah) (1)

Bab XXV.    Penaklukkan Mekah ( Fathu Makkah) (2)

Bab XXV.    Penaklukkan Mekah ( Fathu Makkah) (3)

Bab XXVI.   Perang Hunain

Bab XXVII.  Perang  Tabuk dan Kisah 3 Orang Sahabat

Bab XXVIII. Haji Wada, Khutbah Rasulullah dan Tanda Sempurnanya Islam

Bab XXIX.    Rasulullah dan Pernikahan 

Bab XXX.     Hari-hari Akhir Rasulullah saw(1)

Bab XXX.     Hari-hari Akhir Rasulullah saw (2)

Bab XXX.     Hari-hari Akhir Rasulullah saw(3)

PENUTUP

Catatan. Mulai Oktober 2019 buku dapat dipesan sebagai POD ( Print On Demand) melalui link berikut :

Sirah Nabawiyahhttps://bitread.id/book_module/book/view/1382/sirah_nabawiyah/

https://ebooks.gramedia.com/id/buku/sirah-nabawiyah

Jawab Rasulullah: “Perbanyak bersedekah niscaya kakimu menjadi ringan untuk masuk surga!

Tidak bergeser kaki seorang hamba pada hari Kiamat sampai ia ditanya tentang empat hal … tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan”. (HR. Tirmidzi no.2417, di-shahih-kan al-Albani dalam Shahih at-Targhib no. 3592)

Sesungguhnya harta dan anakmu adalah ujian”. (Terjemah QS. At-Taghabun(64):15).

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya”. (Terjemah QS. Al- Isro (17):36).

Abdurrahman segera melaksanakan nasehat tersebut. Ia sedekahkan separuh hartanya. Pernah juga ia bagikan 700 ekor unta miliknya kepada penduduk Madinah.  Pada perang Tabuk ketika Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengorbankan harta benda mereka, dengan segera Abdurrahman memenuhi seruan tersebut. Ia memeloporinya dengan menyerahkan dua ratus uqiyah emas.

Hingga Umar bin Al-Khathabpun tak tahan untuk berbisik kepada Rasulullah,”Sepertinya Abdurrahman berdosa karena tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya.”

Lalu Rasulullahpun bertanya kepada Abdurrahman, “Apakah kau meninggalkan uang belanja untuk istrimu?”

Ya,” jawabnya. “Mereka kutinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripada yang kusumbangkan.”

Berapa?” tanya Rasulullah lagi.

Sebanyak rezeki, kebaikan, dan pahala yang dijanjikan Allah.”

Namun demikian kekayaan Abdurrahman bin Auf tidak pernah habis,  jatuh miskin apalagi bangkrut. Sebaliknya hartanya malah makin menggunung.

Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Terjemah QS. Ibrahim (14): 7).

Selanjutnya pada perang tersebut, Allah swt memuliakannya dengan kemuliaan yang belum pernah diperoleh siapa pun. Ketika waktu shalat tiba, Rasulullah terlambat datang. Maka Abdurrahman menjadi imam. Tak lama Rasulullahpun tiba, lalu shalat di belakangnya sebagai makmum!

Sebagai seorang Muslim sejati, Abdurrahman juga tidak pernah lupa akan kewajibannya untuk berjihad, berperang melawan musuh-musuh Islam. Ia bergabung bersama para pasukan Muslim dalam berbagai perang, seperti perang Badar dan perang lainnya. Dalam perang-perang tersebut ia mengalami puluhan luka dan 2 giginya pernah tanggal. Dalam perang Uhud ia tercatat  sebagai yang tetap bertahan di samping Rasulullah ketika tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang.

Paska wafatnya Rasulullah, Abdurrahman selalu menjadi  satu diantara sahabat yang dipilih umat untuk memimpin umat Islam menggantikan Rasulullah. Pada saat pemilihan khalifah ketiga paska wafatnya khalifah Abu Bakar dan khalifah Umar bin Khattab, ia kembali terpilih sebagai calon khalifah bersama Ustman Affan dan Ali bin Abi Thalib.

Namun kemudian ia mengundurkan diri dan memilih menjadi juri bagi ke dua calon lawannya. Dengan perhitungan dan pemikiran yang cermat akhirnya ia memilih Ustman bin Affan sebagai khalifah ke tiga. Selanjutnya Abdurrahman bin Auf bertugas menjaga kesejahteraan dan keselamatan Ummahatul Mukminin (para istri Rasulullah). Dia bertanggung jawab memenuhi segala kebutuhan mereka dan mengadakan pengawalan bagi ibu-ibu mulia itu bila mereka bepergian.

Suatu ketika Abdurrahman membeli sebidang tanah dan membagi-bagikannya kepada Bani Zuhrah, dan kepada Ummahatul Mukminin. Ketika jatah Aisyah ra disampaikan kepadanya, ia bertanya, “Siapa yang menghadiahkan tanah itu buatku?”

Abdurrahman bin Auf,” jawab si petugas.

Aisyah berkata, “Rasulullah pernah bersabda, Tidak ada orang yang kasihan kepada kalian sepeninggalku kecuali orang-orang yang sabar.

Abdurrahman bin Auf wafat pada tahun 31 H atau 652 M, saat usianya menginjak 72 tahun. Tercatat pada akhir hayatnya tersebut bahwa ia meninggalkan harta sebesar 2.560.000 dinar (setara Rp 3.072 triliun). Ia meninggalkan wasiat bahwa hartanya dibagi menjadi 3 bagian: 1/3 dibagikan untuk modal usaha sahabatnya; 1/3 untuk melunasi hutang-hutangnya dan 1/3 lagi untuk dibagikan kepada fakir miskin. Abdurrahman berwasiat agar setiap Muslim yang ikut perang Badar dan masih hidup diberi 400 dinar dari hartanya.

Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu-bapa dan karib kerabatnya secara ma`ruf, (ini adalah) kewajiban atas orang-orang yang bertakwa”. ( Terjemah QS. Al-Baqarah (2):180).

Berbahagialah Abdurrahman bin Auf dengan limpahan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah swt kepadanya. Ketika meninggal dunia, jenazahnya diiringi oleh para sahabat mulia seperti Sa’ad bin Abi Waqqash dan yang lain.

Dalam kata sambutannya, khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, “Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah, dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu merahmatimu.”

Salam sejahtera bagi Abdurrahman bin Auf, sang calon penghuni surga. Allah senantiasa melimpahkan berkah-Nya, sehingga ia menjadi orang terkaya di antara para sahabat. Bisnisnya terus berkembang dan maju. Semakin banyak keuntungan yang ia peroleh semakin besar pula kedermawanannya. Hartanya dinafkahkan di jalan Allah, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Hingga Allah Azza wa Jala ridho menjaga jiwanya dengan iman dan takwa … Masya Allah …

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga `Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;  (sambil mengucapkan): “Salamun `alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”. ( Terjemah QS. Ar-Raad (13):22).

Akhir kata, semoga Allah swt memberi kita kemampuan untuk mencontoh dan mengikuti apa yang dilakukan Abdurrahman bin Auf, Sang Sahabat Bertangan Emas …  aamiin yaa robbal ‘aalamiin …

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 September 2022.

Vien AM.

Abdurrahman bin Auf adalah seorang pengusaha kaya raya dari kalangan sahabat yang  sukses menjalankan usahanya. Ia tercatat sebagai sahabat yang terkaya di antara seluruh sahabat. Kekayaan tersebut didapat berkat anugerah Allah swt berkat kemahirannya berdagang yang sangat luar biasa. Namun demikian ia tidak lupa diri. Ia dikenal sebagai pribadi yang takwa dan dermawan. Tak salah bila Rasulullah memasukkannya sebagai satu diantara 10 sahabat yang dijamin Rasulullah SAW masuk surga.

Abdurrahman bin Auf lahir 10 tahun setelah tahun Gajah dengan nama Abdul Ka’bah atau Abd Amr dalam riwayat lain. Ia memeluk Islam pada usia 30 dan tercatat sebagai orang ke lima yang masuk  Islam atas ajakan Abu Bakar, teman dekatnya. Rasulullahlah yang memberinya nama Abdurrahman begitu ia memeluk Islam.

Seperti juga sahabat lain yang memeluk Islam pada awal ke-Islaman, Abdurrahman juga mengalami penyiksaan dari orang-orang musyrik Mekah. Ia termasuk di antara mereka yang berhijrah ke Habasyah (sekarang dikenal dengan nama Ethiopia) dua kali (yaitu hijrah pertama dan kedua). Pada saat hijrah dari Makkah ke Madinah, Abdurrahman membawa seluruh kekayaan hasil perdagangannya. Namun dalam perjalanan kekayaannya tersebut dirampas oleh pemuka-pemuka Quraisy.

Sementara itu untuk memperkokoh rasa persaudaraan antara kaum Muhajirin ( pendatang dari Mekkah) dengan kaum Anshar ( penduduk Madinah) Rasulullah mempersaudarakan sejumlah sahabat Muhajirin dengan sahabat Anshar, termasuk Abdurrahman bin Auf. Rasulullah mempersaudarakannya dengan Sa’ad Ibn Rabiah, seorang Anshar kaya raya.

Sesungguhnya aku adalah orang yang paling banyak hartanya di kalangan Anshar. Ambillah separuh hartaku itu menjadi dua. Aku juga mempunyai dua istri. Maka lihatlah mana yang engkau pilih, agar aku bisa menceraikannya. Jika masa iddahnya sudah habis, maka kawinilah ia …”, ucap Sa’ad sebagai tanda kasih sayangnya terhadap saudara barunya itu.

Akan tetapi Abdurrahman yang belum menikah itu dengan halus menolak tawaran tersebut. Ia tidak ingin merepotkannya. Sebaliknya ia hanya berkata, “Tunjukkanlah padaku di mana letak pasar di kota ini. Semoga Allah memberkahimu atas keluarga dan hartamu”.

Lalu kaum Ansharpun menunjukkannya pasar Bani Qainuqa. Abdurrahman memulainya dengan berjualan minyak samin dan keju di tempat tersebut. Berkat ketekunan dan kemahirannya berdagang, dan tentu atas izin Allah swt,  Abdurrahman selalu kembali ke rumah dengan membawa keuntungan yang tidak sedikit. Tak lama menjalani usahanya, Abdurrahman mendatangi Rasulullah seraya berkata, “ Yaa Rasulullah saya ingin menikah”.

Apa mahar yang akan kau berikan pada calon istrimu?” tanya Rasulullah.

Emas seberat biji kurma,” jawabnya.

Rasulullahpun bersabda, “Laksanakanlah walimah walau hanya dengan menyembelih seekor kambing. Semoga Allah memberkati pernikahanmu dan hartamu.”

Sejak itulah kehidupan Abdurrahman menjadi makmur. Seandainya ia mendapatkan sebongkah batu, maka di bawahnya terdapat emas dan perak. Begitu besar berkah yang diberikan Allah kepadanya hingga ia mendapat julukan “Sahabat Bertangan Emas”.

Abdurrahman bin Auf sering memborong dagangan dari kota Syam untuk dibawa ke Madinah.  Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan, Abdurrahman bin Auf seringkali membawa pulang 700 kontainer dagangan seperti barisan pawai yang tak ada putusnya.

Hingga suatu hari dalam sebuah majlis ilmu, ia mendengar Rasulullah menerangkan tentang perbedaan waktu hisab antara orang kaya dan orang miskin. “Kelak dihari kiamat, orang kaya akan lebih lama menjalani perhitungan amal dibandingkan orang miskin. Dan aku ada berada di barisan orang-orang miskin.”

Abdurrahman terhenyak. Sejak itu ia menjadi resah dan selalu merenung. Ia sering menangis setiap teringat apa yang dikatakan Rasulullah. “Aku tidak mau berlama-lama di Yaumul Hisab hanya karena kekayaan yang aku punya.’

Ya Allah, aku mohon miskinkanlah diriku dan masukkanlah aku ke dalam barisan orang-orang miskin bersama Rasulullah di hari akhir nanti”.

Yaa Allah jadikan aku ini miskin. Aku ingin seperti Mus’ab bin Umair atau Hamzah yang hanya meninggalkan sehelai kain pada saat meninggal dunia. Mus’ab bin Umair ketika jasadnya dibungkus kafan, kakinya tertutup tapi kepalanya terbuka. Ketika ditarik ke atas, kepalanya tertutup tapi kakinya terbuka”, rintihnya.

Abdurrahman bin Auf mencoba berbagai cara untuk dapat memiskinkan dirinya. Namun Rasulullah  mengatakan bahwa sahabatnya tersebut akan masuk surga dengan cara merangkak.

Kenapa ia masuk dengan merangkak tidak seperti sahabat lain yang berjalan sangat cepat ketika memasuki surga?”, tanya para sahabat keheranan.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Sebab ia memiliki harta yang melimpah ruah. Ia harus mempertanggung-jawabkan titipan tersebut”.

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”. ( Terjemah QS. At Takatsur (102): 8).

Betapa galaunya hati Abrurrahman. Suatu hari usai perang Tabuk, ia mendengar kabar bahwa kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh. Abdurrahmanpun segera menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga setara kurma yang bagus. Betapa senangnya sang sahabat  mendapati semua kurmanya masih bisa menghasilkan uang meskipun busuk. Sementara Abdurrahman bin Auf juga gembira telah berhasil memiskinkan dirinya.

Tapi apa yang terjadi?? Tiba-tiba datang utusan dari Yaman membawa berita bahwa raja Yaman sedang mencari kurma busuk. Karena di negaranya sedang berjangkit wabah penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya hanya kurma busuk. Utusan Raja Yaman segera datang menemui Abdul Rahman dan memborong semua kurma busuknya dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa.

Allahu Akbar … Disaat Abdurrahman merelakan semua hartanya agar ia jatuh miskin, disaat itu pula Allah memberikan keberlimpahan harta berkali-kali lipat untuknya. Di saat orang lain berusaha keras menjadi kaya, di saat itu pula Abdurrahman berusaha keras menjadi miskin, namun selalu gagal.

Allah takdirkan Abdurrahman menjadi orang kaya selama hidupnya. Itu adalah ketetapan Allah yang harus ia terima dan jalani. Untuk itu maka ia memohon nasehat Rasulullah, bagaimana agar ia dapat masuk ke surga minimal berjalan kaki, tidak merangkak.

( Bersambung).

Suatu hari datang seorang lelaki miskin dari desa membawa semangkuk penuh buah anggur yang hendak dihadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW.  Lelaki miskin ini begitu bersemangat memberikan hadiah untuk Rasulullah.

Ia mempersembahkan anggur tersebut dan mengatakan, “Wahai Rasulullah, terimalah hadiah kecil ini dariku.”

Rasulullahpun tersenyum dan menerima pemberian tersebut. Dan sebagai penghargaan Rasulullah memakan anggur tersebut dihadapan si pemberi. Namun tak seperti biasanya, Rasulullah mengambil dan memakannya satu persatu hingga habis tuntas tanpa menawarkan kepada sahabat yang duduk bersamanya.

Setiap selesai memakan 1 buah anggur beliau selalu tersenyum sambil memandang si pemberi. Betapa senang dan bahagianya lelaki tersebut menyaksikan pemandangan tersebut. Ia merasa begitu tersanjung. Ia terus tersenyum memandang Rasulullah memakan anggur pemberiannya, satu demi satu, hingga habis tuntas. Setelah puas iapun berpamitan pulang  dengan hati yang berbunga-bunga.

Giliran para sahabat yang penuh keheranan menyaksikan hal tersebut, lalu bertanya,

Ya Rasulullah, tidak seperti biasa, mengapa anda tidak menawarkan kami (menyantap anggur) itu bersamamu?”

Rasulullah SAW tersenyum penuh arti lalu berkata: “Tidakkah kalian lihat betapa bahagianya ia dengan mangkuk (anggur) itu??”

Ketahuilah ketika aku memakannya, anggur itu terasa asam. Maka aku khawatir apabila aku membaginya kepada kalian, maka kalian akan menampakkan reaksi sesuatu yang akan merusak kebahagiaannya“.

Masya Allah … Para sahabat hanya bisa terdiam terpana …

Dan sesungguhnya kamu ( Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung”. ( Terjemah QS. Al-Qalam (58):4-5).

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Terjemah QS. At-Taubah (33):21)

Aisyah berkata, “Akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an”. (HR Ahmad).

Wallahu ‘alam bish shawab.

Jakarta, 13 Agustus 2022.

Vien AM.

Sambil mengibaskan butiran-butiran salju yang menempel di sarung tangan, Haskov menuruni escalator di suatu stasiun metro/kereta bawah tanah Moskow. Dinginnya udara rupanya tidak membuat orang malas ke luar rumah. Antrian panjang penumpang terlihat mengular.

Sebelum masuk ke antrian Haskov sempat melihat 3 orang berwajah Asia, 2 laki-laki 1 perempuan, memperhatikan peta yang ada di tangan mereka sambil celingukan. Haskov melirik jam tangannya, ia sedang tidak terburu-buru. Ia sering melihat pemandangan seperti itu, orang asing kebingungan di stasiun metro. Maklum alphabet Rusia, Sirilik, memang tidak mudah dipahami dalam waktu singkat.   

Excuse-me, do you need any help?”, sapanya.  

Indonesia, Malaysia?”, lanjutnya lagi ramah sambil memperhatikan wajah ke 3 orang tersebut..

“ Indonesia”, sahut ketiganya serempak dengan nada sedikit keheranan.

Aku Haskov, senang berkenalan dengan anda”, Haskov memperkenalkan diri dengan kalimat terbata-bata sambil mengulurkan tangannya.

Aku suka rawon, cwimie dan rujak cingur”, lanjutnya sambil tersenyum simpul membuat ketiga muda mudi tersebut tambah terheran-heran.

Waaah senang sekali bertemu orang bisa berbahasa Indonesia di tempat ini. Aku Rafi”, sahut salah seorang pemuda tersebut tanpa bisa menyembunyikan wajah sumringahnya.

“ Aku Farhan dan ini adikku Sitta”, sahut seorang lagi sambil memperkenalkan adik perempuannya.

Sittapun segera mengulurkan tangannya disambut Haskov setelah menyalami Rafi dan Farhan secara bergantian. Ketiganya segera menanyakan bagaimana pemuda Rusia itu bisa berbahasa Indonesia. Dalam bahasa campuran Indonesia dan Inggris Haskovpun segera menceritakannya. Rupanya ia pernah mengikuti program pertukaran pelajar di UIN Malang, selama 3 bulan.

“ Waktu itu aku masih mahasiswa di Universitas Islam Rusia”, Haskov mengawali ceritanya.

“ Oh ada ya universitas Islam di Rusia? Kamu Muslim”, celetuk Sitta seolah tak percaya pendengarannya.

 “ Iya Alhamdulillah. Universitas Islam Rusia adanya di Kazan. Salah satu negara bagian Rusia. Kalian pernah dengar?”, tanya Haskov.

Ketiganya menggeleng. Tapi tiba-tiba Rafi yang hobby nonton bola berseru “ Kazan kalau g salah menjadi salah satu kota penyelenggara olimpiade Rusia 2018 kan ya?”.

“ Betul sekalii … Kazan adalah ibu kota propinsi Tatarsan. Terletak 825 km arah timur  Moskow.  Kazan adalah kota besar di Rusia dimana Muslim banyak tinggal. Kota ini merupakan  pusat industri, perdagangan dan budaya Tatar yang telah berusia seribu tahun lebih. Kapan-kapan kalian harus mengunjunginya”, lanjut pemuda tersebut semangat. 

Rafi, Farhan dan Sitta mengangguk-angguk. Tak kalah semangat mereka menanggapi cerita kenalan baru mereka. Bergantian mereka menceritakan mengapa mereka ada di Moskow.

“ Aku datang kesini untuk mengunjungi adikku Sitta yang baru saja ditrima di uiversitas Moskow. Aku ajak Rafi yang kebetulan ingin mengunjungi Rusia. Kami berdua sama-sama kuliah di Belanda”, ucap Farhan.

“ Universitas Islam Roterdam?” tebak Hadnov dengan mata berbinar.

“ Oh bukan, Erasmus University. Aku di fakultas ekonomi Rafi di fakultas hukum.”, jelas Farhan.

“Memang ada ya universitas islam di Roterdam?”, lanjut Farhan dengan nada keheranan.

“Ada. Waktu itu ada mahasiswanya yang dikirim ke UIR untuk program pertukaran pelajar”, jawab Haskov.

Selanjutnya setelah cukup berbincang lama Haskov menerangkan cara membaca peta metro Moskow yang cukup rumit itu.

“ Tujuan kalian kemana? Sayang hari ini ada yang harus kukerjakan. Kalau tidak aku bisa menemani kalian, kalau kalian tidak keberatan tentunya”, ucap Haskov.

“ KBRI Indonesia. Sitta harus melapor kedatangan. G pa-pa Haskov ini juga sudah sangat membantu”, balas Farhan.

“ Btw kalau ke Red Square naik metro bisa g ya?”, tanya Rafi.

“ Bisa sekaliii … mau aku temani besok?”, Haskov balik bertanya.

“ Boleh banget”, serempak Rafi, Farhan dan Sitta menjawab penuh semangat.      

“ Oke … deal. Jam 10 pagi disini bisa?”, tanya Haskov lagi.

“ Oyaa … jangan lupa nikmati stasiun metro … stasiun metro Moskow menjadi salah satu tujuan turis … silahkan lihat sendiri lukisan-lukisan yang menghiasi dinding dan langit-langitnya, patung-patungnya juga detil profil dan lampu-lampunya. Orang bilang tak kalah dengan museum art “, ucap Haskov.      

Tak lama setelah bertukar no hp merekapun berpisah.

“ Selamat menikmati Moskow. Be careful … Jangan lupa hubungi aku”, ucap Haskov sambil bergegas meninggalkan ketiganya. 

**********

Haskov adalah seorang Muslim Rusia Afganistan. Ibunya seorang suku Pashtun yang merupakan mayoritas penduduk Afganistan. Zafira, begitu nama ibu Haskov, bersama seorang adik dan kedua orangtuanya tinggal di Moskow. Ayah Zafira mendapat tugas di negri tersebut untuk beberapa tahun. Ketika itu rezim penguasa Afganistan beraliran komunis. Begitu juga Rusia yang ketika masih bernama Uni Sovyet. Jadi wajar hubungan keduanya terjalin mesra. 

Hingga pecahlah perang Afganistan – Rusia pada tahun 1979. Sejak itu mereka tidak pernah bisa kembali ke negara mereka tercinta. Paska perang mereka pernah mencoba kembali ke Afganistan. Ayah Zafira masih ingin mencari pekerjaan di negaranya yang hancur lebur akibat perang yang berlangsung selama 10 tahun itu. Perang yang sejatinya adalah perang antara rezim penguasa komunis yang didukung Rusia melawan para mujahidin yang tidak menginginkan rezim komunis tersebut terus berkuasa. Perang ini menelan korban yang sangat banyak termasuk anggota keluarga besar orang-tua Zafira. 

Sayangnya Barat yang tampaknya membantu para mujahidin sebenarnya mempunyai kepentingan lain. Jangan lupa Afganistan mempunyai kekayaan alam yang berlimpah. Maka tak heran ketika akhirnya mujahidin berhasil mengusir Rusia dari bumi mereka dan menyelenggarakan pemilu dengan jujur dan adil, Barat malah ramai-ramai menyerang Afganistan.   

Karena suasana yang tidak nyaman inilah akhirnya ayah Zafira memutuskan kembali ke Rusia. Akan tetapi bukan d Moskow melainkan Kazan yang memiliki penduduk Muslim cukup banyak.  Akan halnya Zafira, ia memilih kuliah di Moskow yang sejak lama diminati muda-mudi Afganistan yang merasa terkekang oleh syariah Islam di negaranya. Mereka memilih budaya bebas ala Barat seperti memamerkan aurat, perzinaan dll sebagai gaya hidup mereka. Disanalah kemudian ia bertemu dengan seorang mahasiswa asli Rusia dan saling jatuh cinta. Kedua-orang tua Zafira sebenarnya tidak menyetujui hubungan tersebut karena Dimitri bukan seorang Muslim.

“ Haram hukumnya menikah dengan non Muslim, Fira. Ayah tidak akan pernah merestuinya”, ucap ayah tegas. 

Namun karena Zafira bersikeras ibunya akhirnya luluh. Merekapun menikah meski tanpa restu ayahnya. Dari pernikahan tersebut kemudian lahirlah Haskov pada tahun 1998 sebagai anak kedua. Tapi hal tersebut tidak lantas membuat hubungan Zafira dan kedua orang-tuanya membaik. Kakek-nenek Haskov baru sekali mengunjungi anak-cucunya di Moskow. Sementara Zafira juga tidak mau mengalah mengunjungi kedua orang-tuanya di Kazan. Namun demikian ketika liburan sekolah tiba sementara ia dan suaminya sibuk bekerja mereka menitipkan Haskov dan kakaknya ke rumah orang-tuanya. Itu sebabnya hubungan Haskov dan kakaknya dengan kakek neneknya cukup dekat. Merekalah yang memperkenalkan Islam karena Zafira tidak lagi memperhatikan ajarannya.     

Namun demikian Haskof baru benar-benar menjalankan ajaran Islam seperti shalat, puasa dan lain-lain setelah usia 15 tahun. Itupun setelah ia sering googling mencari tentang kebenaran Islam. Berita-berita miring tentang Afganistan seperti burqa, jihad dll justru membuatnya makin penasaran.

Setelah lulus sekolah menengah atas Haskovpun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ilmu di Universitas Islam Rusia (UIR) yang terletak di Kazan. Pada tahun pertama ia memilih tinggal di asrama kampus agar dapat lebih merasakan suasana Islami bersama teman-teman barunya. Tapi untuk melega hati kakek neneknya yang sudah tua, tahun berikutnya hingga selesai kuliah 3 tahun kemudian ia memutuskan untuk tinggal di rumah mereka.  

Lulus dari UIR Haskov langsung mendaftarkan diri program beasiswa S2 di Universitas Islam Al-Azhar Kairo. Sambil menunggu pengumuman ia mengisi waktunya dengan bekerja di perpustakaan sebuah universitas swasta di Moskow. Dengan begitu ia dapat menyalurkan hobbynya membaca. Ia juga berharap dengan kembali ke rumah dapat memperkenalkan Islam kepada ayahnya, sekaligus ibunya agar kembali ke pangkuan Islam.

***************

“ Assalamualaykum brothers sister, how are you today. G kedinginan?”, berondong Haskov begitu melihat Farhan, Rafi dan Sitta mendekat. Suhu saat itu 3 derajat Celsius … bbbrrr …

Sesuai janjinya hari ini Haskov menemani ketiganya untuk mengunjungi Kremlin Red Square  yang merupakan ikon Rusia. Kremlin sebenarnya adalah istilah Rusia untuk benteng dimana di dalamnya berdiri kompleks gedung pemerintahan. Itu sebabnya Kremlin tidak hanya ada di Moskow namun juga di kota-kota besar Rusia lain. Namun orang terbiasa merujuk Kremlin sebagai pusat pemerintahan Rusia yang ada di Moskow. Kremlin yang dibangun pada abad ke 15 ini mempunyai 20 menara.

Sejak zaman para tsar/raja Rusia berkuasa hingga saat ini Kremlin juga digunakan sebagai tempat tinggal resmi tsar dan orang no 1 negara. Kremlin ini berada di dalam pelataran luas yang namanya Red Square. Ia merupakan pusat pemerintahan sekaligus pusat spiritual dan hiburan rakyat Rusia. Setiap awal tahun pelataran ini menjadi panggung utama acara Tahun Baru lengkap dengan pesta kembang apinya. Menjadi daya tarik tersendiri bagi turis lokal maupun mancanegara untuk berdatangan.

Di kompleks yang sangat luas ini berdiri beberapa istana dengan fungsinya yang berbeda-beda, gereja, museum, taman dll. Mausoleum atau makam Lenin bapak komunis Rusia yang meninggal pada tahun 1924 juga ada di tempat ini.  Belakangan sebuah mall megah yang merupakan mall terbesar di Moskow melengkapi kemeriahan Red Square.  

“ Waah luas sekali yaa kompleksnya”, ucap Rafi begitu memasuki pelataran raksasa tersebut. 

“ Pelataran ini sering dipakai konser musik yaa? Sering lihat gedung itu di foto-foto tapi g nyangka kalau ternyata ada di dalam kompleks ini. Gedung apa sih itu sebetulnya? “, tanya Sitta penasaran. ”, tanya Sitta sambil menunjuk sebuah bangunan unik warna-warni yang ada di depannya.

“ Rasanya pernah baca berita Opick main di sini deh. Kalau g salah di perayaan Iedul Adha tahun 2012”, tanya Farhan ragu.

“ Perayaan Iedul Adha di Moskow? Bisa emang?, timpal Sitta keheranan.  

“ Oh iyaa betul. Perayaan Iedul Adha atas prakasa mufti besar Rusia pernah diadakan disini. Tapi bukan di pelataran terbuka ini melainkan di dalam gedung pertunjukkan “The State Kremlin Palace”. Tempat yang sangat bergengsi. Tujuannya untuk memperkenalkan Islam kepada rakyat Rusia. Permainan sinar laser dengan foto-foto orang sedang shalat, Kabah, ayat-ayat Al-Quran dll menjadi latar belakang panggung. Benar-benar spektakuler. Sekitar 5000 penonton memenuhi gedung tersebut”, jelas Haskov dengan mata berbinar.  

“ Sejak kejatuhan rezim komunis Uni Sovyet pada tahun 1991 Rusia sangat terbuka pada umat agama lain. Rumah-rumah ibadah umat Kristen, Islam maupun Yahudi yang pada tahun 1937 ditutup secara paksa kembali dibuka”, lanjut Haskov. 

“ Kembali ke pertanyaan Sitta. Itu gereja, namanya St. Basil’s Cathedral. Dibangun pada tahun 1552 atas perintah Ivan The Terrible, tsar pertama Rusia. sebagai lambang kemenangan atas kerajaan Islam Kazan. Pernah dengar nama kaisar ini?”, Haskov balik bertanya.

“ Pernah .. tapi g tahu kenapa dibilang terrible alias mengerikan”, jawab Sitta lagi.

“ Ivan The Terrible sebelum diangkat menjadi tsar atau kaisar pertama Rusia hanyalah penguasa Moskow yang mempunyai kewajiban membayar jiziyah kepada kerajaan Islam Kazan. Kerajaan Islam yang didirikan pada tahun 1438 ini termasyhur dengan reputasinya sebagai penunggang kuda yang luar biasa. Mereka juga dikenal sebagai pandai besi yang mencetak besi berkualitas tinggi diantaranya adalah koin perak dengan tulisan Arab”.

“Menjelang tahun 1550- an ketika kerajaan Islam tersebut melemah Ivan mengerahkan pasukannya untuk menyerang kerajaan tersebut hingga terjadilah perang yang berakhir dengan kekalahan Kazan. Kekalahan ini menandakan runtuhnya dominasi Islam sejak abad 9. Dan sejak itu pula Kazan menjadi bagian dari Rusia hingga saat ini”.

“Dan untuk merayakan kemenangannya itu sang kaisar memerintahkan seorang arsitek Kazan untuk membangun sebuah katedral di Moskow, dengan model seperti masjid-masjid di Kazan”, jelas Haskov.  

“ Oh pantesan mirip banget masjid”, celetuk Farhan.

“ Hanya karena itu lalu ia diberi gelar the Terrible?”, tanya Rafi heran.   

“ Belum selesai ceritanyaa … begitu gereja selesai dibangun supaya si arsitek tidak bisa lagi membangun bangunan serupa ia memerintahkan algojo untuk mencongkel matanya!!”, lanjut Haskov.

“ Haaah … serius??”, seru Sitta, Farhan dan Rafi nyaris bersamaan.

Haskov mengangguk sambil jari telunjuknya menunjukkan ke suatu tempat “ Masih soal Kazan. Lihat gereja itu. Itu adalah kathedral Our Lady of Kazan. Dibangun pada tahun 1625 pada masa kerajaan dimana Kristen Ortodoks menjadi agama resmi kerajaan. Namun ditutup seperti juga rumah ibadah agama lain sejak rezim komunis berkuasa pra kejatuhan kerajaan yang diawali revolusi Rusia 1917. Baru dibuka kembali setelah direnovasi antara 1990 – 1993”, ucapnya.  

“ Pertanyaannya, mengapa gereja tersebut dinamakan Our Lady of Kazan?? Apakah ada hubungannya dengan kisah seorang putri raja Kazan yang ditawan Ivan The Terrible paska penaklukkan kerajaan Kazan?? Yang pasti di kota Kazan ada sebuah menara yang diberi nama sang putri yaitu Soyembika.  Ada 2 versi cerita mengenai putri Kazan ini. Paska penaklukan ia diasingkan ke penjara Moskow bersama putranya yang masih belia, hingga wafatnya 3 tahun kemudian di usianya yang ke 38 tahun”.

“Yang kedua, tergiur oleh kecantikannya, Ivan sang penakluk yang kejam itu melamarnya. Soyembika menerima lamaran tersebut namun dengan syarat, yaitu membangun menara masjid berlantai 7 dalam waktu 7 hari. Ironisnya, begitu menara selesai tepat pada waktunya, dengan alasan ingin melihat kota untuk terakhir kalinya dari atas menara, sang putri calon mempelai malah melompat menjatuhkan diri hingga tewas”.

“Waah menarik yaa ternyata sejarah Kazan. Sayang tidak banyak orang tahu. Jadi pingin kesana niih ”, ucap Sitta dengan berbinar.

“ Betul sekali. Kota yang didirikan pada tahun 1005 ini adalah saksi bisu sejarah yang sangat panjang. Selama ratusan tahun ia menjadi ibu kota kerajaan Islam yang secara bergantian menguasai sebagian besar wilayah Kaukasus yang sekarang menjadi wilayah Rusia”.

Kerajaan Islam yang tercatat pernah menguasai wilayah tersebut diantaranya adalah Kerajaan Bulgaria Volga yang didirikan Batu Khan pada tahun 1236-1255. Kemudian Kipchak Khanat dibawah Berke Khan, salah satu putra Jengis Khan kaisar Mongol yang dikenal bengis. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya dibawah kaisar Ozbeg Khan yang memerintah dari tahun 1313 hingga 1341. Kekuasaannya meliputi sebagian wilayah Asia Tengah, sebagian besar wilayah Eropa Timur; dari pegunungan Ural, pesisir barat sungai Danube hingga jauh ke pedalaman Siberia, termasuk Moskow. Di sisi selatan kekuasaannya hingga ke tepi laut Hitam, pegunungan Kaukasus hingga perbatasan dinasti Mongol.

Ozbeg dikenal sangat toleran. Paus John XXI pernah mengiriminya surat tanda terima-kasih atas sikap sang kaisar yang mengizinkan kaum Nasrani beribadah di gereja dan melindungi mereka. Kebijakan pemungutan jizyah terhadap kaum dzimmipun diberlakukan dengan baik. Kaum dzimmi adalah para ahli kitab yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani yang tinggal di Negara Muslim.

Hubungan Moskow dengan kesultanan Islam Abbasiyah yang berpusat di Baghdad telah terjalin baik sejak tahun 922. Mereka saling bertukar duta besar. Bahkan seorang sultan Abbasiyah sempat mengajak Vladimir I penguasa Kiev untuk memeluk Islam tapi ditolak karena ia lebih memilih alkohol yang dilarang dalam Islam.

“Sempatkan berkunjung ke Kazan sebelum kembali ke Indonesia. Kunjung Kremlin Kazan dimana berdiri masjid biru Qul Syarif yang cantik. Dengan senang hati akan kutemani jika kalian berkenan. Kalian bisa menginap di rumah kakek nenekku”, ucap Haskov sambil tersenyum.

“Setujuuu “, jawab ketiganya serempak.  

Mereka terus berjalan menikmati keindahan bangunan-bangunan di pelataran tersebut sambil berbincang dan berfoto tentu saja.

“ Dingiin euy bikin lapaaaar, istirahat makan dulu yuuk, nanti lanjut lagi. G bayar inilah masuknya”, usul Farhan sambil menaikkan jaketnya hingga ke muka untuk menahan dinginnya udara.

“ Boleh kalau mau makan dulu. Kebetulan g jauh dari sini ada restoran Halal cukup enak dan tidak terlalu mahal”, jawab Haskov. 

Sitta dan Rafi yang juga ternyata merasakan hal yang sama tanpa banyak bicara segera mengikuti langkah pemuda Rusia tersebut keluar pelataran Red Square. Tak jauh dari tangga menuju metro Haskov berbelok ke kiri dan langsung masuk ke sebuah kafe Turki bernama Zam Zam.

Merekapun langsung duduk dan memesan makanan. Tak lama kemudian mereka sudah asik menikmati pesanan masing-masing. Selesai makan mereka masuk kembali ke Red Square.

“ Sebelum berkeliling bagaimana kalau kita shalat dulu. Di ujung taman sebelah sana ada tempat agak terlindung dan sepi. Kita bisa berjamaah kalau mau ”, ajak Haskov.  

Maka jadilah Haskov berdua Farhan shalat. Sementara Sitta yang sedang berhalangan dan Rafi yang memang bukan Muslim berjalan-jalan menikmati taman yang luas tersebut. 

Usai shalat mereka berbincang-bincang. Haskov mengajak Farhan untuk suatu Jumat nanti shalat di masjid terbesar di Moskow yaitu Moskow Katedral Mosque. Awalnya masjid yang dibangun pada 1904 ini hanya masjid kecil yang didominasi Muslim Tartar. Baru pada tahun 2015 masjid tersebut direnovasi dan diperbesar menjadi 6 lantai dengan kapasitas 10 ribu jamaah, menjadikannya masjid terbesar di Rusia bahkan mungkin di Eropa. Lokasinya sangat strategis yaitu di pusat kota bersebelahan dengan stadiun olimpiade dan sangat dekat dengan stasiun metro. Sering disebut masjid Prospect Mira sesuai nama jalan dan stasiun metro dimana masjid berada.

“Perhatian pemerintah Rusia terhadap Muslim belakangan ini patut diacungin jempol. Pada peresmian masjid tersebut hadir presiden Vladimir Putin mendampingi mufti besar Rusia. Hadir juga presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas”, cerita Haskov.

“ Selain itu Moskow juga mempunyai beberapa masjid lain yang cukup besar dan indah. Demikian juga di sejumlah kota besar negara bagian Rusia. Contohnya di Grosny ibukota Chechnya. Masjid Prophet Mohammed namanya, atau juga sering disebut masjid Ramzan Kadyrov sesuai nama presidennya yang dikenal sangat alim. Masjid ini menampung 70 ribu jamaah. Juga di Dagestan. Sebuah proyek besar yang diberi nama Pusat Spritual Nabi Isa Alaihi Salam sedang dibangun. Di dalam proyek yang berlokasi di tepi laut Kaspia ini selain masjid juga akan dibangun sebuah universitas Islam, pusat pembinaan dan rehabilitasi, madrasah penghafal Alquran, serta wahana wisata pantai”, lanjutnya.

“Putin juga sering mengutip ayat-ayat Al-Quran dalam acara kenegaraan meski ia bukan Muslim. Tapi adzan memang tetap tidak diperbolehkan hingga ke luar masjid tapi tidak masalah. Kami masih bisa memakluminya. Tugas kita sebagai Muslim Rusia yang utama adalah memperkenalkan Islam. Tunjukkan Islam bukan sekedar agama yang santun, bersih, disiplin dan toleran tapi juga tegas bersih dari kesyirikan.  Ini untuk melawan Islamophobia akut yang sedang menyerang dunia saat ini. Itu pesan salah satu dosen UIR pada acara wisuda yag selalu kuingat”, lanjut Haskov.  

“ Ohiya aku dengar berita miring di Indonesia mentri agamanya menyamakan adzan sama berisiknya dengan gonggongan anjing, benarkah?”, tiba-tiba ia bertanya mengagetkan Farhan.yang sedang asyik mendengarkan ceritanya.

“ Oh sampai juga di sini ya beritanya? Miris bukan?”, ujar Farhan kesal.       

“ Aneh juga yaa … Indonesia kan mayoritas Muslim masak panggilan shalat disamakan dengan gonggongan anjing. Kalau kejadiannya disini mungkin masih bisa dimaklumi”, ucap Haskov prihatin.

Tak lama Sitta dan Rafi mendekat dan mengajak keduanya melanjutkan petualangan menjelajahi Red Square. Tak cukup 1 hari untuk menikmati objek wisata nomor 1 Moskow tersebut sekalipun sejak pagi hari. Apalagi di musim dingin dimana matahari lebih cepat terbenam.

“ Jika tertarik sejarah kalian bisa masuk ke museum di depan kalian itu, namanya Museum Sejarah Negara. Museum tersebut adalah salah satu museum terpenting di kota ini. Mungkin bisa disetarakan Musee du Louvre di Paris Perancis. Koleksinya diperkirakan mencapai 4,3 juta barang”, Haskov berkata sambil menunjuk sebuah bangunan megah di depan mereka.

“ Kapan-kapan aja kali yaa  .. hari ini kita lihat-lihat dari luar dulu”, usul Rafi.

Hingga menjelang malam mereka berada di tempat yang nyaris tak pernah sepi dari turis lokal maupun mancanegara itu tidak peduli dingin yang menggigit.

********************.

Dua tahun berlalu. Farhan dan Rafi telah menyelesaikan kuliah mereka tepat waktu. Rafi langsung kembali ke tanah air dan sedang menanti panggilan pekerjaan. Farhan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu S2 ekonomi syariah di universitas Durham Inggris. Sitta di tahun ke 3 universitas Moskow. Sementara Haskov sedang menyelesaikan tugas akhirnya di fakultas ushul fiqih universitas Al-Azhar Kairo.

“ Haskov, melalui dirimu Rafi mendapat hidayah. Beberapa hari lalu ia mengabarkan bahwa ia telah bersyahadat. Menurutnya persahabatan kita selama 2 tahun ini telah membuka hatinya. Ia sangat berterima-kasih padamu yang secara tak langsung telah mengenalkan Islam padanya. Aku jadi malu sendiri bertahun-tahun berteman dengannya tapi tidak mampu memberinya kesan yang baik tentang Islam. Sementara kamu seorang minoritas di negri bekas komununis bisa konsisten menjalankan Islam”,  tulis Farhan melalui email yang ditujukan kepada Haskov.

“ Masya Allah Allahu Akbar … Hidayah milik Allah, diberikanNya kepada yang Ia kehendaki  … sungguh senang mendengarnya  … kabar baik juga datang dari ibuku … Kemarin ia bersyahadat di masjid katedral Moskow … Alhmdulillah  … sayang ayahku masih belum tergerak .. menurutnya wine terlalu nikmat untuk ditinggalkan .. hayyaa … persis pernyataan Vladimir I dari Kiev, tsar Rusia yang pernah diajak masuk Islam oleh seorang sultan Abbasiyah”, jawab Haskov.

“ Alhamdulillah … selamat untuk ibumu, semoga istiqomah. Sampaikan salam hormatku. Mengenai ayahmu, semangat Haskov, jangan pernah putus asa. Tahukah kau, Sitta mau mengenakan jilbab aku yakin juga tidak terlepas dari peranmu. Ia sangat mengagumimu. Aku titip sekembalimu ke Moskow ya … Trimakasih sebelumnya … Jazakallah”, balas Farhan lagi mengakhiri email-nya.

***************

Jakarta, 28 Februari 2022.

Vin AM.

Islam adalah agama yang paling pesat perkembangannya di Eropa dan Amerika Serikat.” —New York Times

Lembaga riset asal Amerika Serikat (AS) Pew Research Center (PRC) memprediksi, Islam akan menjadi agama terbesar di dunia pada 2075. Hal ini terjadi seiring dengan terus bertambahnya kelahiran di keluarga Muslim. Hasil riset yang dilansir the Guardian, beberapa waktu lalu itu juga menyebut, selama dua dekade mendatang jumlah bayi yang lahir dari keluarga Muslim akan menyalip jumlah bayi yang lahir dari keluarga Kristen.

Pada 2020, jumlah Muslim mencapai kurang lebih 25 persen dari sekitar 7.7  miliar jiwa penduduk dunia. Pertumbuhan Islam itu, harus diakui banyak disumbang dari proses perpindahan iman (mualaf) yang mulai marak pasca tragedi 9/11 di Amerika. Namun sejatinya perpindahan iman tersebut telah terjadi jauh sebelum itu. Berikut 5 tokoh mualaf manca negara yang mampu membawa perubahan dalam sejarah dunia.

1.  Berke Khan (1209- 1266), penakluk Eropa Timur dari Mongol.

Berke Khan adalah cucu Jenghis Khan, penakluk kenamaan Mongol.  Ia adalah orang Mongol pertama yang memeluk Islam. Ia berkuasa pada tahun 1257 hingga syahidnya di medan perang pada 1266. Kekuasaannya meliputi Rusia, Bulgaria, Rumania dan wilayah Kaukasus. Selanjutnya Berke memperluas kekuasaannya hingga ke Polandia dan Lithuania.

Berke bersama saudaranya Batu Khan, mendapatkan mandat untuk menaklukan Eropa Timur, bersamaan dengan Hulaghu Khan, cucu Jengis Khan lain yang mendapatkan tugas untuk menaklukan Asia Tengah dan Timur Tengah  yang ketika itu dibawah kekuasaan dinasti Muslim Abbasiyah.

Dalam perjalanannya menuju Rusia, rombongan Berke berpapasan dengan kafilah dagang Muslim di kota Bukhara. Pasukannya lalu menginterogasi mereka, dan Berke sangat terkesan oleh keberanian, ketenangan, dan ketangkasan ulama yang menjadi juru bicara dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan pasukannya. Berkepun kemudian memeluk Islam, diikuti banyak pengikutnya.

Pada saat yang sama ia mendengar berita kebrutalan yang dilakukan Hulaghu pada saat menaklukan wilayah dinasti Abbasiyah. Sepupunya itu melakukan pembantaian terhadap penduduk yang tidak berdosa, merusak warisan ilmu yang dimiliki, serta menghancurkan berbagai bangunan bersejarah. Berke sangat marah dan kecewa bercampur malu.

Maka ketika Syaifudin Qutuz, sultan Mamluk penguasa Mesir, memintanya untuk membantu menghadapi pasukan Hulaghu, Berke dengan senang hati mengabulkan permintaan tersebut. Di kemudian hari pasukan gabungan Berke dan Mamluk dalam perang Ain Jalut yang fenomenal tersebut dikenang sebagai penyelamat dunia Islam dari kebrutalan bangsa Mongol. Mereka berhasil menghentikan laju pasukan  Hulaghu dan mempertahankan wilayah Mesir, Syria, dan Hijaz dari serangan pasukan Mongol yang kejam.

2. Zaganos Pasha ( 1446 – 1461 M), penasehat Sultan Muhammad al-Fatih.

Zaganos Pasha adalah seorang penganut Kristen asal Albania. Ia direkrut menjadi Yenicheri, pasukan elit kesultanan Turki Utsmani. Seperti Yenicheri lainnya, ia dibekali ilmu agama Islam, administrasi pemerintahan, dan pelatihan militer. Ia ditunjuk menjadi mentor dan penasihat calon raja ketujuh Dinasti Utsmani Sultan Muhammad al-Fatih yang ketika itu masih sangat belia.

Saat al-Fatih dilantik sebagai raja Utsmani, Zaganos yang juga masih relative muda diangkat menjadi seorang menteri. Zaganos selalu dilibatkan dalam semua urusan negara, terutama rencana penaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453. Dalam pengepungan Konstantinopel, pasukannya yang pertama kali berhasil mencapai menara benteng yang dikenal sangat kokoh tersebut. Zaganoslah yang menancapkan bendera Turki di atap Menara. Dan atas prestasinya itu, salah satu menara di benteng Konstantinopel dinamakan dengan namanya yaitu Menara Zaganos Pasha.

Zaganos dikenal sangat loyal dan penuh semangat. Ia berhasil membantu mengembalikan tekad dan semangat para pasukan yang pada saat itu sempat dilanda keputus-asaan karena selama beberapa bulan pengepungan tidak juga  berhasil membobol pertahanan kota bersejarah tersebut. Peninggalan-peninggalan Zaganos masih tersisa di wilayah Edrine berupa masjid, dapur umum, dan pemandian umum. Sayang awal ke-Islam-an Zaganos tidak diketahui secara umum. 

3. Ibrahim Muteferrika (1674 – 1745 M), duta dinasti Turki Utsmani untuk Prancis dan Swedia

Ibrahim Muteferrika adalah seorang berdarah Hungaria yang di kemudian hari memeluk Islam. Ia menjabat sebagai duta dinasti Turki Utsmani untuk Prancis dan Swedia pada saat dinasti tersebut sedang mengalami stagnansi inovasi.

Usai tugas di kedua negara Eropa Barat tersebut, Muteferrinka kembali ke Istanbul membawa ide Renaisans dan penggunaan mesin cetak. Dengan bantuan alat tersebut ia berhasil mengkopi atlas, kamus, dan buku-buku Islam.  Di antara banyak karya yang dicetaknya, ada atlas buatan ahli geografi terkenal Katip Çelebi yang dibuat pada tahun 1728. Atlas tersebut memuat ilustrasi dunia dengan detail dan tingkat presisi yang mengagumkan untuk ukuran saat itu. Satu diantara isi dari serial Cihannuma (Geografi Alam Semesta) yang diilustrasikan oleh  buku peta cetakan pertama tersebut adalah peta Indonesia.  

Muteferrinka juga menulis dan mencetak buku-buku dengan berbagai topik, seperti sejarah, teologi, sosiologi, dan astronomi. Muteferrika meninggal di Istanbul. Patungnya hingga kini berdiri tegak di Sahaflar Çarşısı, Grand Bazaar,  Istanbul.

4. Alexander Russel Webb (1846 – 1916 M), diplomat Amerika.

Di akhir abad 19, dunia jurnalistik Amerika mulai memasuki era baru. Pengaruh dunia tulis-menulis sangat besar dan efektif dalam membentuk opini di masyarakat. Salah seorang yang berperan dalam perkembangan tersebut adalah Alexander Russel Webb.

Webb dilahirkan dari orang-tua beragama Kristen, namun semakin hari agama tersebut malah menimbulkan keraguan baginya, hingga hilanglah kepercayaannya dengan agamanya tersebut. Setelah kepercayaan terhadap agama Kristen hilang, ia mulai membuka diri dan mempelajari agama-agama selain Kristen.

Penunjukkan dirinya sebagai seorang pejabat kedutaan Amerika di Philipina pada tahun 1887, makin membuka ketertarikannya pada Islam. Ia mengawalinya ke-Islam-annya melalui paham Ahmadiyah. Namun ia terus belajar dan memperdalam ke-Islam-annya dengan menuntut ilmu ke berbagai negeri Islam dan bertemu dengan para ulama sehingga ia mendapatkan pemahaman yang baik tentang Islam dan terlepas dari pengaruh Ahmadiyah.

Tahun 1893, ia mengundurkan diri dari dunia diplomatik dan kembali ke Amerika. Di negeri Paman Sam inilah ia memulai dakwahnya menyeru kepada Islam. Dengan kemampuan jurnalistiknya, ia menulis sejumlah buku dan kolom-kolom opini di media masa menjelaskan kepada masyarakat Amerika tentang Islam. Di awal abad 20, ia semakin dikenal sebagai seorang Muslim yang giat dan vokal dalam mendakwahkan Islam di Amerika, bahkan Sultan Utsmani, Sultan Abdul Hamid II, memberinya gelar kehormatan dari kerajaan sebagai apresiasi terhadap apa yang telah ia lakukan.

5. Muhammad Marmaduke Pickthall (1875-1936), jurnalis novelis Inggris.

Pickthall lahir dari keluarga kelas menengah Inggris dengan nama William Pickthall. Ayahnya adalah seorang pendeta Anglikan yang meninggal ketika ia masih kanak-kanak. Pada usia muda Pickthall mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap ilmu Bahasa termasuk bahasa Arab. Ia berharap suatu saat bisa memperoleh pekerjaan sebagai seorang konsuler di Palestina. Di usianya yang belum genap 18 tahun, ia memutuskan untuk berlayar ke Port Said, Mesir.

Perjalanan ke Port Said ini menjadi awal mula petualangannya ke negara-negara Muslim di kawasan Timur Tengah dan Turki. Keahliannya dalam berbahasa Arab telah memikat penguasa Ottoman. Atas undangan dari pihak Kesultanan Ottoman, Pickthall yang kala itu belum menjadi seorang Muslim, mendapat tawaran untuk belajar mengenai kebudayaan Timur. Hasinya, selama masa Perang Dunia I tahun 1914-1918, ia banyak menulis surat dukungan untuk Turki Usmaniyah.

Setelah akhirnya memutuskan memeluk Islam pada tahun 1917, Pickthall aktif dalam berbagai kegiatan dakwah.  Ia mempunyai cita-cita besar untuk menterjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Inggris. Ia berkeyakinan adalah tanggungjawab semua umat Muslim untuk memahami Al-Quran secara utuh. Cita-cita mulia tersebut  akhirnya terealisasi 11 tahun kemudia, yaitu pada tahun 1928.

Karya Pickthall ini menjadi karya pertama penulisan makna Al-Quran dalam bahasa Inggris oleh orang Inggris asli. Karya mulia tersebut tercatat sebagai salah satu dari dua karya terjemahan Al-Quran dalam bahasa Inggris yang sangat populer. Karya lainnya ditulis oleh Abdullah Yusuf Ali dari India.

Terjemah Al-Quran ke dalam Bahasa Inggris juga pernah dilakukan seorang mualaf, yaitu Leopold Weiss ( Muhammad Asad), jurnalis asal Austria/Hungaria yang tadinya memeluk Yahudi. Asad bahkan melengkapi terjemahan yang berjudul “The Message of the Qur’an” itu dengan tafsir singkat berdasarkan pengetahuannya dalam bahasa Arab klasik dan tafsir-tafsir klasik. “Road To Mecca” adalah salah satu buku tulisannya yang terkenal.

Akhir kata semoga Islam terus berkembang menyinari seluruh sudut-sudut dunia yang fana ini, aamiin yaa robbal ‘aalamiin.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 14 Februari 2022.

Vien AM.

Diambil dari beberapa sumber:

https://rmol.id/read/2020/04/07/429203/mengenang-berke-khan-muslim-mongol-pertama-penyelamat-dunia-islam

https://republika.co.id/berita/ocdg6b313/4-mualaf-ini-pengaruhi-sejarah-dunia

https://republika.co.id/berita/q65cfd440/muhammad-marmaduke-pickthall-sang-mualaf-penerjemah-alquran