Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Kisah Keteladanan Rasulullah’ Category

Muslimahdaily – Suatu hari Rasulullah bertemu dengan seorang Arab Badui. Beliau segera mengambil kesempatan untuk mendakwahinya. Nabiyullah pun memanggil si pria Badui dan berkata,

Wahai orang Badui, engkau hendak ke mana?” sapa nabi.

Pulang ke rumah,” ujarnya singkat.

Rasulullah kemudian bertanya lagi, “Apakah kau ingin kebaikan?”

Pria Badui itu pun penasaran, “Kebaikan apa?

Nabiyullah lalu berkata, “Engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, dan bersaksi bahwa aku adalah utusan-Nya.”

Arab Badui itu pun tak lekas bersyahadat. Ia tak mudah percaya meski yang diajak bicara adalah Al Amin. Ia lantas menanyakan sebuah bukti ataupun saksi.

Siapa yang menjadi saksi atas apa yang kau katakan itu?” tanyanya.

Pohon ini,” Rasulullah menunjuk sebuah pohon, ada yang berpendapat bahwa itu adalah pohon kurma. Pohon itu berdiri tegak di atas akarnya, di tepi sebuah lembah.

Begitu Rasulullah menunjuknya, pohon itu tiba-tiba bergerak. Dengan ajaib, pohon kurma itu berjalan menuju Rasulullah kemudian berhenti tepat di hadapan nabiyullah. Pohon itu pun kemudian merunduk di hadapan sang kekasih.

Rasulullah lalu meminta pohon tersebut untuk bersaksi tiga kali sebagaimana sabda beliau. Yakni bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah. Pohon itu pun melakukannya. Ia bersyahadat tiga kali.

Setelah itu, Rasulullah menyuruh pohon itu kembali ke tempatnya. Ia menuruti dan berjalan kembali ke tepian lembah. Arab Badui yang menyaksikan begitu terkejut. Ia menyaksikan keajaiban mukjizat Rasulullah dengan mata kepalanya. Pria Badui itu pun kemudian bersyahadat di hadapan nabi, saat itu juga.

Kisah tersebut diketahui dari beberapa hadits. Salah satunya hadits dari Ibnu Abbas dan diriwayatkan oleh At Tirmidzi.

Mukjizat Rasulullah

Persaksian sebuah pohon kurma hanyalah salah satu mukjizat yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad. Rasulullah memiliki mukjizat yang lebih besar dan lebih banyak. Bahkan mukjizat nabiyullah menandingi mukjizat-mukjizat para nabi sebelum beliau.

Sebagian ulama berpendapat bahwa mukjizat Rasulullah mencapai jumlah 3 ribu. Angka tersebut belum termasuk mukjizat Al Qur’an yang di dalamnya terdapat 60 atau 70 ribu mukjizat. Belum termasuk pula setiap perilaku, ucapan, dan sirah Rasulullah yang sejatinya menyimpan keajaiban dan kebenaran akan dakwah Islam.

Hal ini sebagaimana ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Ia berkata, “Ayat-ayat dan petunjuk yang menunjukkan kenabian Nabi kita Muhammad sangatlah banyak dan beragam, lebih banyak dan lebih agung daripada ayat-ayat nabi sebelum beliau. Perjalanan hidup Rasulullah sesungguhnya termasuk tanda kenabian. Demikian pula akhlak, sabda, perbuatan, syariat, umatnya, dan karamah-karamah orang-orang saleh dari umat beliau, semua itu termasuk ayat (tanda kenabian) beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Senada, Al Qadhi Iyadh pun menuturkan bahwasanya Nabi Muhammad merupakan nabi yang paling banyak mukjizatnya. Karena jumlahnya yang sangat banyak itu, sampai-sampai tak ada yang mampu menghitungnya. Al Qadhi berkata,

“Beliau adalah rasul yang paling banyak membawa mukjizat, paling menakjubkan tanda (kerasulannya), dan paling tampak bukti (kerasulannya)… Tidak ada tulisan yang mengumpulkan semua mukjizat beliau yang sangat banyak itu. Bahkan, satu saja dari mukjizat beliau, yaitu Al Qur’an, tidak ada yang bisa menyebutkan jumlah mukjizat yang terkandung (di dalamnya) dengan angka seribu, dua ribu, atau lebih.”

Masya Allah, betapa menakjubkan pengutusan Muhammad sebagai nabi dan Rasul. Maka sungguh buta orang-orang yang enggan beriman kepada beliau. Mengingat telah terang pada diri beliau sederet mukjizat yang tak terhitung jumlahnya.

Bahkan sebatang pohon pun mengaku beriman kepada nabi, sebagaimana kisah di atas. Jika pohon yang tak dianugerahi akal saja bisa memahami dan meyakini kerasulan Muhammad, bagaimana mungkin manusia yang berakal tak bisa mengimaninya?.

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 24 Januari 2021.

Vien AM.

Dikutip dari : https://muslimahdaily.com/story/nabi-rasul/item/1981-mukjizat-rasulullah-dan-kisah-pohon-yang-berjalan.html

Read Full Post »

Logo Muhammad sawPara sahabat sangat mencintai dan menghormati Nabi Muhammad SAW, mereka dapat menjaga sikap dan ahklak di hadapan Rosululloh SAW. Namun ada salah seorang sahabat bernama Nu’man bin Amru. Seluruh penduduk kota Madinah mengenal betul siapa Nu’man bin Amru. Pribadinya yang konyol suka bercanda dan mengerjai orang. kadang bercandanya Nu’man sangat keterlaluan.

Para sahabat sudah sering dikerjai oleh kekonyolan Nu’man ini. Bahkan Rosulullohpun diperlakukan dengan tidak hormat oleh Nu’man. Bedanya kalau para sahabat marah begitu dirinya dikerjai oleh kekonyolan Nu’man namun Rosululloh Saw tidak pernah marah akan perlakukan Nu’man tersebut.

Berulangkali para sahabat menasehati Nu’man agar tidak berbuat konyol kepada Rosululloh, karena Rosululloh adalah kekasih Alloh yang harus dihormati dan di muiakan. Tetap saja Nu’man selalu melakukan kekonyolan kepada Rosululloh dan sedikitpun nabi tidak marah kepada Nu’man. Bahkan Rosul membimbing Nu’man untuk meninggalkan sikap mengerjai orang.

Suatu hari dikota Madinah lewatlah pedagang madu yang menjajakan dagangannya. Sudah beberapa hari ini dagangannya tidak ada yang membeli. Pedagang madu tersebut begitu putus asa bercampur kesal. Wajahnya terlihat pucat, bajunya lusuh. Melihat hal itu Nu’man merasa ibah hatinya. Nu’man berniat menolongnya untuk membeli madu tersebut namun dia tidak memiliki uang.

Akhirnya muncullah sifat kekonyolannya untuk mengerjai seseorang. Dia panggil pedagang madu.

”Pak, sahabatku ingin membeli madu dan itu rumahnya”, sambil menunjuk rumah Rosululloh SAW. Lalu Nu’man mengetuk pintu rumah Rosullulloh sambil membawa madu. Rosulpun mempersilahkan Numan untuk masuk kedalam.

“Ya Rosul ini aku bawakan madu untukmu, sebagai hadiah dariku” kata Nu’man.

Setelah memberikan madu tersebut Numan pun pamit untuk pulang. Nu’man lalu menemui pedagang madu tersebut sambil berkata,

”Maaf saya mau pergi dulu ada urusan penting yang harus saya selesaikan, sahabatku sebentar lagi keluar dan membayar madumu”, lalu bergegas pergi.

Setelah sekian lama menunggu pedagang tersebut kesal, dan mengetuk dengan keras rumah Rosululloh SAW sambil berteriak,

”Wahai penghuni rumah, madu saya belum dibayar !!”.

Tentu saja Rosululloh kaget mendengar teriakan tersebut. Rosululloh tersenyum dan menyadari bahwa dirinya telah dikerjai oleh Nu’man bin Amru. Lalu Rosulpun memberikan uang pembayaran madu kepada si pedagang madu.

Hingga suatu hari Rosululloh bertemu dengan Nu’man bin Amru. Sambil tersenyum menahan tawa Rosul menegur Nu’man,

”Wahai Nu’man apa yang telah kau lakukan pada keluarga Nabi-Mu?”.

Dasar Nu’man seorang yang konyol mendengar teguran dari Rosul hanya nyengir dan berkata,

”Ya Rosululloh, saya tahu kau suka sekali madu. Saya ingin sekali membelikanmu madu dan menghadiahkannya padamu. Tapi waktu iti saya tidak punya uang sama sekali. Jadi saya hanya bisa mengantarkan madu itu ketanganmu. Semoga saya di beri hidayah Alloh atas kebaikan tersebut”, kata Nu’man.

Mendengar jawaban sahabatnya yang konyol tersebut, Rosululloh tidak marah bahkan mendo’akannya.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 26 Maret 2018.

Vien AM.

Diambil dari : https://sachrony.wordpress.com/2008/09/17/kisah-sahabat-rosululloh-yang-konyol/

Read Full Post »

cropped-p1010783.jpgDi Kota Syam (Syiria) ada seorang pendeta Yahudi yang sangat membenci Rasulullah Muhammad Saw. Pendeta tersebut mempunyai sebuah kegiatan kerohanian yang diadakan tiap Sabtu, dan dihadiri puluhan ribu jema’at.

Suatu saat ketika ia sedang mempersiapkan materi yang akan diajarkan, ia menemukan sejarah keagungan Nabi Muhammad saw dalam kitab Taurat yang dibacanya. Semula terdapat delapan tempat dimana sejarah Rasulullah tertulis dalam kitab agungnya orang Yahudi itu. Karena rasa bencinya kepada Rasulullah, ia merobek delapan tempat tersebut.

Pada hari Sabtu berikutnya (pekan kedua) di kesempatan yang sama ia menyiapkan materi kitab Taurat yang akan diajarkan kepada murid-muridnya. Ia kembali menemukan keterangan dalam kitab tersebut yang menjelaskan tentang sejarah Rasulullah saw pada 16 tempat dan semuanya itu juga ia robek. Kemudian pada pekan hari Sabtu berikutnya (pekan ketiga) saat ia mempersiapkan materi untuk pengajian kitab Tauratnya, kembali ia menemukan 24 tempat dalam kitab tersebut yang menceritakan tentang Rasulullah saw dan semuanya pun juga dirobeknya.

Namun apa yang telah ia lakukan membuat ia menjadi penasaran ingin bertemu dengan Rasulullah Muhammad saw. Ia berpikir jarak antara daerahnya (Syam) dan Kota Madinah adalah perjalanan selama 30 hari (menggunakan onta), sehingga perjalanan itu harus meninggalkan kegiatan rutinnya paling tidak 8 kali pertemuan.

Beberapa orang murid mencoba untuk mengingatkan sang pendeta Yahudi tersebut, “Sebaiknya tuan pendeta tidak menemui Muhammad, karena siapapun orang yang bertemu dengannya pasti akan tunduk padanya, kalau nanti anda tunduk kepada Muhammad, lalu siapa yang nantinya memimpin kami ?”. Mendengar nasehat tersebut pendetapun mengurungkan niatnya pergi ke Madinah untuk menemui Muhammad .

Namun karena penasaran, sepekan kemudian sang pendeta kembali mengutarakan keinginannya yang tertunda tersebut.  Tapi kembali murid-muridnya melarangnya. Hal tersebut terulang tiga kali. Hingga akhirnya pendetapun berkata: ”  Atas kebesaran Nabi Musa dan Kitab Taurat saya harap kalian memperkenankan saya bertemu Muhammad”. Dan para muridpun akhirnya merelakan pendetanya pergi menemui Nabi besar Muhammad saw.

Singkat cerita, berangkatlah sang pendeta ke Madinah. 30 hari kemudian, setiba di pintu gerbang kota, sang pendeta berjumpa seorang lelaki tampan, berkulit putih, berbadan tinggi dan berbaju serba putih. Ia mengira bahwa lelaki itu adalah Muhammad, iapun menyapanya : “Assalamu Alaika yaa Muhammad”.

Namun tanpa disangka, lelaki itu tiba-tiba menangis tersedu-sedu begitu mendengar sapaan tersebut. Si pendeta terheran-heran. Tak lama laki-laki itupun mendekati si pendeta dan menanyakan asal sang pendeta “Anda dari mana ?”. “Saya dari tempat yang jauh, dari Syam dan saya ingin bertemu Muhammad” jawab si pendeta.

Mendengar jawaban tersebut, laki-laki itupun segera mengantarkannya ke Masjid Nabawi.
Di depan pintu masjid pendeta yang sudah tak sabar lagi bertemu Rasulullah segera mengucapkan salam “Assalamu’alaikum, Assalamu Alaika Yaa Muhammad”.

Seketika semua sahabat yang berada di dalamnya menangis tersedu-sedu. Ia semakin kaget karena setiap ia mengucapkan salam kepada penduduk Madinah mereka langsung menangis. Ketika suasana masjid makin penuh disesaki isak suara tangis, sahabat Ali bin Abi Thalib segera menemuinya dan terjadilah percakapan :

Ali ra : “ Anda dari mana ?”
Pendeta : “ Saya dari tempat yang jauh, kota Syam”
Ali ra: “Ada keperluan apa anda kemari ?”
Pendeta : “Saya ingin bertemu Muhammad”,
Ali ra : “ Terlambat…! Seminggu yang lalu beliau wafat,”
Pendeta (sambil penuh penyesalan) : “Kalau begitu saya ingin melihat jubahnya!”

Ali ra lalu menyuruh sahabat Bilal bin Rabah untuk mengambilkan jubah Nabi di rumahnya. Sesampai di depan pintu rumah, Bilal berkata “ Wahai Sayyidah Fatimah, ada tamu ingin melihat jubah Rasulullah, saya disuruh sahabat Ali untuk mengambilkan jubah itu untuknya,”.

Sayyidah Fatimah segera membuka lemari tempat jubah disimpan. Putri bungsu Rasulullah itu langsung menangis teringat bau harum tubuh ayahandanya tercinta. Diciuminya jubah tersebut, sebelum beliau berikan kepada Bilal. Bilalpun kemudian menangis sambil membawanya ke masjid Nabawi. Dan begitu Bilal sampai di masjid, semua sahabat yang berada di dalam masjid menangis teringat Rasulullah saw.

Setelah Bilal menyerahkan jubah kepada Ali, Ali segera memberikan jubah tersebut kepada sang pendeta, yang segera menciuminya seraya berkata “ Ternyata benar, dialah utusan Allah, beginilah bau harum Nabi Muhammad saw seperti yang disampaikan dalam kitab Taurat !“.

Dan ketika jubah itu ia hamparkan, ia melihat dua belas tambalan pada jubah tersebut, sesuai dengan apa yang diterangkan dalam kitab Taurat. Sang pendetapun makin yakin bahwa orang yang baru seminggu meninggal dan ditangisi semua orang itu adalah Muhammad yang tertulis dalam kitabnya, dan ia adalah utusan Allah.

syahadat“ Wahai sahabat Ali, bagaimana cara saya bisa masuk Islam ?”, tanya pendeta.

Katakanlah, Asyhadu an Laa Ilaaha Illa Allah, Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah” jawab Ali, lembut.

Sang pendeta segera mengikuti ucapan Ali ra. Maka resmilah ia menjadi seorang Muslim.

“ Wahai sahabat Ali! Aku ingin berziarah makam Rasulullah Muhammad Saw”, pintanya tak lama setelah ia bersyahadat.

Ali lalu menyuruh sahabat Bilal untuk mengantarkannya ke makam Rasul. Sesampainya di sana sang bekas pendeta mengangkat kedua tangannya seraya berkata :

Yaa Allah.. !  Aku ingin bertemu Nabi Muhammad, namun kini aku sudah terlambat, dan aku ingin agar engkau mempertemukanku dengannya di alam barzakh, mohon matikanlah aku !”.

masjid nabawiTiba-tiba iapun terjatuh dan langsung meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Para sahabat kemudian memakamkan mantan pendeta tersebut di pemakaman  Baqi, tak jauh dari masjid Nabawi dimana Nabi yang tadinya dibencinya itu dimakamkan.

Begitulah Allah berkehendak memberikan hidayah kepada seorang pendeta Yahudi yang sangat membenci Rasulullah saw, melalui ayat-ayat yang tertulis dalam kitab Taurat.

Wallahu’alam bish shawwab.

Jakarta, 13 Maret 2017.

Dikutip dari :

http://majelisdzikirtqnkampus.blogspot.co.id/2016/09/sepenggal-kisah-pendeta-yahudi-pembenci.html

Read Full Post »

muhammad sawAda pepatah yang mengatakan “tak kenal, maka tak sayang”. Hal ini juga berlaku dalam hal meneladani nabi-nabi kita yang senantiasa mengajarkan kita kebaikan. Dengan membaca kisahnya, kita dapat meneladani bagaimana sikap dan sifat, serta hikmah di setiap kisahnya. Nah, berikut ini adalah kisah keteladanan nabi kita, yakni Rasulullah Muhammad SAW. Yuk, simak kisah beliau berikut ini.

Suatu pagi Rasulullah mengamati bajunya dengan cermat, bajunya ternyata sudah usang dan perlu diganti, baju yang tidak pernah beristirahat. Meskipun saat itu Rasulullah hanya punya sedikit uang, Nabi Muhammad SAW dengan rida pergi ke pasar dengan hanya berbekal 8 dirham untuk berbelanja.

Di tengah perjalanannya menuju pasar, Rasulullah menemukan seorang wanita yang tengah menangis. Setelah ditanyakan kepada wanita itu kenapa dia menangis, wanita tersebut bilang bahwa dia kehilangan uang yang dia bawa. Mendengar hal itu, Rasulullah memberikan wanita itu uangnya sebanyak dua dirham, dan beliau berhenti sebentar untuk menenangkan wanita itu.

Setelah itu, Rasulullah kembali bergegas melanjutkan perjalanannya menuju pasar yang semakin ramai. Di sepanjang lorong pasar itu banyak sekali masyarakat yang menegur dan menyampaikan salam dengan hormat kepada beliau, beliau juga selalu menjawab dan memberikan mereka salam. Sesampainya di pasar, beliau langsung menuju tempat di mana penjual pakaian berada, lalu dibelinya sepasang baju dengan harga empat dirham.

Selepas membeli pakaian, di perjalanan pulang beliau bertemu dengan seorang tua yang compang-camping pakaiannya, dan benar-benar tidak layak untuk dikenakan. Orang tua tersebut dengan iba memohon kepada Rasulullah agar diberikan sepotong baju untuk dikenakannya. Rasulullah yang memang berhati lembut dan pengasih itu tidak tahan melihat keadaan orang tua tersebut, lalu diberikannyalah baju yang baru saja beliau beli. Rasulullah kemudian bergegas kembali ke pasar dan membeli sebuah pakaian lagi seharga 2 dirham, tentu saja kualitasnya lebih jelek dan kasar daripada baju sebelumnya. Namun, Rasulullah tetap pulang dengan gembira membawa pakaian barunya itu.

Tidak lama beliau berjalan pulang keluar pasar, ditemuinya lagi wanita yang menangis tadi, sekarang wanita itu terlihat kebingungan dan gelisah. Rasulullah lalu menghampirinya, dan bertanya kepada wanita itu. Wanita itu menjawab:

Ya Rasulullah, hamba merasa takut untuk pulang. Hamba terlambat pulang dari batas waktu yang majikan hamba berikan, hamba takut majikan hamba akan marah jika hamba pulang nanti.”

Mendengar hal tersebut, Rasulullah lalu menyatakan akan mengantarkannya. Wanita itu kemudian berjalan pulang, dan Rasulullah mengikutinya dari belakang. Hati wanita tersebut merasa tenang karena Rasulullah pasti akan melindungi dirinya. Wanita itu yakin majikannya akan memaafkannya karena kepulangannya, atau bahkan mungkin akan berterima kasih karena membawa kebaikan bersama dengan kedatangan Nabi dan Rasul mereka.

Sampailah beliau ke perkampungan kaum Anshar, dan segera menuju rumah majikan wanita tersebut.

Assalamu’alaikum warahmatullah” sapa beliau kepada orang-orang yang berada di rumah tersebut.

Namun, mereka semua diam tidak menjawab salam itu padahal mereka mendengarnya. Sebenarnya hati mereka diliputi rasa bahagia karena mendengar kedatangan Rasulullah, mereka merasa salam Rasulullah adalah berkah, dan mereka masih ingin mendengarkannya lagi. Ketika tidak terdengar jawaban, Rasulullah memberi salam lagi. Namun tetap tidak terdengar jawaban apapun, lalu Rasulullah mengulang salam untuk yang ketiga kalinya dengan suara agak lantang. Terdengar suara serentak menjawab salam beliau: “Wa’alaikumsalam warahmatullah.”.

Rasulullah merasa sangat heran dengan semua itu, beliau kemudian menanyakan pada mereka kenapa sebabnya. Lalu mereka mengatakan: Tidak ya Rasulullah. kami telah mendengar sejak tadi. Kami memang sengaja, kami ingin mendapat salam lebih banyak.”

Kemudian Rasulullah melanjutkan: Pembantumu ini mengatakan bahwa dia terlambat pulang, dan tidak berani pulang sendirian. Sekiranya dia harus menerima hukuman, akulah yang akan menerima hukuman sebagai penggantinya.”

Mendengar hal itu membuat mereka semua terkejut, kasih sayang serta budi pekerti Rasulullah begitu murni dan indah di hadapan mereka. Beliau ikhlas berjalan cukup jauh hanya untuk mengantarkan seorang hamba sahaya yang takut dimarahi oleh majikannya karena terlambat pulang, bahkan sampai memohonkan maaf baginya. Karena harunya, mereka pun berkata:

“Kami telah memaafkannya, bahkan berniat memerdekakannya saat ini juga. Kedatangannya kemari bersama Anda karena kami semata-mata mengharapkan rida Allah SWT.”

Budak itu merasa begitu senang, dan bersyukur atas karunia Allah SWT dan kebebasannya berkat Rasulullah. Setelah urusan tersebut selesai, Rasulullah SAW kemudian pulang dengan hati gembira. Beliau sibuk memikirkan peristiwa seharian itu, hari yang penuh berkah dan karunia Allah SWT. Rasulullah pun berkata:

Belum pernah ku temui berkah dan keanehan angka delapan sebagaimana hari ini. Uang delapan dirham yang sedikit ini mampu mengamankan seseorang dari ketakutan, dua orang yang membutuhkan, serta memerdekakan seorang hamba sahaya”.

Demikianlah kisah keteladannan Nabi Muhammad SAW. Dari kisah keteladanan Nabi di atas, kita diajarkan bagaimana meneladani Rasulullah dalam sikap dan sifat kesederhanaan, pandai bersyukur, mengasihi antara sesama, dan saling membantu meski di saat sulit sekalipun. Sekecil apapun kebaikan yang kita perbuat, sekecil apapun kemampuan yang kita sangka, ternyata bisa membawa manfaat yang besar bagi orang lain, dan tentunya menjadi amalan saleh bagi kita semua.

Read Full Post »