Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Untuk pertama kalinya sejak 1967, Masjidil Aqsho di Al-Quds (Yerusalem)  yang merupakan masjid tersuci ke 3 setelah Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, ditutup. Penutupan oleh otoritas Israel ini dimulai pada 28 Februari 2026  bertepatan dengan 10 Ramadhan 1447 H. Penutupan tersebut berlanjut hingga akhir Ramadhan membuat ribuan warga Palestina tidak bisa menunaikan shalat Iedul Fitri yang merupakan hari raya umat Islam terpenting disamping hari raya Iedul Adha.

Syekh Ekrima Sabri, khatib Masjid Al-Aqsho dan mantan mufti besar Yerusalem, mengeluarkan fatwa agar umat Islam melaksanakan shalat Ied di titik terdekat yang bisa dijangkau dari masjid tersebut. Namun, kehadiran militer yang masif di lorong-lorong Kota Tua membuat situasi tetap mencekam dan rawan bentrokan.

Penutupan dengan dalih keamanan yang diberlakukan tepat pada saat dimulainya serangan AS-Israel ke Iran tersebut tentu saja memicu kemarahan dan kesedihan tidak saja warga Yerusalem namun juga umat Islam seluruh dunia. Hamas menilai penutupan itu sebagai bagian dari kebijakan sistematis yang bertujuan memaksakan kendali penuh atas kompleks Al-Aqsha yang selama 60 tahun berada dibawah kendali otoritas Palestina.

Negara2 Arab tetangga seperti Yordania, Arab Saudi, Qatar, UAE, Kuwait, Bahrain dll segera mengutuk tindakan yang dinilai melanggar kesepakatan internasional tersebut. Sayangnya seperti juga tindakan brutal dan biadab yang selama ini dilakukan Israel terhadap Palestina, Gaza khususnya, Lebanon, Yaman dll hanya sekedar dikutuk tanpa tindakan nyata dan upaya serius untuk menghentikannya. Bahkan atas izin negara-negara teluk dimana pangkalan militer  AS bercokol, AS bisa leluasa menyerang Iran.

Itu sebabnya kemudian Iran menyerang balik pangkalan-pangkalan militer tersebut. Namun sayangnya sekali lagi, negara-negara teluk berpenduduk mayoritas Islam tersebut tidak mau trima,  dengan alasan serangan Iran menimpa sejumlah fasilitas vital meski Iran menyangkalnya. Belakangan terbukti bahwa itu adalah perbuatan sengaja AS !! Sungguh sebuah upaya adu domba yang tidak lucu.   

Ajaibnya lagi tanpa sedikitpun rasa malu Israel mengadu kepada PBB bahwa Iran telah melanggar perjanjian internasional dengan mengebom kota-kota Israel hingga mengakibatkan korban sipil. Lupa seolah dunia tidak melihat apa yang dilakukannya di Gaza dimana kota luluh lantak, puluhan ribu korban meninggal sebagian besar anak-anak dan perempuan.    

Di saat yang sama ketika perhatian dunia tersedot ke arah perang AS-Israel melawan Iran, pemukim Yahudi dengan dibantu tentara Israel seenaknya menyerobot lahan dan rumah penduduk Palestina di kota-kota Tepi Barat serta mengusir sang pemilik bahkan menganiaya dan membunuhnya. Mereka juga seenaknya memasuki area Masjidil Aqsho dan melakukan ritual agama mereka.

Begitupun Gaza yang katanya sedang dalam keadaan genjatan senjata, namun tak henti-hentinya pasukan Israel menjatuhinya bom hingga detik ini. Truk-truk bantuan makanan dan obat-obatan yang merupakan bagian dari perjanjian genjatan senjata  juga mengalami pemblokiran membuat rakyat Gaza terus menderita kelaparan akut dan kesengsaraan berkepanjangan.    

Sejumlah ulama spesialis akhir zaman, termasuk Shamsi Ali, imam besar asal Indonesia yang berdomisili di New York, Amerika Serikat, secara tegas menyatakan bahwa tindakan provokatif Israel merupakan usaha demi terwujudnya impian Zionis yaitu Israel Raya dengan Yerusalem sebagai ibukota. Lebih khusus lagi demi tegaknya kembali the Kingdom of David alias Temple of Solomon yang berdiri tepat di atas Masjidil Aqsha, persis prediksi Rasulullah s.a.w ribuan abad silam.  

Padahal perbuatan biadab dan kekejian yang dilakukan Yahudi Israel dibantu sekutu sejatinya AS yang sudah sangat keterlaluan itu, sesungguhnya hanyalah akan mempercepat datangnya siksaan dan hukuman Allah sebagaimana ayat 7 surat Al-Isra’ berikut,

Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”.

Ayat diatas memastikan akan lenyapnya bangsa Yahudi dari permukaan bumi ini. Maha Suci Allah yang memberitahukan kepada kaum Muslimin bahwa kaum Muslimin akan memasuki Masjidil Aqsa, sebagaimana pertama kali dahulu (di masa pemerintahan Umar bin Khathab r.a menaklukan bumi Palestina). Namun dengan catatan bila kaum Muslimin bersatu sebagaimana penaklukan pertama. Allah swt bahkan telah menjanjikan pertolongan dengan batu yang dapat berbicara.

“Kaum Yahudi nanti akan memerangi kalian. Akan tetapi, kalian (diberi kekuatan) menguasai (mengalahkan) mereka, kemudian (sampai) batu pun berkata, ‘Wahai Muslim, ada orang Yahudi di belakangku, bunuhlah dia.‘” (HR Tirmidzi No. 2236).

Dr. Bassam Nahad Jarrar dalam buku terjemahan “Kehancuran Israel tahun 2022” menguraikan bahwa dua janji Allah kepada Bani Israil yang diturunkan dalam kitab Taurat dan Al-Quran baru terlaksana sekali. Berarti masih akan terjadi sekali lagi. Menurutnya, dalam Kitab Taurat, Allah telah memutuskan bahwa bani Israil akan memasuki bumi yang diberkati, yaitu Palestina. Bahkan di sana mereka akan mendirikan pemerintahan. Tetapi kemudian mereka membuat kerusakan besar sehingga menyebabkan Allah swt menghukum mereka dengan cara mengirim hamba-hamba-Nya yang tangguh, itulah umat Islam. Setelah kerajaan mereka binasa, mereka diusir dan dicerai-beraikan.

Masalahnya, akankah umat Islam bersatu, dalam waktu dekat ini?? Sampai kapan umat Islam akan terus tunduk dan mengekor AS dan Israel yang saat ini memang sedang diberi Allah swt kejayaan yang menyesatkan??  Padahal negara-negara Nato sekutu dekat AS seperti Spanyol, Italia, Inggris, Perancis dan Jermanpun sudah menyatakan kemuakannya dan tidak ingin telibat perang melawan Iran. Dan Iranpun sudah secara terbuka mengajak negara-negara Muslim untuk bersatu melawan kejahatan AS dan Israel.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. ( Terjemah QS. Ali Imran (3):51).

Atau akankah Iran yang dengan gagah berani sendirian terus menghadapi Yahudi Israel hingga memborong balasan pahala tertinggi dari-Nya tanpa satupun kita mendapatkan bagian pahala? Alangkah meruginya !!! Karena sesungguhnya ketetapan Allah Azza wa Jala pasti terjadi meski tak satupun manusia di dunia ini berpartisipasi.

Kami tidak berniat hendak memerangi Abrahah karena kami tidak memiliki kekuatan untuk itu. Rumah suci itu ( Ka’bah) adalah milik Allah yang dibangun oleh nabi Ibrahim a.s.  Jika Allah  hendak mencegah penghancurannya itu adalah urusan Pemilik Rumah suci itu tetapi jika Allah hendak membiarkannya dihancurkan orang maka kami tidak sangggup mempertahankannya”.

Itulah jawaban pemuka Quraisy penguasa Mekah  penjaga Ka’bah, Abdul Mutthalib kakek Rasulullah Muhammad s.a.w atas tantangan Abrahah penguasa Yaman yang datang ke Mekah dengan pasukan gajahnya yang bertujuan menghancurkan Ka’bah. Maka Allah swt mendatangkan pertolonganNya sebagaimana terekam dalam surat Al-Fill berikut,

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka`bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)”.  

Akhir kata, semoga kita bisa mengambil hikmahnya, menjadi bagian kemenangan semampu kita meski hanya dengan doa yang sejatinya adalah senjata terkuat umat Islam, aamiin …

Wallahu’alam bi shawwab.

Jakarta, 26 Maret 2026 / 6 Syawal 1447 H.

Vien AM.

Read Full Post »

Pada Kamis 9 April 2026, tepat 40 hari setelah ditutup, penjajah Israel membuka kembali Masjidi Aqsho, Alhmdulillah wa syukurillah.  Hal ini dilakukan bersamaan dengan genjatan senjata antara AS-Israel vs Iran setelah perang berlangsung selama 40 hari. Memang karena alasan itulah Israel menutup masjid ke 3 tersuci tersebut. Selain Masjidil Aqsho mereka juga menutup gereja Makam Kudus yang merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Kristen, selama periode yang sama dan alasan yang sama.

Pembukaan kembali masjid tepat di waktu azan Subuh  tersebut disambut penduduk dengan perasaan lega. Banyak diantara mereka yang menitikan air mata dan melakukan sujud Syukur. Dengan berbondong-bondong mereka memasuki masjid untuk melakukan shalat Subuh berjamaah.  

Namun demikian patut dicermati bahwasanya masjid dibuka dan ditutup sesuka pihak penjajah Israel. Imam masjidil Aqsho memang sempat meminta perhatian kaum Muslimin agar ikut berpikir dan bertanggung jawab atas penutupan masjid tersebut. Namun nyatanya Masjidil Aqsho dibuka kembali  tanpa satupun campur tangan atau tekanan berarti dari kaum Muslimin.

Artinya bukan mustahil Israel suatu saat akan menutupnya kembali sesuka mereka. Apalagi beberapa hari sebelum Israel memutuskan membukanya, mentri Israel secara terbuka telah berani terang-terangan meminta dunia internasional agar umat Yahudi dapat melakukan ibadah di dalam masjid tersebut. Sebelumnyapun beberapa kali ia telah memprovokasi pemukim Israel melakukan hal tersebut. Bahkan pada Agustus 2024, di bawah perlindungan polisi Israel pula, ia memimpin ratusan orang Yahudi memasuki kompleks masjid Aqsho untuk melakukan ritual Yahudi. Dengan sesumbar ia juga mengatakan akan membangun rumah suci di kompleks tersebut.

Kita harus memenangkan perang ini. Kita harus menang dan tidak pergi ke perundingan di Doha atau Kairo,” serunya, menunjukkan jelas tujuan sebenarnya perang melawan Palestina.  

Sontak kementerian Luar Negeri Yordania tegas mengutuk hal tersebut, dan menyebutnya sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional. Yordania adalah penanggung-jawab situs-situs suci di Yerusalem termasuk kompleks Masjidil Aqsho. Hal itu disepakati pada perjanjian damai Yordania-Israel tahun 1994. Status tersebut diperkuat lagi dalam perjanjian Yordania-Palestina pada tahun 2013, yang menegaskan raja Yordania sebagai penjaga situs suci di Yerusalem yang bertugas melindungi, melestarikan, mengelola, dan mewakili kepentingan situs suci pada forum internasional.

Namun kenyataanya Zionis Yahudi Israel tidak pernah berhenti berusaha untuk mencaplok dan merubah status kompleks Masjidil Aqsho, bahkan semakin hari semakin mencolok. Sejumlah arkeolog melaporkan bahwa saat ini sebagian struktur Masjid Al-Aqsa berpotensi mengalami keruntuhan. Ini disebabkan aktivitas penggalian yang dilakukan otoritas Israel di sekitar kompleks suci dan kawasan Kota Tua Yerusalem. Dengan dalih penelitian arkeologis, sejak beberapa tahun terakhir, otoritas Israel secara sistematis menggali terowongan di bawah Al-Aqsa dan sekitarnya.

Lebih parah lagi tidak hanya kompleks masjid namun juga tanah Palestina secara keseluruhan. Ini terbukti dari beredarnya peta baru Israel dengan nama Israel Raya yang wilayahnya meliputi seluruh Israel, Tepi Barat, Gaza, Suriah, Yordania, Lebanon, Mesir dan Arab Saudi.

Jadi apa yang dituduhkan kepada Zionis Israel bahwa mereka sedang melakukan genosida terhadap rakyat Palestina memang sangat masuk akal. Pada akhir Januari 2026 jumlah korban meninggal tercatat mencapai 72 ribu padahal genjatan senjata diberlakukan sejak Oktober 2024. Sementara ribuan korban hilang tak berbekas tak dapat ditemukan hingga hari ini. Itupun masih terus bertambah karena hampir setiap hari secara sporadis tentara Israel terus melakukan pembunuhan hingga detik ini, tidak hanya di Gaza tapi juga di kota-kota Tepi Barat.      

Ditambah lagi dengan adanya Board of Peace buatan Trump serta adanya proposal  “Gaza Reconstitution, Economic Acceleration and Transformation Trust”, atau GREAT, yang berisi tentang rencana gila Trump untuk menyulap Jalur Gaza menjadi resor mewah Riviera Timur Tengah.

https://www.antaranews.com/berita/5078313/trump-siapkan-skema-relokasi-gaza-dengan-token-digital-dan-subsidi

Alasan AS dan Israel menyerang Iran pada akhir Februari lalu karena nuklir hanyalah mengada-ada. Persis yang pernah dilakukan AS terhadap Irak pada 2003. Ironisnya lagi serangan pertama ke Teheran tersebut menyasar sekolah anak perempuan usia SD hingga menewaskan ratusan siswanya. Demikian juga serangan Israel ke Lebanon yang dilakukan hanya selang beberapa jam usai genjatan senjata hingga memakan korban lebih 2000 rakyat sipil serta hilangnya ratusan kota/desa di Lebanon, tak syak lagi adalah bagian dari realisasi peta tersebut.        

Maka tak heran bila hari ini negara-negara sekutu Nato mulai menunjukkan keengganannya mengabulkan permintaan Trump agar membantu memboikot Iran. Sejak beberapa hari lalu orang nomor 1 AS tersebut memblokade selat Hormuz setelah gagalnya negosiasi antar ke 2 negara tersebut. Trump menyebutnya sebagai bagian upayanya untuk “mengambil kembali selat Hormuz” yang ditutup Iran, dan memboikot ekonomi Iran.

Anehnya justru negara-negara tetangga Timur Tengah berpenduduk mayoritas Islam yang malah bersekutu membela AS dan Israel. Termasuk juga negara kita tercinta Indonesia. Buktinya cukup banyak, diantaranya dengan tetap menjadi anggota BoP, pidato yang jelas mengatakan “ Israel harus dijamin keselamatannya”, tidak mengutuk langsung AS dan Israel atas gugurnya 3 prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB (UNIFIL)  di Lebanon Selatan, tidak spontan menyampaikan duka cita atas gugurnya pimpinan tertinggi Iran. Belakangan bahkan mengecam Iran keras kepala karena tidak mau tunduk kepada AS yang langsung dibalas pejabat Iran karena mereka punya martabat … Masya Allah ..  

Sejarah mencatat bagaimana nasib pemimpin negara yang tidak mau tunduk pada kemauan dan dominasi AS. Diantaranya adalah Fidel Castro dari Kuba (1961), Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi (1973), Saddam Hussein dari Irak (2003),  Muammar Gaddafi dari Libia (2011) dan terakhir Nicolas Maduro serta istri dari Venezuela ( 2026).

https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8412000/11-pemimpin-dunia-yang-pernah-dikudeta-atau-diserang-amerika-serikat.

Namun tampaknya baru kali ini ada seorang pemimpin yang berani secara terbuka mengecam perbuatan ala preman jalanan tersebut. Ia adalah Lukashenko, presiden Belarusia. Di dalam negri AS rakyat sudah mulai muak dengan prilaku presiden mereka. Demo “No King” yang ditujukan kepada kediktatoran Trump merebak di berbagai kota besar AS.

Sementara banyak pimpinan tertinggi negara-negara Barat seperti Spanyol, Irlandia, Norwegia, Belanda dll mengecam tindakan brutal Israel. Apalagi setelah parlemen Israel pada awal April ini mengesahkan undang-undang yang sangat kontroversial mengenai hukuman mati bagi tahanan Palestina tanpa perlu proses pengadilan. Untuk diingat,  jumlah tahanan Palestina di penjara Israel per April 2026 dilaporkan melampaui 9.600 orang termasuk perempuan dan anak-anak.      

Menjadi seorang pemimpin memang maha berat apalagi dalam pandangan Islam. Tanggung-jawabnya tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat.  Pemimpin harus bisa bersikap adil, jujur, dan tidak semena-mena, tidak boleh zalim. Pemimpin tidak boleh menyusahkan rakyat dan bangsanya.

”Sesungguhnya, dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.”(Terjemah QS. Asy-Syura : 42).

“Ya Allah, siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku kemudian dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia. Siapa yang mengemban tugas mengurusi umatku dan memudahkan mereka, maka mudahkanlah dia.” (HR Muslim).

Umar bin Khattab ra adalah contoh pemimpin terbaik yang pernah dimiliki dalam Sejarah Islam. Khalifah ke dua ini tidak saja piawai dalam memimpin negara yang wilayah kekuasaannya sangat luas, namun juga seorang ahli ibadah yang jujur, amanah dan sangat peduli kepada rakyatnya. Dibawah kekuasaannya Islam mencapai kejayaannya.

Pada masa itu pula Palestina dibawah panglima perang Khalid bin Walid ditaklukan dengan cara damai. Sang khalifah dengan pakaian lusuh datang dari Madinah dengan mengendarai kuda memasuki Yerusalem dengan hanya ditemani seorang ajudannya. Beliau datang untuk memenuhi permintaan Sophronius, patriarch (uskup agung) Yerusalem sekaligus panglima Romawi yang meminta agar perjanjian penyerahan Yerusalem ditandatangani langsung oleh sang khalifah.

Perjanjian tersebut menjanjikan jaminan keamanan penduduk Yerusalem. Tidak ada pertumpahan darah, tidak ada gereja yang dimusnahkan, tidak ada paksaan untuk memeluk Islam. Dan Umarpun memenuhinya hingga Sophroniuspun tanpa ragu menyerahkan kunci kota langsung ke tangan Umar. Penaklukan yang terjadi pada tahun 637 M (15 H) inilah yang membuka jalan bagi penyebaran Islam di Palestina dan menjadikannya wilayah aman di bawah naungan kekhalifahan Islam.

Demikian juga dengan Shalahuddin Al-Ayyubi, penguasa Mesir yang menaklukkan Palestina untuk kedua kalinya. Penaklukan berlangsung dengan damai, menunjukkan perbedaan mencolok antara penaklukan Islam dan penaklukan Salib 88 tahun sebelumnya.

Masjidil Aqsha adalah satu dari tiga masjid paling mulia dalam Islam, tempat yang Allah kaitkan langsung dengan perjalanan Isra’rasulullah. Di tanah suci ini para nabi pernah hidup, berdakwah, bahkan dimakamkan, menjadikannya pusat sejarah dan peradaban tauhid. Masjidil Aqsho Adalah kiblat pertama umat Islam sebelum Allah swt memerintahkannya berpindah ke Masjidil Haram di Mekah.

Janganlah kalian menempuh perjalanan jauh kecuali menuju ke tiga masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi), masjid Al Haram, dan masjid Al Aqsha” (HR. Bukhari no. 1115 dan Muslim no. 1397).

Sholat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada sholat di masjid-masjid lainnya. Sholat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan sholat di Masjidil Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR Ahmad dari Abu Darda).

Adalah tanggung jawab kaum Muslimin, bukan hanya penduduk Palestina, untuk menjaga dan membela Masjidil Aqsha sebagai amanah hingga akhir zaman. Jadi sungguh tidak pantas ketika masjid agung tersebut ditutup oleh penjajah Israel kita hanya berdiam diri bahkan tidak peduli.

Semoga Allah swt ridho membuka hati kaum Muslimin dimanapun berada agar mau bersatu dan berani melawan penjajah Israel dan sekutunya. Kalaupun tidak seberani dan sedasyat saudara-saudara kita di Gaza dan Iran setidaknya seperti mereka yang saat ini berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla yang didukung lebih dari 70 kapal dan sekitar 1.000 peserta dari berbagai negara. Karena tidak perlu menjadi Islam untuk membela rakyat Palestina dan memahami kejahatan Zionis Israel.

Wallahu ‘alam bi shawwab.

Jakarta, 21 April 2026/ 4 Dzulkaedah 1447H.

Vien AM.    

Read Full Post »