Feeds:
Posts
Comments

P R O L O G

Dewasa ini dapat kita amati dengan jelas, ilmu pengetahuan dan sains telah berkembang dengan begitu pesatnya. Para ilmuwan dari berbagai negara berlomba-lomba mendapatkan kemenangan dan kemuliaan dalam bidang ini. Mereka adu cepat membuka tabir rahasia alam dan berusaha menaklukannya. Maka temuan demi temuanpun terus bermuncullan dan seringkali temuan tersebut sesuai dengan ayat-ayat Al-Quran yang diturunkan 14 abad silam! Ini makin membuktikan bahwa Al-Quran adalah kitab yang memang datang dari Sang Pemilik Alam Semesta, Allah Azza wa Jalla.

Temuan terbaru sains barat  mengatakan bahwa jagat raya kita ini adalah salah satu dari jagat raya yang jumlahnya tak terbatas. Menurut Teori Relativitas Umum Einstein, “Black Hole“ atau lubang hitam yang telah kita kenal selama ini, bisa jadi adalah merupakan “pintu” menuju pintu jagat raya lain dan semua yang tersedot olehnya akan lewat dan memasuki daerah  “external ” ruang waktu, ruang yang memiliki waktu yang sama sekali berbeda dengan waktu yang kita miliki di ruang yang kita diami ini. Uniknya, tak ada satupun benda atau materi apapun yang dapat kembali atau keluar lagi  dari  daerah  ‘external’ ini  bila  ia  telah  masuk atau sampai ke jagat raya lain tersebut. Lorong yang menghubungkan ruang antar jagat raya ini dinamai  “Worm Hole” atau lubang cacing. Dalam suatu riwayat, Ibnu Katsir pernah berkata bahwa langit terdiri atas  7 tingkatan. Luas setiap langitnya seluas langit dan bumi sementara diantara langit satu ke langit yang lain terdapat ruang hampa!  Pertanyaannya, mungkinkah ada kehidupan di alam ‘external’ tersebut?

“ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS.Al-Baqarah(2):30).

Gbr 1.Ilustrasi  Jagat Raya dengan galaksinya ( The Universe ).

Dari ayat diatas mungkinkah apa yang dipertanyakan para malaikat menandakan bahwa sebelum kita diciptakan, Allah SWT telah menciptakan khalifah yang telah terbukti membuat kerusakan dan membuat pertumpah darah? Sebagian besar alim ulama mengatakan ‘tidak’ namun ada pula sebagian yang mengatakan ‘ya’. Maka bila ‘ya’ siapakah mereka dan  di bumi yang manakah mereka itu hidup?

Pada tahun 2001 sebuah pesawat luar angkasa yang diberi nama ‘Mars Odyssey’ mengorbit di orbit Mars selama 3 tahun untuk melakukan analisa keadaan planet tersebut dengan harapan ada kesesuaian dengan keadaan planet bumi sehingga manusia dapat menempati planet Mars. Kesimpulannya, ditemukan tanda-tanda bahwa  kira-kira 4 milyar tahun yang lalu di planet tersebut pernah terjadi erosi atau mungkin banjir besar hingga kemudian terbentuklah sejenis  danau atau laut. Meski demikian para ilmuwan tidak atau belum melihat  adanya tanda-tanda suatu kehidupan.

Ibnu  Katsir  dalam  tafsirnya berpendapat bahwa sesungguhnya yang dimaksud ‘orang/mahluk’ yang telah berbuat kerusakan di muka bumi sebelum diciptakannya Adam as adalah mahluk dari jenis jin!

“ (Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu”.(QS.Al-Jin(72):26).

Para ilmuwan juga berpendapat bahwa  berdasarkan ilmu pengetahuan sains dan perhitungan yang mereka pelajari, pada saatnya nanti jagat raya ini dengan pasti akan menuju kehancurannya dan tak satupun yang akan tersisa. Namun dalam waktu yang teramat sangat sangat lama, hitungannya hingga ratusan juta tahunan! Sebaliknya para ilmuwan saat ini tidak dapat menjelaskan secara pasti apa yang menyebabkan seperempat abad terakhir ini, siklus matahari yang berdasarkan perhitungan seharusnya mengakibatkan  suhu bumi menjadi lebih dingin, namun yang terjadi justru sebaliknya.

Untuk sementara sebagian dari mereka berpendapat bahwa hal tersebut disebabkan oleh adanya “efek rumah kaca”. Hal inilah yang menjadi penyebab pemanasan global yang terjadi saat ini. Dan hal tersebut jelas akibat ulah manusia yang secara berlebihan dan tidak bertanggung-jawab meng’exploitasi’ alam. Celakanya, dampak dari pemanasan global ini sangat berbahaya. Berbagai bencana akan timbul dimana-mana, tidak hanya banjir bandang, badai ,  kekeringan serta  resiko hilangnya sebagian daratan sepanjang pantai saja namun juga wabah kelaparan karena terjadinya perubahan dan terganggunya iklim yang tidak beraturan dapat menyebabkan kacaunya hasil panen! Akankah ini akhir dari umur dunia tempat tinggal yang amat kita cintai ini ? Wallahu’alam.

Menurut pendapat penulis, kita sebagai umat Muslim, sebaiknya kita tidak begitu saja menelan mentah-mentah temuan-temuan sains tersebut namun juga tidak langsung secara semerta-merta menolaknya. Sebaiknya kita kembalikan semua itu kepada  Al-Qur’an, karena memang Dialah Sang Pencipta, Yang Menguasai Segala Ilmu, Dia Maha Mampu Berbuat SekehendakNya. Selama ilmu dan temuan tersebut tidak bertentangan dengan Al-Quran maupun As-Sunnah tentu tidak menjadi masalah. Karena sesungguhnya Allah swt sangat menghargai mahluk-Nya yang mau merenungkan dan memikirkan segala apa yang telah diciptakan-Nya.

Sabda Rasulullah : “Jika seorang hakim berijtihad kemudian ijtihadnya ternyata benar, maka baginya dua pahala, Jika ia menghukumi kemudian ijtihadnya ternyata salah, maka baginya satu pahala”.

Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mu’min itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”.(QS.At-Taubah(9):122).

Pengertian tentang pengetahuan agama diatas adalah termasuk pengetahuan yang mempelajari alam semesta karena itu semua adalah ciptaan-Nya. Karena sesungguhnya Dia menjadikan segala  yang ada ini dengan hikmah tertentu. Jadi alangkah baiknya bila kita juga menyimak pendapat para ilmuwan Muslim untuk mengimbangi gagasan  barat tersebut Karena seharusnya apapun ilmu yang kita peroleh baik itu ilmu pengetahuan sains maupun bukan akan membuat kita lebih mengenal dan mencintai-Nya. Temuan-temuan sains yang begitu canggih mustinya membuat kita makin terpana, berdecak penuh kekaguman akan Kehendak dan Kekuasaan-Nya, yang membuat kita makin menyadari betapa kecil dan tidak berartinya kita dihadapan-Nya. Apalagi bila temuan tersebut dapat memberikan manfaat yang banyak kepada manusia. Allah swt menciptakan alam semesta beserta isinya termasuk manusia tidaklah secara kebetulan. Ia ciptakan semua ini dengan aturan dan ukuran yang sungguh serba rumit dan teliti namun serba tepat  serta cermat dan pas.

“…. dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya”.(QS.Al-Furqon(25):2).

Dan Ia tidak segan untuk memperlihatkan aturan yang sungguh rumit tersebut kepada yang berakal dan mau mempelajarinya.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?”(QS.Al-Fushshilat (41):53).

Hal ini tak lain untuk memperlihatkan Keberadaan-Nya karena hanya dengan izin-Nya jua rahasia-rahasia itu terkuak yang dengan demikian sebagai akibatnya seharusnya akan membuat kita lebih mensyukuri nikmat yang begitu banyak yang telah dianugerahkan-Nya kepada manusia. Hingga pada akhirnya akan menjadikan  kita manusia-manusia  yang bertakwa, yang penuh keridhoan melaksanakan perintah dan menjauhi  larangan-Nya.

Sejumlah ilmuwan Muslim berpendapat bahwa jagat raya yang dikatakan dengan pasti akan menuju kehancuran namun dalam waktu yang sangat amat lama tersebut adalah kehancuran jagat raya secara keseluruhannya, jagat raya yang diperkirakan terdiri dari  300 milyar galaksi dimana masing-masing galaksinya terdiri pula atas 300 milyar bintang / matahari!  Karena sebagaimana kita ketahui dan yakini bahwa yang kekal untuk selamanya hanyalah Allah SWT sedangkan  yang selain-Nya pasti hancur. Sedangkan hari kiamat yang dimaksudkan dalam Al-Quranul Karim kemungkinan adalah ‘hanya’ kehancuran galaksi kita, Bima Sakti, dimana bumi sebagai tempat tinggal kita ini berada didalamnya. Jadi termasuk didalamnya adalah matahari dan ke 9 planet yang telah kita kenal selama ini. Wallahu’alam.

Pendapat  tersebut  berdasarkan  ayat berikut:

“ Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya”.(QS.Huud(11):106-108).

Jadi menurut pendapat mereka, ketika seseorang menjalani kehidupan di neraka maupun di  surga, langit dan bumi itu masih ada, terkecuali tentu saja bila Allah SWT menghendaki lain. Pertanyaannya langit dan bumi yang manakah itu ? Mungkinkah yang dimaksud ‘ bumi dan langit ‘ pada ayat diatas adalah jagat raya – jagat raya selain jagat raya kita dimana galaksi kita, yaitu Bima Sakti termasuk didalamnya? Suatu alam yang hanya mungkin diterobos melalui lorong-lorong ‘Worm Hole”, yang memiliki dimensi waktu yang samasekali berbeda dengan jagat raya kita, yang tidak mungkin bagi siapapun yang melewatinya untuk dapat kembali lagi?  Mungkinkah  ini yang dimaksud alam akhirat ? Wallahu’alam.

Disamping itu bukankah Al-Quran juga telah berulang kali menyatakan bahwa perhitungan waktu di dunia tidak sama dengan perhitungan waktu di akhirat ? Bukankah  waktu menurut perhitungan manusia tak sama dengan perhitungan waktu-Nya? Dan juga seseorang yang telah mati mustahil baginya untuk kembali ke dunia, kecuali tentu saja bila Allah menghendaki.

“ Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu”. (QS.As-Sajjdah(32):5).

“ Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun”.   (QS.Al-Maarij(70):4).

Simak pula pernyataan para pemuda penghuni Gua yang telah “ditidurkan”Nya  selama lebih dari 300 tahun  berikut:

“Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)” Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari“….(QS.Al-Kahfi(18):19).“Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi)”.(QS.Al-Kahfi(18):25).

Namun apapun pendapat dan gagasan para ilmuwan, baik ilmuwan Barat maupun ilmuwan Muslim,  yang penting kita sadari, untuk menentukan sebuah temuan ilmiah diperlukan ilmu yang tidak mudah dan waktu yang sangat lama namun ternyata Al-Quran yang diturunkan lebih 14 abad yang lampau telah meng-identifikasikannya. Pertanyaannya dari mana Al-Quran mengetahui hal-hal  tersebut? Lalu masihkah pantas bila kita masih saja malas dan enggan mempelajari ayat-ayat tersebut atau bahkan mungkin malah masih meragukan ke-orisinil-an kitab suci tersebut?

Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin(Jibril) ke dalam hatimu(Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-Kitab orang yang dahulu”.(QS Asy Syu`araa` (26):192-196).

Namun demikian mempelajari Al-Quran memang tidak mudah. Al-Quran adalah bagaikan intan berlian yang dapat menimbulkan pandangan dan persepsi yang beragam tergantung dari sudut mana seseorang melihat dan mengartikannya. Ia bagaikan sebuah berlian yang makin digosok dan diteliti makin memantulkan sinarnya yang begitu indah dan sempurna. Yang kesemuanya itu akan kembali hanya kepada satu, yaitu ke-Besar-an dan ke-Agung-anNya. Itulah  rahmat Allah SWT yang harus  kita syukuri.

Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”.(QS.Al-Israa’(17):82).

Uniknya, Al-Quran adalah rahmat hanya bagi orang-orang yang beriman, tidak bagi orang-orang yang zalim bahkan hanya kerugian saja bagi mereka yang enggan mengimani-Nya dan cenderung  gemar berburuk sangka dan  menuruti hawa nafsu negatifnya.

Yang juga penting diingat, mempelajari ilmu Pengetahuan dan Sains adalah sangat terpuji dan ini adalah hak kita sebagai manusia apalagi bila ilmu tersebut  kemudian dapat memberi manfaat yang banyak serta dapat menjadikan kita lebih mencintai-Nya, jadi bukan sekedar pemenuhan rasa keingin-tahuan semata. Namun  jangan dilupakan  bahwa  tugas maupun amanah yang dibebankan kepada kita sebagai khalifah hanya sebatas umur kita dan hanya terhadap bumi dimana kita tinggal saja. Bukankah dalam ayat-ayatNya Allah SWT berulang-kali mengatakan bahwa kehidupan manusia di dunia ini hanya bagaikan permainan belaka? The True Game….

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”.(QS.Al-Hadiidf(57):20).

Disamping itu bukankah untuk membuktikan kebenaran sebuah ayat terutama yang berhubungan dengan Sains diperlukan waktu yang jauh lebih panjang dari umur kita sendiri? Dengan kata lain, bila untuk meng-imani bahwa Al-Quran itu adalah benar dari sisiNya kita ingin menunggu bukti-bukti ilmiah, sudah pasti  akan  terlambat.

Gbr.2.Ilustrasi kedudukan Matahari di dalam galaksi Bima Sakti (Milky Way). Anak panah menunjukkan letak Matahari.

Oleh karenanya selagi masih ada waktu dan umur mari kita bersihkan diri kita ini dari segala prasangka buruk, bersihkan hati serta akal dan mari kita pelajari ayat-ayat Al-Quran, kita pahami dan kemudian kita amalkan ayat-ayat tersebut agar rahmat-Nya selalu mengiringi kita. Kita telah ditakdirkan-Nya sebagai pemimpin / khalifah bumi maka sudah seyogyanya bila  kita tidak menyia-nyiakan amanah tersebut diumur yang terbatas ini sehingga kita tidak termasuk kedalam golongan hamba-Nya yang menyesal dan merugi.

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”. (QS. Al-Mukminun(23):99-100).

Manusia dibekali akal untuk berpikir. Dengan akalnya ini manusia akan berhasil membuka tabir dan rahasia kehidupannya bila hak ini ia pergunakan semaksimal mungkin. Dengan mengambil dan memanfaatkan haknya ini pulalah seseorang akan mengerti mengapa ia harus melaksanakan kewajiban-kewajibannya dan dengan demikian iapun akan mengerti dan memahami tugasnya sebagai seorang khalifah bumi.

“Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir ”. (QS.Al-Hasyr(59):21).

Rupanya telah menjadi takdir bahwa manusialah yang memegang tugas tertinggi dan termulia di muka bumi ini yaitu sebagai khalifah bumi. Namun jangan lupa tugas seorang khalifah adalah tugas yang amat berat, terbukti bahwa mahluk lain yang sebelumnya juga telah ditawari jabatan tersebut menolaknya.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”.(QS Al-Ahzab (33):72).

Amanat yang dimaksud dalam ayat diatas adalah amanat untuk bertakwa kepada Allah SWT, yaitu amanat atau tugas untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan sebagai imbalannya bila manusia melaksanakan perintah dengan baik maka bagi mereka kedudukan yang mulia baik di dunia maupun akhirat kelak yaitu surga sebaliknya bila manusia lalai maka tempat kembali mereka adalah neraka jahanam dan di duniapun hidup mereka tidaklah nyaman.

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya”. (QS. Ath-Thalaq(65):(2-3).

Dan sebagai konsekwensi atas diterimanya amanat tersebut maka seluruh manusia, yaitu anak-cucu Adam dan seluruh keturunannya, mulai dari zaman awal penciptaan hingga akhir zaman nanti tanpa kecuali, wajib melaksanakan amanat tersebut. Dan karena amanat ini selain berat juga sulit, maka Allah SWT mengatakan bahwa manusia sesungguhnya bodoh karena mau menerima amanat tersebut.

Untuk mengetahui apakah amanat tersebut, apa saja perintah dan larangan yang dimaksudkan akan menuju ketakwaan kepada-Nya itu maka sebaiknya kita terlebih dahulu memahami hak dan kewajiban kita sebagai manusia. Sebenarnya memang agak sulit untuk memisah dan memilah antara hak, kewajiban dan tugas tersebut. Namun demi mempermudah gambaran suatu tugas dan amanat yang amat berat ini, penulis berupaya untuk mengelompokkan tugas, hak dan kewajiban manusia sebagai berikut, semoga Allah SWT meridhoi upaya ini.

Hak adalah segala sesuatu yang bila dikerjakan akan memberi keuntungan bagi si pelaku namun bila tidak ia lakukan maka dirinya sendirilah yang akan merugi, namun walaupun begitu tidak ada paksaan dan sanksi baginya. Sebaliknya kewajiban, adalah segala sesuatu yang harus ia laksanakan yang bila tidak dilakukan ia akan menerima sanksi atau hukuman dari si pemberi kewajiban. Sebagai akibat dari terpenuhinya hak dan kewajiban, seseorang diharapkan mampu melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya, yaitu tugas kekhalifahan. Disini penulis membagi hak, kewajiban dan tugas sebagai berikut :

Hak dibagi menjadi 5 kelompok, yaitu:

–     Hak mengenal diri.

–     Hak mengenal Sang Maha Pencipta melalui ayat-ayat yang tersebar dialam semesta ( ayat Kauniyah).

–     Hak mengenal Sang Maha Pencipta melalui Al-Quran ( ayat Kauliyah) dan As-Sunnah.

–     Hak mengenal Sang Maha Pencipta melalui Asma dan Sifat-SifatNya.

–     Hak mengenal Sang Maha Pencipta melalui pribadi Rasulullah, Muhammad SAW.

Kewajiban terbagi atas 2 kelompok:

–     Meyakini Rukun Iman dan

–     Menjalankan Rukun Islam.

Dan tugas manusia dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :

–     Menjaga hubungan dengan Sang Khalik.

–     Menjaga hubungan antar sesama manusia.

–     Menjaga kelestarian alam.

Pengelompokkan diatas tentu saja tidak baku. Ini hanyalah  salah satu cara untuk memotivasi kita dalam  melaksanakan ketakwaan. Agar kita menyadari bahwa sesungguhnya segala perintah dan larangan Allah swt itu adalah demi kepentingan diri kita sendiri juga. Allah Azza wa Jalla tidak sedikitpun memiliki kebutuhan ataupun ketergantungan atas apa yang dikerjakan manusia. Allah hanya berjanji bahwa  bila hak, kewajiban dan tugas manusia dapat dipenuhi dengan baik maka ridho’ Allah akan selalu menyertai kita.

Dan dengan adanya ridho ini maka para malaikat kemudian  seluruh penduduk langit dan bumi  dan apa yang ada di alam semesta ini akan ridho’ pula kepada kita. Maka dengan demikian terbukalah semua pintu-pintu kemudahan di dunia. Itulah balasan Allah di muka bumi sedangkan balasan di akhirat nanti adalah jannah, surga yang dipenuhi taman-taman, yang mengalir dibawahnya sungai-sungai. Tentram kita di dalamnya.

Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw, beliau bersabda : ” Jika Allah mencintai hamba-Nya, Allah akan memanggil Jibril. Sesungguhnya Allah mencintai seseorang maka cintailah orang tersebut. Maka Jibrilpun mencintainya. Lalu Jibril memanggil penduduk langit. Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan maka seluruh penduduk langit mencintai si Fulan. Kemudian baginya dihamparkan penerimaan di  bumi”. ( HR Bukhari  dan Muslim).

 

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”. (QS.Al-An-Nahl(16):90).

Harus diakui manusia adalah bagian kecil dari jagat raya ini. Ia adalah awak kapal angkasa bernama Bumi yang melaju sepanjang tahun mengelilingi Matahari dengan kecepatan 107.275 kilometer perjam! Selama 4.5 milyar tahun jagat raya telah menunjukkan kepatuhannya terhadap sistim yang diciptakan Sang Maha Kuasa yang Maha Cerdas, Dialah Allah Azza wa Jalla. Dan kita tahu tak satupun diantara anggota yang berada di jagat tersebut berusaha melawan dan keluar dari aturan-aturan tersebut. Tampaknya hanya manusia satu-satunya anggota yang ingin melepaskan diri dari keterikatan tersebut. Hal ini dapat dipahami karena Allah SWT memang mengizinkannya. Manusia memang diciptakan sebagai mahluk bebas, sebagai pemimpin, sebagai khalifah walaupun hanya sebatas di muka bumi.

Tidak seperti mahluk atau benda langit seperti matahari, bulan, bintang maupun mahluk bumi lain seperti tumbuhan dan binatang, manusia diberi kebebasan untuk memilih, yaitu bertakwa atau menentang. Bila manusia memilih untuk bertakwa maka atas izin Allah SWT bumi dan seluruh isinya akan berada dalam ketenangan, keadilan dam kemakmurannya. Sebuah keadilan yang hakiki, yang berlaku bagi seluruh umat manusia apapun warna kulitnya, status ekonominya, laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa. Demikian pula flora dan faunanya. Dan bila Allah menghendaki ia akan tetap menjadi bagian dari simphoni zikir jagat raya yang telah dan akan meneruskan perjalanannya yang berdasarkan pengamatan para astronom, bersama milyaran matahari dan planet-planetnya sedang menuju Konstelasi Lyra dan akan menggenapi revolusi mengelilingi pusat Galaksi dalam tempo 200-250 juta tahun! Wallahu’alam.

Sebaliknya bila manusia memilih menentang aturan-Nya dan memutuskan untuk keluar dari sistim yang diciptakan-Nya maka bumi beserta isinyapun akan terlepas dari sistim tersebut. Bumi dan seluruh isinya akan mengalami kehancuran dan porak poranda. Dan manusia dengan segera harus mempertanggung-jawabkan keputusannya tersebut.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”.(QS.Al-Ashr(103:1-3).

Itu sebabnya Islam berkali-kali mengingatkan bahwa manusia adalah umat yang satu. Dalam rangka menjalankan tugas kekhalifahan manusia harus bersatu, saling mengingatkan, saling menasehati, agar manusia selalu ingat apa sesungguhnya tujuan dan tugas manusia. Tugas kekhalifahan adalah tugas yang maha berat. Tugas ini bukan sekedar tugas dan tanggung-jawab perorangan melainkan tugas dan tanggung-jawab semua manusia secara gotong-royong. Ini pula yang menjadi salah satu hikmah mengapa Islam sangat menganjurkan shalat berjamaah, terutama bagi kaum laki-laki. Itu pula sebabnya mengapa setiap Muslim sebagai manusia yang telah memiliki ilmu yang benar wajib berdakwah, mengajak dan mengingatkan orang lain apa sebenarnya tugas manusia.

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, …….”.(QS.Al-A’raf(7):96).

Tugas manusia terbagi atas 3 kelompok utama, yaitu :

1. Menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.

2. Menjaga hubungan antar sesama manusia.

3. Menjaga hubungan dengan alam semesta.

Rasulullah bersabda:”Bersegeralah kepada amal dimana kalian tidak menunggu-nunggu kecuali tujuh hal : Kemiskinan yang melalaikan, kekayaan yang menjadikan melampaui batas, sakit yang merusak, masa tua yang melumpuhkan segala tenaga, kematian yang menghabiskan segala-galanya atau Dajjal paling buruk ditunggu-tunggu dan hari kiamat. Dan Hari Kiamat itu lebih dasyat dan lebih pahit”.

E P I L O G

Tiada kebenaran yang hakiki selain kebenaran yang berasal dan datang dari-Nya karena memang Dialah yang menciptakan, dari yang tiada menjadi ada dan dari yang ada menjadi tiada. Bukti-bukti begitu berlimpah bila manusia mau berpikir dan memperhatikan sehingga tidak mungkin bagi kita sebagai manusia, sebagai salah satu mahluk ciptaan-Nya, untuk menyangkal keberadaan dan ke-Esaan-Nya.  Begitu pula dengan kitab suci-Nya, Al-Quranul Karim yang telah demikian banyak menerangkan dan membuktikan kekuasaan-Nya secara meyakinkan.  Oleh sebab itu  tiada jalan lain bagi kita selain harus menjadikan kitab tersebut sebagai satu-satunya petunjuk dan pedoman bagi hidup ini bila kita ingin selamat dan memenangkan permainan. Dan kemenangan tersebut hanya dapat dicapai dengan berpegang teguh pada agama yang benar, agama yang lurus,  yaitu Islam.

“Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus”.(QS.Al-Zurkhuf(43):43).

Ilmu pengetahuan dan sains serta  segala ilmu yang berhubungan langsung dengan kehidupan duniawi jelas memang diperlukan. Namun pengetahuan tersebut hendaknya dapat menjadikan kita makin sadar bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara, bagai sebuah permainan namun dengan taruhan yang bukan lagi hanya nyawa  akan tetapi kehidupan kekal yang tak terbatas. Suatu kehidupan yang berada di luar jangkauan pemikiran duniawi. Kehidupan ghaib, yang tidak dapat dibuktikan dengan akal semata melainkan dibutuhkan adanya  keyakinan dan keimanan.

Namun bila ilmu pengetahuan dan sains saat ini telah berhasil membuka berbagai tabir rahasia yang 14 abad silam tidak pernah terpikirkan dan terbayangkan, itu semua berkat Allah swt, Sang Khalik Yang Maha Cerdas memang telah berkenan  memperlihatkan sistim serta aturan kerja-Nya kepada kita, manusia yang diciptakan-Nya. Dan sebagai konsekwensinya, mustinya kita menyadari pula betapa hebat dan canggihnya ilmu Allah.

Kemudian menyatu dengan  pemahaman Al-Quranul Karim serta pemahaman ilmu hadis yang baik, seharusnya kitapun menyadari bahwa saat ini kita semua sedang menuju kepada sebuah  akhir dari sebuah  perjalanan, perjalanan Sang Khalifah dalam menjalankan misinya. Misi perorangan yang diawali dengan adanya perjanjian manusia di alam ruh hingga berakhirnya kehidupan di dunia menuju alam kubur serta misi universal yang diawali dengan adanya peristiwa pembentukan alam semesta ”Big Bang ” hingga hancurnya alam semesta ” Big Crunch”. Maka dimulailah kehidupan akhirat yang diawali dengan pelaksanaan mahkamah peradilan akhirat untuk mempertanggung-jawabkan apa yan telah dilakukan manusia selama hidupnya di muka bumi ini sebagai khalifah.

Tugas sebagai khalifah di muka bumi yang dibebankan kepada manusia memang bukan tugas mudah. Untuk itulah maka pada setiap zaman Allah swt menurunkan para Rasul dan kitab kepada manusia. Semua ini dimaksudkan agar manusia mempunyai pegangan dan landasan yang jelas bagaimana menjalani kehidupan ini. Inilah agama yang benar. Akan tetapi orang yang menyatakan bahwa dirinya telah menjalankan agamanya dengan benar namun ternyata prilakunya tidak baik, tidak dapat dikatakan ia telah beragama dengan benar.  Karena dengan beragama seharusnya lingkungannya, baik lingkungan antar sesama manusia maupun alam sekitarnya akan menjadi aman dan tentram, bukan malah sebaliknya.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”; “Agama adalah akhlak yang baik”; “Seorang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling sempurna ahklaknya”; “Rasulullah ditanya: “Apa yang paling banyak mengantarkan manusia ke surga ?”. Rasulullah menjawab : “Akhlak yang baik”; “Apa yang paling banyak mengantarkan manusia ke neraka?”. Rasulullah menjawab: “Mulut dan kemaluan”. (HR Tarmidzi).

Jadi orang yang menjalankan agamanya dengan baik semestinya tercermin dari prilakunya. Mereka pandai menjaga kehormatan dan menjaga lisannya. Mereka tidak mau menyakiti hati orang lain serta mudah meminta maaf sekaligus memaafkan kesalahan orang lain. Mereka juga tidak suka menggunjing dan menyebar fitnah. Mereka adalah juga orang-orang yang sabar dalam menghadapi segala cobaan. Mereka adalah orang-orang yang pandai menjaga amanah dan menepati janji.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (yaitu) orang-orang yang khusyu` dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,(ya`ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya”.(QS.Al-Mukminun(23):1-11).

Mereka juga gemar membantu meringankan kesulitan orang lain, saling nasehat menasehati dalam kebaikan  serta tidak dengki maupun sombong. Kita harus selalu ingat bahwa kemurkaan Allah SWT yang menyebabkan diturunkannya hukuman dan kutukan Allah SWT terhadap Iblis adalah dikarenakan kesombongannya padahal mulanya Iblis adalah seorang hamba yang shaleh dan takwa.  Ringkas kata, orang yang menjalankan agama dengan penuh ketaatan dan menyempurnakannya, hidup dan kehadirannya benar-benar  terasa manfaatnya bagi orang lain.

Dalam kehidupan ini dapat kita lihat sebenarnya  ada beberapa macam prilaku manusia  pada saat seseorang meninggal dunia. Yang pertama, begitu banyak orang yang merasa bersedih dan merasa kehilangan atas dirinya. Yang kedua, hanya keluarganya saja yang merasa sedih dan berduka ketika ditinggalkannya. Yang ketiga, tak seorangpun merasa kehilangan akan dirinya. Artinya, orang ini baik ketika hidup maupun mati tidak memberikan pengaruh apa-apa kepada orang lain. Tak seorangpun yang merasa ia pernah ada. Dan yang terakhir adalah seseorang yang ketika ia meninggal dunia semua orang merasa senang, bersuka cita dan lega atas kepergiannya. Orang seperti ini tidak saja tidak bermanfaat namun justru selalu membuat keonaran, kejengkelan bahkan kebencian. Keberadaannya sungguh tidak diharapkan.

Sebaliknya, untuk menjadi orang yang selalu diharapkan kehadirannya, tentu saja harus memiliki prilaku yang baik. Dan prilaku  tersebut sebenarnya akan muncul dengan sendirinya ketika seseorang menjalankan agamanya berdasarkan ilmu yang benar. Kemudian ditambah dengan kemauan yang kuat dan kemampuan yang terus diusahakan dan ditingkatkan maka  akan lahir akhlak yang mulia dan terpuji. Satu hal yang harus dicatat, agama Islam tidak hanya semata-mata menekankan tercapainya tujuan yang baik, namun niat dan caranyapun harus baik dan benar. Sebagai contoh : seseorang yang memberikan hartanya kepada orang miskin. Tujuannya sudah baik, namun bila harta yang diberikan tersebut tidak halal atau ia memberikan harta tersebut karena ingin dipuji orang lain, maka Allah SWT tidak akan memberikan balasan atau pahala baginya.

Jadi tindakan dan perbuatan apapun dalam Islam harus berdasarkan kecintaan dan ketaatan kepada-Nya semata. Shalat, zakat dan infak, puasa, patuh dan taat kepada Rasul, hormat dan taat kedua orang-tua, kepada suami, kepada para pemimpin bahkan belajar, menuntut ilmu, bekerja dan berusaha serta saling mencinta diantara suami-istri, saling menyayangi diantara sesama manusia dan bahkan peduli terhadap alam semesta beserta seluruh isinya, bila itu semua dikarenakan oleh-Nya  maka Allah SWT akan menghitungnya sebagai ibadah dan baginya  pahala yang tak terkira. Oleh sebab itu, apapun tindakannya harus berlandaskan perintahNya. Hukum yang berlakupun adalah hukumNya. Ini adalah bagian dari sistim yang diciptakan-Nya.

Maka dengan demikian alam semesta akan terus berputar dengan segala keteraturan dan kesempurnaannya mengikuti sistim yang telah berjalan sejak milyaran tahun yang lalu hingga waktu yang telah ditentukan-Nya.

Akhir kata, semoga ilmu pengetahuan yang kita peroleh tidak menjadikan kita malah menjadi sombong serta congkak dan semoga kita tidak termasuk hambanya yang menyesal kelak di kemudian hari,  amin.

“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: “Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab (ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia”.(QS.Al-Furqon(25):27-29).

Wallahu’alam bishshawab.

Ibnu Al Jauzi berkata: ”Anak laki-laki dianggap sudah baligh apabila sudah pernah ’mimpi basah’, berumur  15 tahun dan tumbuh rambut di sekitar kemaluannya. Sedangkan perempuan diangggap baligh apabila telah mengalami hal yang sama dengan laki-laki ditambah dengan haid dan hamil. Oleh karenanya apabila perempuan telah mengalami salah satu keadaan tadi maka ia telah dianggap dewasa dan sebagai konsekwensinya apabila ia meninggalkan kewajiban maka ia berdosa. Inilah arti kedewasaan seseorang”.

Sementara itu undang-undang no 4 tahun 1979 menyebutkan bahwa anak adalah mereka yang berumur sampai dengan 21 tahun. Sedangkan kenakalan remaja yang dimaksud dalam bab ini adalah kenakalan anak berusia13 – 21 tahun atau mereka yang masuk kategori dewasa berdasarkan perkataan Ibnu Al Jauzi diatas. Namun ini tidak berarti bahwa anak dibawah kriteria diatas bebas dari permasalahan. Bahkan belakangan ini diberitakan  anak-anak usia tersebutpun  banyak yang telah terjerat masalah rokok, penganiayaan dan pelecehan ringan.

 

                                                   **********

untuk kembali ke daftar isi ” Perempuan bekerja dalam pandangan Islam” click : https://vienmuhadisbooks.com/category/perempuan-bekerja-dalam-pandangan-islam/

Sebut saja ’ Smack Down’ misalnya,   pertunjukkan adu otot  ini ternyata telah menimbulkan korban yang tidak sedikit dari kalangan anak usia taman kanak-kanak. Juga menjamurnya rental ’Play station’ yang dituduh banyak menyumbangkan  penyebab anak malas ke sekolah. Belum lagi acara-acara TV yang dinilai sangat kurang memberikan pendidikan, seperti sinetron yang banyak menampilkan adegan kekerasan, saling bentak, pacaran, perselingkuhan dan sebagainya.

Kenakalan remaja dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang.  Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem hukum. Prilaku menyimpang ini ada  yang tidak disengaja dan ada yang disengaja, diantaranya mungkin karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Remaja inilah yang pada umumnya mengalami berbagai masalah dan krisis diantaranya; krisis identitas, kecanduan narkotika dan obat-obatan/narkoba, kenakalan remaja, tidak dapat menyesuaikan diri di sekolah, konflik mental dan puncaknya adalah keterlibatan dalam kejahatan.

Kenakalan remaja terbagi atas 3 tingkatan. Pertama : kenakalan umum, seperti suka berbohong, menyontek, suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit. Kedua, kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti tawuran, mengendarai mobil tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa izin, nonton video porno dan yang terakhir adalah  kenakalan khusus seperti minum-minuman keras, penyalahgunaan narkotika,  hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dll.

Menurut data statistik setiap hari ada 40 orang meninggal akibat narkoba. Padahal dampak pemakaian obat2an terlarang ini bermacam-macam, tidak hanya kematian semata. Cacat mental seperti hilangnya fungsi tubuh dan otak adalah hanya satu diantaranya. Di sisi lain, pengobatan dan penyembuhan kecanduan narkoba sangat sulit karena narkoba membuat korbannya kecanduan. Mereka harus masuk rehabilitasi dan dijauhkan dari lingkungan lamanya.

Hal lain yang juga memprihatinkan adalah adanya  beberapa laporan tentang  ditemukannya sejumlah remaja yang telah berani ’kumpul kebo’, istilah bagi mereka yang hidup bersama tanpa ikatan penikahan! Sebuah fenomena yang jika terus didiamkan akan membahayakan baik bagi pelaku, keluarga, maupun masyarakat. Karena disamping bakal meningkatkan kemungkinan terjangkitnya virus HIV/AID, di kemudian hari juga dapat menimbulkan masalah sosial yang semakin kompleks.

Menurut dr Boyke Dian Nugroho, SpOG MARS jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia saat ini mencapai 500-600 ribu orang dimana 40% diantaranya adalah remaja. Ada dua penyebab utama terjadinya percepatan penularan HIV/AIDS yaitu perilaku seks bebas (30%) dan peredaran narkoba terutama yang menggunakan jarum suntik (50%). Badan Narkotika Nasional bahkan mengatakan bahwa pada tahun 2003 hampir 10 juta orang Indonesia telah menjadi korban barang haram ini.

Namun mengapa  dampak terbesar terjadi pada remaja? Secara kejiwaan usia remaja memang mengalami fase ketidakstabilan emosional. Sifat agresif dan tingkat emosional yang tinggi menyebabkan remaja cenderung sering mengambil tindakan cepat tanpa pertimbangan yang matang.  Dan akibat kelemahan prinsip hidup dan keterbatasan bekal hidup yang dimiliki,  remaja ketika menghadapi permasalahan, ia  mengalami kebingungan. Mereka merasa lebih aman bersama teman-temannya dan tinggal di luar rumah dari pada bercengkrama dengan keluarga di rumah. Lingkungan negatif inilah yang rentan membawa remaja kepada pergaulan bebas, seks bebas, narkoba dan tertularnya penyakit HIV/AIDS.

Ironisnya, gejala tersebut tidak hanya terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya misalnya, namun juga ke pelosok-pelosok daerah. Malah tahun-tahun belakangan ini banyak kita dengar berita mengenai maraknya kasus bunuh diri di kalangan remaja.

Penyebabnyapun rata-rata hanya masalah sepele, seperti dilarang pergi keluar malam, orang-tua tidak mampu membayar SPP, tidak memilki HP dll.  Berdasarkan penelitian, seorang pecandu narkoba memiliki kecenderungan dan keinginan untuk juga melakukan tindakan bunuh diri. Tampaknya remaja sekarang telah terjatuh dalam krisis identitas akut. Rasa percaya diri mereka dan terutama keimanan mereka patut dipertanyakan.

Pertanyaannya mengapa dan siapakah yang bersalah dan harus bertanggung-jawab? Tegakah  kita menyaksikan anak-anak yang dititipkan-Nya kepada kita, yang hadir  dari buah kasih sayang ayah ibunya dan bahkan dilahirkan melalui sebuah perjuangan yang tidak mudah  melangkah ke jurang kehancuran di depan mata  kita?

Diriwayatkan oleh Ahmad, Ath-Thabrani, Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, Rasululah bersabda : ” Pendidikan seseorang diantara kalian terhadap anaknya lebih baik daripada ia bersedekah setengah sha’ setiap harinya kepada orang miskin”.

Dari Ibnu Umar ra, ia berkata, Rasulullah bersabda : ” Didiklah anakmu karena kamu akan dimintai pertanggung-jawaban : bagaimana kamu mendidiknya dan apa saja yang kamu ajarkan kepadanya. Dia juga akan dimintai pertanggung-jawaban seberapa jauh seorang anak berbakti dan taat kepadamu”.

**********

untuk kembali ke daftar isi ” Perempuan bekerja dalam pandangan Islam” click : https://vienmuhadisbooks.com/category/perempuan-bekerja-dalam-pandangan-islam/