Archive for the ‘Sirah Nabawiyah ( Sejarah Hidup Rasulullah saw)’ Category

III. Kelahiran dan masa kecil Muhammad saw.

Muhammad saw  dilahirkan pada hari Senin, 12 Rabi’ul awal di tahun Gajah atau tahun 570 M di kota Mekah. Beliau lahir hanya berselang sekitar  50 hari setelah peristiwa penyerangan pasukan gajah dibawah pimpinan Abrahah. Muhammad saw lahir sebagai anak yatim. Ibunya, Aminah binti Wahb  meskipun ketika melahirkan dalam keadaan duka yang mendalam karena ditinggal wafat [...]

Continue reading »

IV. Masa remaja Muhammad saw.

Usai pemakaman Aminah, ummu Aiman segera membawa Muhammad kecil ke rumah kakeknya, Abdul Mutthalib di Mekkah. Dengan senang hati sang kakek menerima cucu yang telah yatim piatu itu. Dalam waktu singkat Muhammad dapat melupakan kesedihannya karena kehilangan ibunda tercinta. Kakeknya mencintainya dengan sangat tulus. Namun hal ini tidak berlangsung lama. Karena dua tahun kemudian Abdul [...]

Continue reading »

V.Pernikahannya dengan Khadijah dan datangnya wahyu pertama.

Khadijah adalah seorang perempuan terhormat kaya raya yang sukses berkat kelihaiannya  dalam menjalankan usaha perdagangannya. Ia dijuluki ‘Afifah Thahirah atau perempuan suci oleh orang-orang disekitarnya. Ia  pernah menikah dua kali. Keduanya wafat ketika masih berstatus sebagai suaminya. Setelah itu Khadijah memutuskan untuk tidak lagi menikah meski beberapa lelaki terhormat datang melamarnya. Namun Allah menghendaki lain. Sejak ia [...]

Continue reading »

VI.Dakwah secara rahasia ( Sirriyatud Dakwah).

Tidak ada sedikitpun alasan bagi Khadijah untuk tidak mempercayai apa yang diceritakan lelaki yang telah menemaninya dalam suka dan duka selama 15 tahun pernikahan itu. Muhammad tidak pernah sekalipun berbohong dan ia juga tidak gila. Bahkan dengan kata-kata lembut namun tegas ia menjawab bahwa tidak mungkin apa yang dilihat suaminya itu setan ataupun jin karena Muhammad [...]

Continue reading »

VII.Dakwah secara terang-terangan ( Jahriyatud Dakwah).

Tiga tahun lamanya Rasulullah berdakwah secara diam-diam. Rumah Abu Abdillah Al-Arqam bin Abi Al-Arqam menjadi madrasah pertama tempat berkumpulnya  Muslimin generasi awal. Dibawah ajaran dan pengawasan langsung Rasulullah saw, meski jumlah mereka ketika itu hanya 40 orang mereka adalah orang-orang yang benar-benar  taat dan sangat pandai menjaga kerahasiaan pertemuan mereka. Setiap menjelang shalat mereka datang [...]

Continue reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.